Biografi Singkat KH. Akhmad Syarwani | Profil K.H. Akhmad Syarwani | Pendidikan | Karya | Pemikiran |
Biografi Singkat KH. Akhmad Syarwani : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran
K.H..Akhmad Syarwani lahir pada tanggal 01 Juli 1927 di Desa Pingaran Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Beliau menikah dengan Hj. Rodi’ah dan memiliki 9 orang anak, akan tetapi hanya 5 orang yang hidup dan 4 orang meninggal dunia. Dari 5 orang anak itu, 3 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Nama-nama anak beliau adalah Hj. Mursidah, Hj. Rusdiah, Hj. Hamidah, H. Sayuti, dan H. Hitami. Dalam hal mendidik anak-anak, beliau menerapkan disiplin dan tegas. Biasanya beliau suka menasehati anak-anak beliau pada waktu berkumpul yaitu saat makan bersama keluaraga.
Pendidikan KH. Akhmad Syarwan
K.H. Akhmad Syarwani belajar ilmu secara formal, yaitu:
- Ploksohor atau sekarang sederajat dengan SD (sekolah dasar) pada tahun 1939 selama 3 tahun.
- Kemudian melanjutkan sekolah di Madrasah Al-Khairiyah di desa Pingaran pada tahun 1942 selama 6 tahun.
- setelah lulus dari madrasah langsung beliau melanjutkan ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura pada tahun 1948. Di Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini beliau menuntut ilmu selama 9 tahun lulus pada tahun 1957 M. Pada waktu beliau menuntut ilmu di sana yang menjadi kepala sekolah adalah H. Abdul Kadir Hasan, guru yang mengajar beliau adalah H.Salman Jalaluddin dan H. Azhari Aman.
Teman-teman seangkatan beliau adalah H. Kaspul Anwar orang Antasan Senor, H. Rahmad orang Pesayangan, H.M. Rasyad orang Tunggul Irang, H. Abdan orang Kampung Melayu dan H. Syadwani orang Kampung Melayu.
Dan belajar ilmu non formal dengan guru Seman Mulia (guru Padang) selama 4 tahun, guru Seman Jalil (orang tua guru Wildan) selama 3 tahun, dan selama 1 tahun belajar dengan orang tua Guru Khalil yaitu Al’Alimul Allamah K.H. Salim Ma’ruf.
K.H. Akhmad Syarwani adalah seorang ulama panutan masyarakat yanglahir pada tanggal 01 Juli 1927 di Desa Pingaran Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. dari pasangan H. Ma’ruf dan Hj. Asiyah. Beliau merupakan satu-satunya anak laki-laki dari 5 bersaudara. Dari masa kecilnya sosok beliau begitu rajin belajar ilmu agama, baik di rumah sendiri maupun dengan belajar dari beberapa orang tuan guru agama di berbagai desa, seperti Pasayangan, Kampung Melayu, Tunggul Irang dan Dalam Pagar.
Dengan modal ilmu yang dianggap Guru Padang cukup, maka Guru Padang menugaskan beliau untuk mengabdi di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk karena di sana sangat minim seorang guru pengajar di Sekolah Madrasah. Meskipun sekolah Madrasahnya juga hanya memiliki 6 murid.
Kurang lebih pada tahun 1970 beliau pindah atau menetap di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk. Sekitar 6 bulan beliau mengajar di Madrasah yang ada di Desa Pemakuan, beliau berhasil mendapatkan 200 murid. Dengan cara memberikan penjelasan dan pengertian tentang pentingnya belajar ilmu agama kepada para orang tua murid. Kemudian masyarakat meminta beliau untuk tetap tinggal di Desa Pemakuan karena masyarakat merasa senang dengan cara beliau mengajar.
Setelah 3 tahun tinggal di Desa Pemakuan kemudian beliau membuka pengajian di rumah. Yang diadakan setiap hari selasa pagi, hari kamis pagi dan malam jum’at. Ilmu yang beliau sampaikan mengenai Ilmu Fiqh, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Tauhid. Diantara kitab yang beliau gunakan dalam pengajian adalah Hidayatus Shalikin, Sirajul Huda, Sabilal Muhtadin, Darul Nafis, Hirayatus Shalikin, dan lainlain. Khusus hari jum’at pagi beliau mengajarkan Bab Haji atau masalah Haji. Dalam hal penyampaian ilmu beliau termasuk orang yang tegas, cara penyampaian berdasarkan apa yang ada dalam kitab. Dalam membaca kitab beliau sering lupa waktu karena merasa keramian.
