Badan Usaha, Pengertian, Ciri dan Jenis

Badan Usaha, Pengertian, Ciri dan Jenis

Badan Usaha | Pengertian Badan Usaha | Ciri Badan Usaha | Jenis Badan Usaha |

Pengertian Badan Usaha

Badan usaha merupakan suatu kesatuan yuridis ekonomis yang mendirikan usaha untuk mencari keuntungan. Adapun maksud dari kesatuan yuridis ekonomi merupakan individu maupun sekelompok orang yang mempunyai tujuan ingin mencari keuntungan dengan cara menghasilkan barang dan jasa.

Ciri Badan Usaha

  • Tujuan utama yang ingin dicapai adalah mencari keuntungan
  • Dalam proses pelaksanaannya membutuhkan modal dan tenaga kerja

Jenis Badan Usaha

Berdasarkan Lapangan Usahanya

  • Badan usaha ekstraktif Merupakan badan usaha yang kegiatan utamanya adalah mengambil langsung hasil alam atau memanfaatkan hasil alam yang tersedia dan langsung menjualnya.
  • Badan usaha agraris Merupakan badan usaha yang kegiatannya mengolah alam seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.
  • Badan usaha industri/manufaktur Merupakan badan usaha yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
  • Badan usaha perdagangan Merupakan badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang yang dijual. Jenis usaha ini juga merupakan kegiatan jual beli.
  • Badan usaha jasa Merupakan badan usaha yang bergerak dalam pelayanan jasa atau menjual skill/kemampuan kepada konsumen.

Berdasarkan Kepemilikannya

Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Pengertian BUMN

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN mempunyai tujuan sebagai berikut:

  • Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.
  • Mengejar keuntungan.
  • Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
  • Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi.
  • Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
Baca Juga :   Pemikiran Plato Tentang Idea dan Penelitian Tentangnya
Jenis BUMN

Menurut Undang-undang No.19 Tahun 2003, terdapat dua jenis BUMN, yaitu:


  • Perusahaan Perseroan (Persero)

Persero merupakan BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. Contoh BUMN persero diantaranya adalah PLN, PT KAI, dan Bank Mandiri.

  • Perusahaan Umum (Perum)

Perum merupakan BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham. Maksud dan tujuan berdirinya perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang atau jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat. Contoh perum diantaranya yaitu pegadaian dan perum bulog.

Peran BUMN dalam Perekonomian

Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, disebutkan bahwa secara umum peran BUMN adalah memajukan kesejahteraan bagi seluruh rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang selanjutnya lebih rinci diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan tugas konstitusional bagi seluruh komponen dan seluruh kekuatan ekonomi nasional baik melalui regulasi sektoral maupun melalui kepemilikan negara terhadap unit-unit usaha tertentu dengan maksud untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Dalam sistem perekonomian nasional, BUMN memiliki peranan sebagai berikut:

  • Berperan menghasilkan barang dan/atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Peran BUMN dirasakan semakin penting sebagai pelopor dan/atau perintis dalam sektorsektor usaha yang belum diminati pihak swasta.
  • BUMN juga mempunyai peran strategis sebagai pelaksana pelayanan pengembangan usaha kecil dan koperasi.
  • BUMN juga merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang signiikan dalam bentuk berbagai jenis pajak, dividen, dan hasil privatisasi.
Keunggulan dan Kelemahan BUMN

Adapun keunggulan BUMN diantaranya:


  • Beroperasi pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak
  • Menyediakan barang dan jasa publik untuk pelayanan masyarakat
  • Memperoleh jaminan modal dari pemerintah

Adapun kelemahan BUMN adalah sebagai berikut:

  • Kurangnya eisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional
  • Manajemen kurang profesional
  • Penentuan keputusan lambatnyat karena panjangnya birokrasi dalam
  • pemutusan keputusan perusahaan
  • Seringkali sulit memperoleh keuntungan bahkan terkadang perusahaan BUMN mengalami kerugian.
Baca Juga :   Pasar Uang (Money Market) : Pengertian, Jenis, Pelaku, Keuntungan dan Kelemahan

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Pengertian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Landasan operasional yang digunakan BUMD adalah Undang-undang Nomor 5 tahun 1962 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2017. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2017, Badan Usaha Milik Daerah yang disingkat BUMD adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh daerah.


