Apa Arti Peribahasa | Pepatah | Kaya Suruh, Lumah Kurebe Beda, Yen Gineget Padha Rasane | Makna Peribahasa | peribahasa jawa
Apa Arti Peribahasa (Pepatah) Kaya Suruh, Lumah Kurebe Beda, Yen Gineget Padha Rasane ?

Jawabannya Adalah
Artinya, kaya suruh (seperti sirih atau Piper betle), lumah kurebe beda (bagian atas dan bawahnya berbeda), yen gineget (kalau digigit), padha rasane (rasanya sama). Terjemahan bebasnya, meskipun sisi atas dan sisi bawah daun sirih berbeda warna (sisi atas berwarna hijau tua, sedangkan sisi bawah berwarna hijau keputihan), jika digigit akan sama rasanya.
Menggambarkan situasi yang berbeda, tetapi sesung guhnya memiliki kesamaan yang esensial dalam banyak hal. Contohnya, meskipun Belanda dari Eropa dan Jepang dari Asia, namun kedatangannya ke Indonesia mempunyai tujuan sama. Yaitu, menjajah! Ingin mengeruk kekayaan bumi pertiwi yang melimpah ruah.
Selainitu, peribahasatersebutjuga dapatmenggambarkan kerukunan dan keserasian hubungan suami istri. Meskipun sang suami sebagai pegawai negeri, dan istrinya berdagang di pasar, tetapi kalau bicara dan membuat keputusan mengenai keluarga, keduanya memiliki visi, pertimbangan, dan keputus an yang sama. Di Jawa, kesamaan sikap dan perbuatan sebagaimana digambarkan peribahasa tersebut dinilai baik, sepanjang tidak digunakan untuk tujuan buruk. Misalnya, ada saudara yang bersalah, namun malah dilindungi mati-matian. Itu tidak benar, karena sama saja kita ikut bersalah. Di lain sisi, apabila ketahuan, kita pun pasti akan menerima sanksi yang sepadan






