Bani Umayyah di Damaskus, Sejarah, Peradaban dan Nilai (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab V) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Bani Umayyah di Damaskus, Sejarah, Peradaban dan Nilai (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab V) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab VI | Kurikulum Merdeka | Sejarah Bani Umayyah di Damaskus | Peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus | Nilai Islami dari peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus |

Sejarah Bani Umayyah di Damaskus

Setelah masa Al-khulafā al-rāsyidu̅n, berdiri sebuah dinasti yang disebut dengan Bani Umayyah (41 H/661 -132H/750 M). Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n bin Harb bin Abd Mana̅f adalah pendirinya. Silsilahnya bertemu dengan Rasulullah saw pada Abd Mana̅f. keluarga Hasyim (Bani Hasyim) menjadi panggilan bagi keluarga Rasulullah saw. Sementara keturunan Umayyah disebut dengan keluarga Umayyah (Bani Umayyah). Mu’a̅wiyah menjadi khalifah pertama Bani Umayyah. ibu kotanya adalah Damaskus.

Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n berhasil mendirikan dinasti ini, bukan hanya karena kemenangan diplomasi pada peristiwa Ṣiffin. Akan tetapi, ia memiliki pemikiran yang kuat untuk membangun masa depan. Dukungan terhadapnya diperoleh dari Bani Umayyah dan orang-orang Suriah.

Nama-Nama Khalifah Bani Umayah :



  • Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60 H/ 661-680 M)
  • Yazid bin Mu’awiyah bin Abu Sufyan (60-64 H/ 680-683 M)
  • Mu’awiyah bin Yazid (64-64 H/ 683-684 M)
  • Marwan bin Hakam (64-65 H/ 684-685 M)
  • ‘Abd al-Malik bin Marwan (65-86 H/ 685-705 M)
  • Al-Walid bin ‘Abd al-Malik (86-96 H/ 705-715 M)
  • Sulaiman bin ‘Abd al-Malik (96-99 H/ 715-717 M)
  • ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz (99-101 H/ 717-720 M)
  • Yazid bin ‘Abd al-Malik (101-105 H/ 720-724 M)
  • Hisyam bin ‘Abd al-Malik (105-125 H/ 724-743 M)
  • Al-Walid bin Yazid (125-126 H/ 743-744 M)
  • Ibrahim bin al-Walid (126-127 H/ 744-744 M)
  • Marwan bin Muhammad (127-132 H/ 744-750 M)

Wa̅lid bin ‘Abd al-Ma̅lik berusaha memperluas wilayahnya sampai ke wilayah Afrika Utara yaitu ke al-Aqsa̅’ dan Spanyol (Andalusia). Kegigihan dan keberanian panglima perang Mu̅sa̅ bin Nuṣair dapat membuka peluang untuk melakukan langkah memperluas wilayah dengan mengirim Tariq bin Ziyad untuk merebut Andalusia. Pada tahun 711 M, Ṭa̅riq bin Ziya̅d berhasil menduduki sebuah selat antara Afrika dan Spanyol, yaitu Selat Gibraltar, yang diambil dari kata Jabal Ṭariq.

Baca Juga :   Persamaan Linear, Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Menghitung (Rangkuman Materi Matematika SMP/MTS Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

Khalifah ketiga yang besar pada dinasti ini adalah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azi̅z (99-101 H/ 717-719 M). Ia terkenal dengan ketakwaan dan keadilannya. Di Madinah, ia menghabiskan waktu untuk belajar ilmu agama, khususnya bidang hadis. Pada awalnya, dia pejabat yang kaya raya. Ketika menjadi khalifah, berubah menjadi orang yang zuhud, bekerja keras, sederhana, dan pejuang tangguh. Tanah, perhiasan isteri, dan kekayaan lainnya diberikan kepada baitul-mal.

Marwa̅n bin Muḥammad merupakan khalifah terakhir Umayyah di Damaskus. Pemerintahan pada masanya sedang mengalami perpecahan. Masa jabatannya hampir seluruhnya difokuskan untuk menjaga kekuasaan Umayyah, seperti rongrongan dari keluarga ‘Abbasiyyah.

Kekuasaannya dikalahkan oleh Abu̅ al-‘Abba̅s al-Saffah dari keluarga Abbasiyah dalam sebuah pertempuran di Sungai Zab. Sekitar 300 orang lebih, anggota keluarga Umayyah terbunuh.

