Al-Qur’an, Hadis, dan Kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an, Definisi, Fungsi dan Kandungan Surat (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Al-Qur’an, Hadis, dan Kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an, Definisi, Fungsi dan Kandungan Surat (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab I | Kurikulum Merdeka | Definisi Al-Qur’an | Definisi Hadis | Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an | Kandungan Surat an-Nisa’ Ayat 59 dan Surat an-Nahl Ayat 64 Tentang kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an |

Definisi Al-Qur’an

Al-Qur’an secara bahasa berarti bacaan, yang diambil dari kata qara’a berarti membaca. Sedangkan menurut istilah Al-Qur’an didefinisikan sebagai wahyu Allah Swt yang menjadi mukjizat dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. ditulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya bernilai ibadah. Al-Qur’an berbahasa Arab, dan tertulis pada mushaf mulai surat al Fātihah sampai al-Nās.

Definisi Hadis

Hadis adalah sumber hukum yang kedua setelah Al-Qur’an. Orang yang beriman kepada Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, juga harus percaya pada Hadis sebagai sumber hukum Islam.

Terdapat ragam kata yang hampir sama dengan Hadis. Kata tersebut adalah sunah, khabar, dan aṡar. Namun, keempat kata ini memiliki perbedaan sebagai berikut:

Baca Juga :   Majas Personifikasi, Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri dan (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka


  • Sunah adalah semua yang bersumber dari Nabi Muhammad saw. baik perkataan, perbuatan, taqrīr, tabiat, budi pekerti atau perjalanan hidupnya.
  • Hadis adalah perkataan, perbuatan, dan taqri̅r yang bersumber Nabi Muhammad saw. Ada pula ulama yang menyamakan sunah dengan Hadis.
  • Khabar adalah sesuatu yang berasal atau disandarkan kepada Nabi Muhammad saw dan selainnya.
  • Asar adalah sesuatu yang disandarkan pada sahabat dan tabiin.

Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

  • Bayān al-Taqrīr disebut juga dengan Bayān al-Ta’kīd dan Bayān al-Iṡbat. Bayān al-Taqrīr adalah menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan di dalam Al-Qur’an. Fungsi Hadis ini memperkokoh isi kandungan Al-Qur’an.
  • Bayān al-Tafsīr adalah penjelasan terhadap ayat-ayat yang memerlukan perincian atau penjelasan lebih lanjut, seperti pada ayat-ayat mujmal (umum/ global), mutlaq (tidak mempunyai batasan), dan ‘ām (umum), sehingga fungsi Hadis ini adalah memberikan perincian (tafsīr) dan penafsiran terhadap ayat-ayat yang masih mutlak dan memberikan takhsi̅s (pengkhususan) terhadap ayat-ayat yang masih umum.
  • Bayān al-Tasyri’ adalah memberikan kepastian hukum Islam yang tidak ada di Al-Qur’an. Biasanya Al-Qur’an hanya menerangkan pokok-pokoknya saja, contohnya zakat fitrah.
  • Bayān al-Nasakh secara bahasa berarti ibtāl (membatalkan), izālah (menghilangkan), tahwi̅l (memindahkan) dan tagyi̅r (mengubah). Bayan al-Nasakh adalah membatalkan ketentuan terdahulu, sebab ketentuan yang baru dianggap lebih maslahat.

Kandungan Surat an-Nisa’ Ayat 59 dan Surat an-Nahl Ayat 64 Tentang kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an

Surat an-Nisa Ayat 59

Bacaan Surat an-Nisa Ayat 59

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Baca Juga :   Perbandingan Senilai dan Perbandingan Berbalik Nilai, Pengertian, Rumus, Contoh dan Cara Menghitung (Rangkuman Materi Matematika SMP/MTS Kelas 7 Bab IV) Kurikulum Merdeka



Arti Perkata (Mufradat) Surat an-Nisa Ayat 59

maka kembalikanlah iaفَرُدُّوْهُtaatilah Allahاَطِيْعُوا اللّٰهَ
lebih baik/utamaخَيْرٌdan taatilah Rasul (Muhammad),وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ
dan sebaik-baikوَّاَحْسَنُdan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)وَاُولِى الْاَمْرِ
kesudahan/akibatnyaتَأْوِيْلًاkamu berselisihتَنَازَعْتُمْ

Terjemahan Surat an-Nisa Ayat 59

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (Q.S. an-Nisā’/4:59).

Isi Kandungan Surat an-Nisa Ayat 59

Kandungan Surat an-Nisa Ayat 59 menjelaskan untuk patuh dan taat kepada Allah Swt. Rasulullah saw dan pemimpin-pemimpin kita. Ketaatan ini adalah mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Orang yang taat kepada Rasulullah saw pada hakikatnya ia juga taat kepada Allah Swt. Hal ini dikarenakan tidak ada satupun perintah Rasulullah saw yang bertentangan dengan perintah Allah Swt.

Taat kepada Allah Swt adalah mengikuti ajaran Al-Qur’an, sedangkan taat kepada Rasulullah saw dengan mengamalkan sunah-sunahnya. Sebagai orang yang beriman, wajib beriman kepada Allah Swt dan Rasulullah saw sebagai pembawa risalah dari Allah Swt.

Baca Juga :   Buku PJOK Kelas 7 SMP (Buku Guru) Kurikulum Merdeka

Ketaatan kepada ulil amri meliputi ketaatan baik pada pemerintahan maupun para ulama. Taat kepada pemimpin hendaknya dibingkai dengan ketaatan kepada Allah Swt dan rasul-Nya. Ketaatan pada mereka tidak boleh bertentangan dengan apa yang diperintahkan dan apa yang menjadi larangannya. Apabila seorang pemimpin memerintahkan untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis seperti berbuat maksiat kepada Allah Swt, maka tidak boleh untuk menaatinya.

Surat an-Nahl Ayat 64

Bacaan Surat an-Nahl Ayat 64

وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ اِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِى اخْتَلَفُوْا فِيْهِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Arti Perkata (Mufradat) Surat an-Nahl Ayat 64

dan petunjukوَهُدٗىKami menurunkanأَنزَلۡنَا
dan rahmatوَرَحۡمَةٗagar kamu menjelaskanلِتُبَيِّنَ
mereka berimanيُؤۡمِنُونَmereka perselisihkanٱخۡتَلَفُواْ

Terjemahan Surat an-Nahl Ayat 64

Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur’an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (Q.S. an-Naḥl/16:64).

Isi Kandungan Surat an-Nahl Ayat 64

Pada Surat an-Nahl ayat 64, Nabi Muhammad saw diperintahkan oleh-Nya untuk menjelaskan apa yang diperselisihkan dalam perkara agama. Penjelasan ini akan menjadikan manusia dapat membedakan perkara yang benar dan salah. Al-Qur’an menjadi tuntutan menuju jalan yang benar juga menjadi rahmat (kebaikan) bagi semua orang.

Semangat Mendalami Al-Qur’an dan Hadis Tentang kedudukan Hadis Terhadap Al-Qur’an

  • Setiap orang beriman harus taat kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
  • Sebagai orang beriman, kita juga harus menaati pemimpin baik pemimpin dalam pemerintahan maupun para ulama.
  • Apabila terjadi perdebatan dalam masalah agama, agar kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis.
  • Membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami terjemah, dan membaca buku tafsir.
  • Membaca buku-buku yang berkenaan dengan Hadis.
  • Berkonsultasi dengan guru terkait bacaan atau kandungan Al-Qur’an dan Hadis.



Related posts