Tasawuf Bagi Masyarakat Modern : Pengertian, karakteristik, Problematika, Manfaat dan Ajaran

  • Whatsapp
Tasawuf Bagi Masyarakat Modern : Pengertian, karakteristik, Problematika, Manfaat dan Ajaran

Wislahcom | Referensi | : Tasawuf dalam kehidupan sosial mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menuntaskan permasalahan dan penyakit sosial yang ada, amalan yang terdapat dalam ajaran tasawuf akan membimbing seseorang dalam mengarungi kehidupan dunia menjadi manusia yang arif, bijaksana dan profesional dalam kehidupan bermasyarakat dan memberikan nilai-nilai spiritual dan sosial yang jelas.

Nah bagaimana tasawuf bagi masyarakat modern? masyarakat yang lebih mengutamakan rasionalitas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Simak uraian singkat tentang : Pengertian Masyarakat Modern, Karakteristik Masyarakat Modern, Problematika Masyarakat Modern, Manfaat Tasawuf Bagi Masyarakat Modern dan Ajaran Tasawuf dalam Menghindari Problematika Masyarakat Modern.

Pengertian Masyarakat Modern

Masyarakat modern menurut sosiolog Selo Sumarjan adalah masyarakat yang lebih mengutamakan rasionalitas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai perwujudannya dari segala sesuatu yang bersifat tradisi, adat istiadat, dan lain sebagainya. Struktur kehidupan masyarakat sangat dinamis, kreatif dan mampu berpikir logis untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan manusia dalam berbagai peristiwa-peristiwa alam dan dirinya melalui pengetahuan dan teknologi serta mengikis ketergantungan.

Karakteristik Masyarakat Modern

Adapun karakteristik masyarakat modern yaitu:

  • Materialisme, yaitu sebuah paham, sistem berpikir atau pandangan hidup seseorang yang meyakini bahwa materi adalah satu-satunya keberadaan yang sesungguhnya, dan menolak segala bentuk apapun yang berkaitan dengan selain materi. Orang-orang yang hidupnya bergantung dengan materi disebut materialis. Semangat persaudaraan dan rasa saling tolong menolong yang didasarkan atas panggilan iman sudah tidak tampak lagi karena imannya memang sudah dangkal. Pola hubungan satu dan yang lainnya ditentukan oleh seberapa jauh antara satu dan yang lainnya dapat memberi keuntungan yang bersifat material. Demikian pada penghormatan yang diberikan seseorang atas orang lain banyak diukur oleh sejauh mana orang tersebut dapat memberikan manfaat secara material. Akibatnya ia menempatkan pertimbangan material di atas pertimbangan akal sehat, hati nurani dan imannya.
  • Konsumerisme, yaitu paham berperilaku dan bergaya hidup boros, di mana barang maupun jasa yang tersedia digunakan secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut susah dihilangkan. Dalam rentang waktu yang lama, dan terus menjadi budaya, maka sifat konsumtif ini akan menjadi penyakit jiwa yang tanpa disadari menjangkit manusia dalam kehidupannya.
  • Hedonisme, yaitu paham kesenangan terhadap kenikmatan, Orang yang memiliki paham ini disebut hedonis. Hedonis beranggapan bahwa kebahagiaan dan kesenangan bias diraih dengan melakukan banyak kesenangan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan.
  • Individualisme, yaitu paham yang menganut kebebasan pribadi dan mementingkan kebebasan tersebut dibandingkan dengan orang lain, di mana orang yang menganut paham ini akan melakukan berbagai macam upaya untuk mencapai keinginannya dan kemerdekaannya sebagai sosok pribadi yang sesuai dengan kemauan dirinya sendiri.
Baca Juga :   Perubahan Benda : Pengertian, Faktor dan Fungsi

Problematika Masyarakat Modern

Sayyed Hossein Nasr seorang ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan teknologi dan pengetahuannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidak hanya bisa bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan alam yang kasat mata.

Nashr melihat, kondisi manusia modern sekarang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam diri. Hal ini akan semakin parah apabila tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan semakin rusak. Beberapa problematika masyarakat modern yang berakibat kepada sikap mental manusia, yaitu:

  • Disintegrasi ilmu pengetahuan.
  • Kepribadian yang terpecah.
  • Penyalahgunaan Iptek.
  • Pendangkalan iman.
  • Menghalalkan segala cara.
  • Pola hubungan materialistis.
  • Menghalalkan segala cara.

Manfaat Tasawuf Bagi Masyarakat Modern

Sayyid Hussein Nasser memberi gambaran kenyataan bahwa masyarakat modern dewasa ini berada pada nestapa kehancuran moral dan spiritualitas. Kenestapaan masyarakat modern yang tidak mau dan tidak mampu menerima nilai-nilai moral yang ditawarkan oleh ajaran agama. Oleh karena itu, masyarakat luas memberi tempat pada nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sosial manusia untuk menghindari dan mengatasi problematika masyarakat modern, baik materialism, individualis, konsumerisme dan hedonism. Dalam Islam nilai-nilai spiritual hadir dalam nilai-nilai tasawuf.

