Apa Arti Peribahasa | Pepatah | Napihi Wong Kewudan | Makna Peribahasa | peribahasa jawa
Apa Arti Peribahasa (Pepatah) Napihi Wong Kewudan ?

Jawabannya Adalah
Artinya, napihi (mengenakan kain panjang), wongkewudan (orang yang telanjang). Ungkapan ini merupakan gambaran dari sikap tolong-menolong dalam hidup bermasyarakat, di mana yang mampu harus bersedia meringankan beban mereka yang sedang mengalami penderitaan.
Contoh nyata dari pengamalan, makna peribahasa ini tampak pada perhatian masyarakat kepada orang gila. Apabila ada orang gila yang telanjang, entah perempuan atau laki-laki, pasti akan ada pihak yang segera memberikan pakaian bekas untuknya. Tentunya dengan harapan orang gila tersebut bisa berpakaian kembali dan tidak mengumbar aurat di tempat umum. Ketelanjangan dapat pula merupakan simbol kemiskinan atau kepapaan seseorang. Entah karena memang miskin, kurang waras, atau terkena musibah berat yang menghancur kan seluruh harta bendanya, sampai-sampai pakaian saja tidak memiliki. Menyadari keadaan tersebut, biasanya ma syarakat di lingkungannya akan memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Minimal, bantuan untuk kebutuhan dasar, seperti baju, makanan, tempat berteduh, dan lain-lain






