Tarekat Samaniyah : Tokoh, Ajaran dan Amaliah

  • Whatsapp
Tarekat Samaniyah : Tokoh, Ajaran dan Amaliah

Wislahcom | Referensi | : Tarekat sebagai sebuah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah telah berkembang sangat pesat. Tarekat bukan hanya sebagai metode pembersihan hati dengan zikir, wirid, shalawat semata, namun sudah melembaga menjadi lembaga-lembaga formal sufi. Agar terhindar dari ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan al-Quran dan Sunah, kaum sufi mengelompokkan tarekat menjadi Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsabandiyah, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, Tarekat Syadziliyah, Tarekat Syatariyyah, Tarekat Khalwatiyah, Tarekat Tijaniyah, dan Tarekat Samaniyah.

Nah siapa tokoh Tarekat Samaniyah? Apa ajaran Tarekat Samaniyah?

Simak uraian singkat tentang : Tokoh Tarekat Sammaniyah, Ajaran Tarekat Samaniyah dan Amaliah Tarekat Sammaniyah.

Tokoh Tarekat Sammaniyah

Nama lengkap pendiri Tarekat Sammaniyah adalah yaitu Muhammad ibn ‘Abdu al-Karim al-Madani al-Syafi’ as-Saman. Namun, beliau lebih dikenal sebagai Syekh Muhammad Saman. Beliau termasuk dari keturunan keluarga Bani Quraisy. Gelar as-Samman (pedagang mentega) diberikan oleh para muridnya. Ketika mereka kehabisan makanan, Syaikh Samman menurunkan sebuah ember ke dalam sumber suara, kemudian ember tersebut muncul dengan dipenuhi mentega.

Baca Juga :   Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam Kedua: Pengertian, Dasar, Kedudukan dan Fungsi

Tarekat ini berkembang luas di daerah-daerah di luar Jawa seperti; Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Lombok. Di daerah-daerah ini nama Syaikh Muhammad Samman tidak hanya popular dikalangan pengikut Tarekat Sammaniyah tetapi juga di kalangan masyarakat awam. Nama Tarekat Sammaniyah yang merupakan gabungan dari 5 tarekat yang mu’tabarah (Qadiriyah, Naqsabandiyah, Khalwatiyah, Syadziliyah dan Adiliyah) diambil dari nama seorang guru tasawuf yang sangat terkenal yaitu Muhammad ibn ‘Abdul Karin al-Madani al-Syafi’i. Pendiri tarekat ini yang lebih dikenal dengan al-Sammani dilahirkan di Madinah pada tahun 1132 H/1711 M dan meninggal di kota yang sama pada tahun 1189 M/1776 H. Beliau dimakamkan di Baqi’ di dekat dengan kuburan para istri Rasulullah di Madinah.

Baca Juga :   Masyarakat Hukum Adat Adalah, Pengertian, Ciri Ciri, Corak, Faktor dan Struktur Masyarakat Hukum Adat

Syaikh al-Sammani tinggal di rumah Khalifah Abu Bakar Siddiq dan menghabiskan waktunya dengan mengajar di Madrasah al-Sanjariyah. Murid-muridnya berasal dari berbagai negeri yang jauh.

Al-Sammani belajar tasawuf kepada berbagai guru yang berasal dari berbagai tarekat. Sosok guru yang banyak membimbing beliau adalah Mustafa ibn Kama ad-Din al-Bakri seorang penulis yang produktif dari tarekat Khalwatiyah. Al-Sammani juga diriwayatkan pernah pergi ke Yaman dan Mesir dalam rangka mendirikan cabang tarekat Sammaniyah dan mengajar murid-muridnya mengenai zikir Sammaniyah.

Ajaran Tarekat Samaniyah

  1. Taubat.
  2. Baiat.
  3. Dzikir.
  4. Khalwat.
  5. Menghindari penyakit hati.
  6. Persaudaraan.
  7. Adab kepada guru, wali dan penasehat.

Amaliah Tarekat Sammaniyah

  1. Ratib Samman, yaitu dzikir-dzikir jahar (keras) maupun dzikir khafi (qalbi), puji-pujian kepada Allah Swt, mengucapkan Laa ilaaha Illallah yang dibacakan berulang-ulang dengan suara keras dan gerakan tertentu.
  2. Wirid Sahur, yaitu wirid yang dibaca pada setiap sahur.
  3. Hizib Nawawi, yaitu kumpulan dzikir dan doanya Imam Nawawi dengan mengingat dan menyebut nama Allah Swt, memohon ampun kepadaNya.
  4. Hizib Bahr, yaitu kumpulan dzikir dan doanya Abu Hasan asy-Syadzili
Baca Juga :   Saham Syariah : Pengertian, Kategori, Resiko Investasi dan Daftar Emiten Saham Syariah

Related posts