Apa Arti Peribahasa | Pepatah | Bila kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diajuk | Makna Peribahasa | Peribahasa Indonesia |
peribahasa jawa
Apa Arti peribahasa (Pepatah) Bila kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diajuk?

Jawabannya adalah
Artinya: Jika ilmu dan pengalaman belum seberapa, jangan mencoba melawan orang yang berilmu dan banyak pengalaman.
Lautan dalam peribahasa ini dilihat dari kondisinya yang dalam karena ia dibandingkan dengan kail dan dihubungkan dengan kata ajuk: kail masuk ke dalam laut secara vertikal atau menuju ke dasar laut saat digunakan untuk memancing dan ajukadalah konsep yang sering digunakan untuk menduga kedalaman laut, seperti dalam peribahasa dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan dan dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu.
Kedalaman air adalah parameter dari kuantitas air. Kuantitas air dalam peribahasa ini menggambarkan ilmu. Oleh karena itu, air yang dalam (berkuantitas tinggi) adalah ilmu yang dalam (banyak/tinggi), sedangkan air yang cetek (dangkal) menggam barkan ilmu yang tidak seberapa (rendah).
Demikian pula dengan kail. Dalam peribahasa ini panjang kail digunakan sebagai bandingan untuk kedalaman lautan. Dengan demikian, kail juga merupakan penggambaran ilmu. Kail yang
panjang menggambarkan ilmu yang tinggi, kail yang pendek
menggambarkan ilmu yang tidak seberapa (rendah).