Bimbingan Keagamaan
K.H Akhmad Syarwani melakukan bimbingan keagamaan secara individual (perorangan) dan kelompok, yaitu:
- Secara individual, beliau melakukan bimbingan dengan berkomunikasi langsung dengan individu (pihak yang dibimbing). Dengan percakapan pribadi, beliau melakukan dialog langsung tatap muka dengan pihak yang dibimbing. Biasanya pihak yang dibimbing (klien) datang langsung ke rumah beliau. Beliau menerima klien setiap hari dari jam 09.00-12.30 siang dan 16.30-18.00 wita.
- Secara Kelompok, bimbingan keagamaan secara kelompok disini yaitu:
- Pengajian
Beliau mengadakan pengajian yang dilaksanakan setiap hari selasa pagi, kamis pagi, jum’at pagi dan malam jum’at. Pengajian dilaksanakan dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Ilmu yang disampaikan mengenai ilmu Fiqh kitab yang beliau pakai adalah kitab Sabilal Muhtadin, Tasawuf kitab yang beliau pakai adalah kitab Hidayatus Shalikin dan Sairus Shalikin danTauhidmenggunakan kitab Ummul Barahin dan Sirajul Huda.
- Manasik Haji
Pelaksanaan manasik haji ini dilakukan pada bulan Haji setiap hari jum’at pagi sekitar jam 9 sampai selesai bertempat di rumah K.H. Syarwani
Mengingat bahwa ketiga ilmu ini perlu sekali untuk dipelajari, sebab ketiga ilmu tersebut merupakan tiga unsur kekuatan yang saling menunjang satu sama lainnya sehingga beliau dalam membimbing selalu menitikberatkan kepada masalah tersebut.
- Materi ilmu Fiqih
Ilmu Fiqih merupakan ilmu yang membahas tentang hal-hal ibadah yang bersifat zahir (lahir) juga merupakan ilmu yang sangat penting, karena dalam mempelajari ilmu Fiqih ini akan dapat membantu mengerjakan ibadah dengan sempurna dan melaksanakan amalan-amalan yang wajib dikerjakan seperti: wudhu, shalat, puasa, zakat, haji, masalah hukum jual beli (berdagang) yang baik dan benar menurut hukum Islam, dan lain sebagainya.
Kebanyakan dari masyarakat Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk pekerjaannya adalah sebagai pedagang maka K.H. Akhmad Syarwani juga sangat menekankan dalam menjelaskan bagaimana jual-beli yang baik menurut hukum Islam. Sebagai seorang muslim aktifitas jual-beli adalah aktifitas muamalah yang diatur oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Karena telah diatur maka sebagai seorang muslim dalam aktifitas jual-beli harus mengikuti tata cara dan hukum jual beli yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam berjual beli tidak boleh curang seperti mengurangi timbangan, menjual barang yang tidak layak (rusak), berbohong kepeda pembeli untuk menarik simpati pembeli, dan berbagai hal yang tidak baik lainnya. Hendaklah dalam berjual beli bersifat jujur agar hasil yang didapatkan halal dan berkah.
- Materi Ilmu Tasawuf
Dalam ilmu Tasawuf beliau membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak, budi pekerti, amalan ibadah yang bertalian dengan masalah batin (hati), seperti cara-cara ikhlas, khusu’, taubat, tawadhu’, sabar, ridha, tawakal dan lain sebagainya. Beliau menjelaskan bahwa ajaran tasawuf adalah benar-benar ajaran Rasulullah SAW. Benih-benih tasawuf sudah ada sejak dalam kehidupan Nabi Muhammad SAWhal ini dapat dilihat dalam perilaku dan peristiwa dalam hidup, ibadah dan perilaku Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa dan prilaku hidup Nabi sebelum di angkat menjadi Rasul, berharihari beliau berkhalawat (mengasingkan diri) di Gua Hira, terutama pada bulan Ramadhan di sana Nabi banyak berzikir dan bertafakur dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kisah kehidapan ( sirah) Nabi Muhammad SAW juga merupakan benih-benih tasawuf yaitu pribadi Nabi SAW yang sederhana, zuhud, tidak pernah terpesona dengan kemewahan dunia.