 Marwa̅n bin Muḥammad mencari perlindungan. Ia berharap memperoleh perlindungan di barat, namun tertangkap di Sungai Nil. MeninggalnyaMarwan menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Umayyah di Damaskus.

Peradaban Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus

Pemerintahan

Struktur dan administrasi pemerintahan Bani Umayyah merupakan penyempurnaan dari al-khulafā al-rāsyidu̅n yang dibentuk oleh Khalifah ‘Umar bin Khattāb. Wilayah kekuasaannya yang luas terbagi pada beberapa provinsi yang dipimpin oleh gubernur (wali atau amir) yang diangkat oleh khalifah. Beberapa orang kātib (sekretaris) mendampingi gubernur, seorang ḥājib (pengawal dan kepala rumah tangga istana), dan pejabat-pejabat lainnya antara lain ṣāḥib al-kharaj (pejabat pendapatan), ṣāḥib al-syurṭah (pejabat kepolisian) dan kadi (hakim/ kepala keagamaan). Kadi dan pejabat pendapatan diangkat oleh khalifah dan bertanggung jawab kepadanya secara langsung.

Lembaga dan departemen seperti al-ka̅tib, al-ḥa̅jib, dan di̅wa̅n dapat terbentuk di tingkat pemerintahan pusat. Lembaga al-ka̅tib terdiri atas ka̅tib al-rasa̅’il (sekretaris negara), ka̅tib al-kharaj (sekretaris pendapatan negara), ka̅tib al-jund (sekretaris militer), ka̅tib al-syurṭah (sekretaris kepolisian), dan sekretaris kadi (panitera). Para ka̅tib tersebut memiliki tugas untuk mengelola administrasi negara secara rapih dan baik untuk mewujudkan kemaslahatan. Pengaturan pejabat atau siapapun yang ingin bertemu dengan khalifah dipegang oleh Al-Ḥa̅jib. Adapun tugas pemeliharaan keamanan masyarakat dan negara dikelola oleh lembaga al-syurṭah.

Selain itu dalam pemerintahan Bani Umayyah dibentuk juga beberapa di̅wa̅n atau departemen yaitu:




  • Departemen yang mengurusi surat-surat negara dari khalifah kepada
  • para gubernur atau menerima surat-surat dari gubernur adalah Di̅wa̅n al-Rasa̅’il.
  • Lembaga atau pencatatan yang meregistrasi dan menyalin semua keputusan khalifah atau peraturan-peraturan pemerintahan yang dikirim ke daerah adalah Di̅wa̅n al-Khatam.
  • Departemen yang mengelola pendapatan negara adalah Di̅wa̅n al-Kharaj.
  • Layanan pos dan pengiriman informasi berita dari pusat ke daerah atau sebaliknya dikelola oleh Di̅wa̅n al-Bari̅d.
  • Lembaga atau departemen pertahanan yang bertugas mengorganisasi militer adalah Di̅wa̅n al-Jund.
Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kelas 7, 8, 9 SMP (Fase D) Kurikulum Merdeka

Hukum

Al-qada̅, al-ḥisbah, dan maẓalim merupakan bagian dari pelaksanaan hukum. Al-qada̅sebagai badan peradilan dipimpin oleh seorang kadi. Ia memiliki tugas membuat fatwa-fatwa hukum dan peraturan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an, sunah dan ijtihad. Badan ini terbebas dari pengaruh penguasa, terutama dalam menerapkan keputusan hukum terhadap pejabat atau pegawai yang melakukan pelanggaran. Masalah kriminal yang perlu penyelesaian ditangani oleh badan al-ḥisbah. Badan al-maẓalim bertugas meninjau kembali kesahihan dan keadilan putusan hukum oleh kadi. Badan ini lebih tinggi dari Al-qada̅ dan al-ḥisbah.

Sosial

Hubungan antar banngsa Arab Muslim dibuka oleh dinasti ini. Begitu pula, terhadap negara taklukan seperti Mesir, Persia, dan Eropa. Berkat hubungan ini, lahir kreativitas baru pada bidang seni dan ilmu pengetahuan. Dome of The Rock di Jerussalem merupakan salah satu bangunan monumen terbaik pada masa Bani Umayyah.