Baca Juga :   Status Sosial : Pengertian, Macam, Simbol dan Konflik

Adapun manfaat tasawuf bagi masyarakat modern adalah:

  • Membersihkan hati dalam berinteraksi dengan Allah Swt. Interaksi manusia dengan Allah dalam bentuk ibadah tidak akan mencapai sasaran jika ia lupa terhadap-Nya dan tidak disertai dengan kebersihan hati.
  • Membersihkan diri dari pengaruh materi.
  • Menerangi jiwa dari kegelapan. Penyakit hati seperti, gelisah, patah hati, cemas, dan serakah dapat disembuhkan dengan ajaran-ajaran agama yang berkaitan dengan jiwa manusia.
  • Memperteguh dan menyuburkan keyakinan beragama. Manusia yang tenggelam dalam menggapai kebahagian duniawi yang serba materi akan membawa kehampaan jiwa dan menggoyangkan seni keimanan.
  • Mempertinggi akhlak manusia. Tasawuf menuntun hati manusia yang bersih menjadi pribadi muslim yang memiliki akhlak mulia.

Ajaran Tasawuf dalam Menghindari Problematika Masyarakat Modern

Ajaran tasawuf tidak meniscayakan hilang kegunaannya tatkala manusia dikelilingi dalam kesibukan aktivitas. Ajaran-ajaran akhlaknya tidak akan lekang oleh atmosfir kehidupan manusia modern yang tak jarang dipacu oleh kebutuhan duniawi. Dengan demikian, hawa nafsu manusia modern akan lebih terkontrol hingga tidak jatuh pada jiwa yang kering. Keberadaan tasawuf dalam menghindari problematika masyarakat modern sangat penting dalam rangka mengembalikan manusia kepada fitrahnya yang suci. Problematika masyarakat modern yang cenderung meletakkan dunia sebagai tujuan akhir hidupnya perlahan harus dikikis dan dihilangkan. Adapaun ajaran-ajaran tasawuf yang relevan untuk masyarakat modern adalah tasawuf yang dinamis dan terbuka. Sehingga dalam pelaksanaannya, ajaran tasawuf modern sesuai dengan kondisi saat ini.

Manusia modern dapat mengikuti perilaku sufi atau mengikuti sunnah-sunnah yang sudah digaris bawahi oleh Nabi Muhammad Saw tanpa harus meninggalkan kehidupan modern, Essensi bertasawuf adalah tazkiyyah al-nafs yaitu membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran, maka hati yang tertata hanya dapat diwujudkan dengan melakukan pelatihan. Beberapa ajaran tasawuf yang dapat dilakukan masyarakat modern:

  • Bertaubat. Penyesalan atas dosa-dosa yang lalu dan betul-betul tidak berbuat dosa lagi.
  • Zuhud. Ajaran zuhud saat ini tidak bisa disamakan dengan zuhud masa lalu yang membenci dunia dan menjauhkan diri dari dunia ramai. Dalam kehidupan modern, boleh saja memiliki jabatan dan harta namun jabatan dan harta tersebut dianggap sebagai sebuah amanah dari Allah Swt untuk berbuat kebaikan dan sebagai cara mendekatkan diri kepada-Nya.
  • Tawakal. Menyandarkan sesuatu kepada Allah Swt ketika menghadapi suatu urusan, bersandar kepadanya ketika mendapat kesulitan, teguh hati tatkala ditimpa bencana dengan jiwa yang tenang dan hati yang tabah. Ayat yang menerangkan tentang tawakal.
  • ‘Uzlah yaitu usaha mengasingkan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi, yang akan memperbudaknya. Ajaran ini tidak berarti seseorang harus bertapa. Ia tetap terlibat dalam berbagai kehidupan, tapi tetap mengendalikan aktivitasnya sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan.
  • Syukur yaitu mengakui nikmat Allah Swt karena Dialah pemilik karunia dan pemberian sehingga hati mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Kemudian anggota badannya tunduk menaati perintah Allah dan patuh kepada syariat-Nya.
  • Wara` yaitu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan syubhat. Tidak memakan makanan atau minuman yang tidak jelas kedudukan halal-haramnya. Al-Quran tidak menyebutkan secara tersurat tentang wara`, namun di dalamnya tersirat bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya yang menjaga kehalalan apa yang dimakannya.
  • Hidup sederhana. Di era modern ini uang menjadi sarana dalam membangun kebahagiaan. Sering kali uang menimbulkan kecemasan, rasa takut dan bimbang. Hiduplah dengan cara sederhana, dan jauhi semua bentuk foya-foya dan pemborosan. Sebab setiap kali diajak berfoya-foya, maka jiwa akan semakin terhimpit.
  • Sabar, Bukan hanya menjalankan perintah-perintah Allah yang berat dan menjauhi larang-larangan-Nya, tapi juga sabar dalam menerima percobaan-percobaan berat yang ditimpakan Allah Swt kepadanya. Ia juga sabar dalam menderita.
  • Ridha, yaitu mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepadanya baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah Swt. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya, pastilah akan berdampak baik bagi hamba-Nya.

Related posts