Ibadah Nabi Muhammad SAW juga sebagai cikal bakal tasawuf. Nabi SAW adalah orang yang paling tekun beribadah. Selain banyak sholat Nabi SAW banyak berzikir. Selain itu Nabi SAW banyak pula melakukan I’tikaf dalam Mesjid terutama pada bulan Ramadhan.
Akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan acuan akhlak yang tidak ada bandingnya. Akhlak Nabi SAW bukan hanya dipuji oleh manusui, tetapi juga oleh Allah SWT. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah SWT yang artinya dan sesungguhnya kami ( Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. AlQalam:4). Dalam diri Nabi SAW terkumpul sifat-sifat utama, yaitu rendah hati, lemah lembut, jujur, tidak suka mencari-cari cacat orng lain, sabar, tidak angkuh, santun dan tidak mabuk pujian. Nabi SAW selalu berusaha melupakan hal-hal yang tidak berkenan di hatinya dan tidak pernah berputus asa dalam berusaha.
- Materi Ilmu Tauhid
Dalam ilmu Tauhid beliau membahas tentang I’tiqad (kepercayaan), seperti I’tiqad mengenai hal ketuhanan, kerasulan, hari akhir, ketentuan qadha’ dan qadar dari Allah SWT. Untuk kita Istiqomah di atas Tauhid, bukanlah pekerjaan yang ringan lebih-lebih di zaman yang penuh dengan kerusakan seperti sekarang ini. Bahaya kesyirikan di zaman ini sangatlah hebat. Oleh karena itulah, kita hendaknya sentiasa memohon kepada Allah SWT agar senantiasa meneguhkan kita di atas agamanya.
Janganlah hati kita merasa aman dari bahaya kesyirikan, karena bisa jadi hari ini kita beriman, tetapi esok hari kita sudah menjadi orang kafir. Bahkan bisa jadi pagi ini kita masih beriman, namun sore nanti kita sudah menjadi orang kafir karena sangat dahsyatnya godaan yang ada di sekeliling kita. Untuk membentengi diri kita dari bahaya-bahaya tersebut, maka tentu kita harus belajar tentang Tauhid dan cabang Ilmu agama lainnya. Apalagi kesyirikan adalah perbuatan dosa yang sangat samar dan tersembunyi. Bisa jadi kita telah terjerumus kedalam perbuatan syirik tanpa kita sadari karena kebodohan kita sendiri.
Oleh karena itulah, kebutuhan kita terhadap ilmu Tauhid sebenarnya jauh melebihi kebutuhan kita terhadap makan dan minuman. Sebagai mana yang dikatakan oleh Imam Ahmad Rahimahullah, ”kebutuhan manusia terhadap ilmu agama itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Yang demikian itu karena seseorang membutuhkan makan dan minuman sekali atau dua kali dalam sehari. Adapun kebutuhannya terhadap ilmu agama itu sebanyak tarikan nafasnya”.
Disamping itu K.H. Akhmad Syarwani juga membimbing masyarakat untuk Manasik Haji. Yang beliau laksanakan setiap bulan haji pada hari jum’at pagi sekitar jam 9 wita. Pada malam jum’at beliau mengadakan bimbingan khusus bukan hanya menjelaskan ilmu Bidayah atau ilmu yang ada di Al-Qur’an dan Al-Hadits, tetapi juga menjelaskan Ilmu Bida’iyah yang ada selajur muluk atau ilmu betahayulan.
Bagi orang pecandu obat-obatan terlarang atau bisa juga untalan seperti untuk kekebalan tubuh dan lain sebagainya yang ingin minta bimbingan beliau ada hal khusus yang dilakukan untuk mengeluarkan hal-hal yang tidak baik yang ada dalam perutny. Yang dilakukan adalah membaca zikir sebanyak 70.000 (tujuh puluh ribu) kali. Dan rendaman air kembang, kembangnya sebanyak tiga helai (renteng), setelah itu airnya diminum saat perut kosong. Hal ini dimaksudkan agar semua hal yang tidak baik keluar semua dari dalam perut. Biasanya setelah orang meminum rendaman air kembang tersebut langsung muntah sampai muntahnya itu berwarna hijau.