Adapun menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1962, perusahaan daerah adalah semua perusahaan yang didirikan berdasarkan Undang-undang ini yang seluruh modalnya atau sebagian merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan. Adapun yangdimaksud dengan kekayaan daerah yang dipisahkan adalah kekayaan daerah yang berasal dari APBD untuk dijadikan penyertaan modal daerah pada BUMD. Setiap daerah baik tingkat pemerintah kota/kabupaten maupun provinsi dapat mendirikan BUMD. Pendirian BUMD diatur dalam peraturan daerah (perda). Tujuan didirikannya Badan usaha milik daerah, yaitu:

  • Memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah.
  • Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik, dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik.
  • Memperoleh laba atau keuntungan.
Jenis BUMD

Menurut Undang-undang Nomor 54 tahun 2017 pasal 5, Jenis BUMD terdiri dari:

  • Perusahaan perseroan daerah

BUMD yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh 1 (satu) daerah.

  • Perusahaan umum daerah

BUMD yang seluruh modalnya dimiliki satu daerah dan tidak terbagi atas saham.

Peran BUMD dalam Perekonomian
  • Sumber pendapatan daerah.
  • Penyedia barang dan/ atau jasa bagi kebutuhan masyarakat.
  • Membuka lapangan pekerjaan bagi daerah.

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Pengertian BUMS

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan utama berdirinya BUMS adalah mencari keuntungan pribadi bagi pemiliknya, tetapi keberadaan BUMS memberikan dampak yang baik bagi perekonomian karena BUMS memberikan pajak bagi negara. Dengan tingginya hasil usaha dari BUMS maka pajak yang dibayarkan pada pemerintah juga akan semakin tinggi hal ini berdampak pada pendapatan pemerintah yang akan meningkat.

Jenis BUMS

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) terdiri dari empat jenis yakni, perusahaan perseorangan, perseroan Terbatas (PT), irma, dan CV.

  • Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang didirikan oleh seseorang dan modalnya berasal dari harta pribadi. Mendirikan perusahaan perseorangan sangatlah mudah karena tidak perlu membuat akta pendirian. Contoh dari perusahaan ini adalah usaha rumah makan dan laundry.
  • Firma (Fa) adalah persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan nama dan modal bersama. Perskutuan ini juga dikelola secara bersama-sama.Karena pemilik dan pelaksana usaha ini bersama, maka setiap kebijakan yang ditetapkan juga harus mempertimbangkan kepentingan para pemilik. Apabila nanti perusahaan memperoleh keuntungan dan kerugian, kedua belah pihak sama-sama menanggungnya.
  • Persekutuan Komanditer (CV) didirikan oleh beberapa orang, dalam persekutuan ini pendiri dibagi menjadi sekutu aktif (Komplementer) dan sekutu pasif (Komanditer). Sekutu aktif adalah sekelompok orang yang mengelola badan usaha, sedangkan sekutu pasif adalah sekelompok orang yang hanya menyerahkan modal dan tidak turut campur dalam pengelolaan usaha.
  • Perseroan Terbatas (PT) adalah perusahan yang didirikan oleh beberapa orang, berbadan hukum, dan modalnya berbentuk saham. Pemilik modal terbesar dalam suatu PT memiliki pengaruh yang besar dan akan mendapatkan laba usaha yang paling besar dibandingkan pemilik modal lain.
Baca Juga :   Antropologi Ragawi, Cabang, Genetika, Evolusi, Keanekaragaman Manusia, Biologi dan Forensik
Peran BUMS dalam Perekonomian

Tujuan utama BUMS adalah mencari keuntungan. Selain untuk mencari keuntungan, BUMS memiliki peranan yang sangat besar untuk perekonomian. Adapun peranannya sebagai berikut:

  • Sebagai penggerak perekonomian.
  • Membantu meningkatkan kinerja ekonomi nasional di berbagai sektor pembangunan.
  • Mengurangi kemiskinan.
  • Menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat.
  • Membantu pemerintah mengurangi pengangguran dengan membuka kesempatan kerja baru.
  • Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang tidak dapat ditangani oleh BUMN.
  • Membantu pemerintah dalam pendapatan negara dengan membayar pajak.
  • Mendorong meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Keunggulan dan Kelemahan BUMS

Badan usaha milik swasta memiliki keunggulan diantaranya sebagai berikut:

  • Meningkatkan pendapatan nasional
  • Membuka lapangan pekerjaan
  • Meningkatkan penerimaan pajak nasional
  • Cepat dalam mengambil keputusan dalam perusahaan
  • Penyedia barang dan jasa kebutuhan masyarakat.

Adapun kelemahan yang dimiliki oleh badan usaha milik swasta adalah sebagai berikut:

  • Terlalu mementingkan laba sehingga kurang memperhatikan lingkungan.
  • Kesulitan mendapatkan modal

Baca Kumpulan: Rangkuman Ekonomi Kelas 11 SMA

Related posts