Ekonomi

Pada masa Bani Umayyah dicetak mata uang khusus, juga mengembangkan beberapa jabatan sehingga memperbesar lapangan pekerjaan. Gaji tetap yang diperoleh berdampak pada kesejahteraan. Pengumpulan pajak ditetapkan oleh khalifah. Misalnya, pada zaman Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n , ditetapkan 2,5% pajak dari pendapatan. Hal ini hampir sama dengan zakat penghasilan pada masa sekarang.

Ekonomi diperbaiki pada masa awal pendirian dinasti ini. Kondisi ini tidak secara langsung berdampak luas pada sektor ekonomi. Penataan hukum dipengaruhi oleh pemberian gaji dari Bait al-Māl kepada kadi sebagai sebuah jabatan profesional. Seorang kadi bersifat independen dan dapat memutuskan satu perkara dengan leluasa, termasuk menindak pejabat negara.

Keagamaan

Masjid dan bangunan artistik banyak dibangun memenuhi kota. Gaya Persia dengan nuansa Islam dipadukan secara kental pada setiap sisi bangunan. Sebuah masjid agung terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus dibangun pada masa al-Wa̅lid dengan rancangan Abu̅ ‘Ubaidah bin Jarrah. Begitu pula, kota baru yaitu kota Kairawan dibangun oleh ‘Uqbah bin Na̅fi.

Ilmu agama sudah tampak berkembang pada masa Bani Umayyah ini. Banyak ulama yang fokus pada kajian ilmu keagamaan, seperti ilmu tafsir, hadis, dan hukum Islam. Selain itu, berkembang pula ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ilmu agama, yaitu ilmu-ilmu bahasa seperti nahwu, bahasa, dan sastra.

Baca Juga :   Download Buku Guru Seni Teater SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka

Imam mazhab yang hidup pada masa ini adalah Ima̅m Ḥanafi (Abu̅ Ḥanifah) dan Ima̅m Ma̅lik bin Anas. Pada bidang tasawuf, terdapat Ḥasan al-Baṣri dan Rabi̅’ah al-‘Adawiyah. Dalam bidang hadis, terdapat ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azi̅z. Dalam bidang tafsir, terdapat ‘Abdulla̅h bin ‘Abba̅s dari Madinah, ‘Abdulla̅h bin Mas’u̅d dari Mekah, Sa’ad bin Zubair, dan Muja̅hid murid Ibn ‘Abba̅s.

Pendidikan

Dinasti Umayyah berjasa besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Mereka menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas ilmiah, termasuk syair, sejarah, diskusi, dan akidah serta pembelajaran lainnya. Di daerah taklukan, banyak pula didirikan masjid. Masjidilharam di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah menjadi pusat pengkajian ilmu yang sering dikunjungi oleh orang-orang Islam dari berbagai daerah.

Adapun beberapa cendekiawan muslim pada masa Bani Umayyah sebagai berikut:

  • Ilmuwan yang pertama kali menerjemahkan buku-buku berbahasa Koptik dan Yunani tentang astrologi, kimia, dan kedokteran adalah Khālid.
  • ‘Abdullāh bin ‘Abbās dan muridnya yang bernama ‘Aṭā bin Rabbaḥ adalah orang pertama yang mendalami ilmu fikih di Mekah.
  • Zaid bin Ṡābit adalah sahabat nabi di Madinah yang menjadi sekretaris Nabi saw dalam menuliskan wahyu.
  • Hasan al-Baṣri, Ibn Syihāb al-Zuhri dan ‘Abdullāh bin Mas’ūd adalah tokoh otoritatif dalam bidang hadis. Adapun ahli hadis dari Kuffah adalah ‘A̅mir bin Syarahi̅l al-Sya’bi.
  • Al-Akhtal dikenal sebagai penyair istana pada masa ‘Abd al-Mālik, Penyair favorit pada masa ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azi̅z adalah Jarīr dan al-Farazdaq. Jāmil terkenal dengan lirik cinta dan ‘Umar bin Abu̅ Rābi’ah dikenal sebagai sang penyair tentang cinta.

Nilai Islami dari Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah di Damaskus

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
  • Mencontoh semangat menuntut ilmu.
  • Mengembangkan budaya sesuai dengan ajaran Islam
  • Menguatkan persatuan dan kesatuan dengan tidak membeda-bedakan warna kulir, negara, suku, bangsa, dan lainnya.
  • Memiliki semangat untuk membela agama, bangsa, dan negara.
  • Menumbuhkan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.
  • Mencontoh seorang pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya.
  • Menumbuhkan semangat cinta tanah air dan membangun bangsa.



Related posts