Beliau juga mengisi mesjid atau mushola sekitar sungai tabuk pada waktuwaktu tertentu, seperti bulan rabiul awal dan bulan rajab. Apabila masyarakat mengundang beliau untuk mengisi ceramah pada acara maulid dan isra mi’raj beliau dengan senang hati menerimanya. Tetapi sekarang karena kendala usia beliau yang sudah tua cepat kecapekan maka beliau harus banyak istirahat, sehingga beliau hanya melaksanakan ceramah dan bimbingan di rumah beliau saja.
Metode Bimbingan Keagamaan
Metode yang beliau gunakan adalah metode langsung yaitu langsung bertatap muka dengan pihak klien baik secara individu maupun secara kelompok.
- Secara individual, beliau melakukan percakapan pribadi untuk mengetahui permasalahan yang dialami klien serta memberikan solusi dari permasalahannya. Biasanya klien datang langsung ke rumah beliau berdasarkan waktu yang sudah dijadwalkan oleh anak beliau. Hal ini dilakukan seorang anak agar ada waktu istirahat untuk ayahnya.
- Secara kelompok, beliau melaksanakan pengajian setiap hari selasa pagi, kamis pagi, jum’at pagi dan malam jum’at. Pengajian dilaksanakan dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Ilmu yang disampaikan mengenai ilmu Fiqh, Tasawuf dan Tauhid dan manasik haji ini dilakukan pada bulan Haji setiap hari jum’at pagi sekitar jam 9 sampai selesai. Pengajian dan manasik haji biasanya dilaksanakan di rumah beliau.
Dalam melakukan bimbingan beliau menggunakan metode pemberian nasehat, yaitu beliau menyampaikan kepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok tentang hal-hal sesuai kebutuhan. Seperti posisi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, status manusia sebagai hamba Allah yang harus selalu patuh dan tunduk kepada-Nya, tujuan Allah menciptakan manusia adalah agar manusia melaksanakan amanah dalam bidang masing-masing sesuai ketentuan Allah dan sekaligus beribadah kepada-Nya, fitrah yang dikaruniakan Allah kepada manusia berupa iman dan taat kepada-Nya, iman bukan hanya diakui di mulut saja, adanya hikmah dibalik setiap musibah, ibadah dan syariah yang telah ditetapkan Allah untuk manusia, suatu keharusan menanamkan aqidah sejak dini, adanya setan yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari jalan Allah.
Membantu dan mendorong masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.mengingatkan masyarakat untuk selamat di dunia dan di akhirat maka ajaran agama harus dijadikan pedoman untuk setiap langkahnya, serta mengingat ajaran agama itu amat luas maka sebagai manusia kita harus menyisihkan sebagian waktu dan tenaga untuk mempelajari ajaran agama secara rutin.
Mendorong dan membantu masyarakat untuk memahami dan mengamalkan iman, islam dan ikhsan. Mengingat iman bukan hanya ucapan atau diucapkan di mulut saja, tetapi harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk ibadah mahdhoh dan ghairu mahdhoh. K.H. Akhmad Syarwani juga membantu masyarakat untuk memahami hal-hal tersebut beserta aktualisasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat juga meniru kebaikan yang beliau aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga secara otomatis metode uswatun hasanah pun juga beliau gunakan dalam melakukan bimbingan keagamaan. Keteladanan merupakan kristalisasi dan wujud konkret yang dilakukan seseorang, sehingga jelas bentuknya dan bisa langsung dicontoh dan diikuti. Beda halnya dengan ceramah atau tulisan, bisa jadi sebagian individu atau pendengar dan pembaca tidak memahami esensi yang dimaksudkan bahkan tidak mengetahui tujuan yang diinginkannya. Ceramah tanpa adanya tindakan juga kadang-kadang membuat individu tidak mengetahui bagaimana aplikasi penerapannya, tapi hal ini berbeda dengan uswatun hasanah yang tidak hanya sebuah teori, akan tapi memberikan sebuah tindakan nyata yang mampu dilihat dan dicontoh langsung oleh klien (individu).






