Tabzir : Pengertian, Dasar Larangan, Contoh dan Bahaya

Tabzir : Pengertian, Dasar Larangan, Contoh dan Bahaya

Wislahcom | Referensi | : Harta yang kita miliki, pada hakikatnya adalah titipan dari Allah Swt. Pada suatu saat yang telah ditentukan, maka harus dipertanggung jawabkan tentang bagaimana memperolehnya dan digunakan untuk apa?

Dalam membelanjakan harta, haruslah memperhatikan norma-norma agama yang telah mengaturnya. Tidak boleh tabzir, israf, dan bakhil.

Orang yang tabzir, israf, dan bakhil dalam membelanjakan harta dikecam oleh Allah Swt.


Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Sikap Tabzir, Dasar Larangan Tabzir, Contoh Perbuatan Tabzir dan Bahaya Sikap Tabzir.

Pengertian Sikap Tabzir

Istilah tabzirr berasalah dari bahasa Arab disebut dengan kata badara, yubaddiru, tabdiran, dalam tafsir Departemen Agama diartikan sebagai suatu perbuatan menghambur-hamburkan harta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tabẓir diartikan, “berlebih-lebihan atau menghambur-hamburkan dalam pemakaian uang ataupun barang”.

Secara istilah, boros adalah perbuatan yang dilakukan dengan cara menghambur-hamburkan uang ataupun barang dengan tujuan untuk memenuhi kesenangan. Tabẓir juga bisa diartikan sebagai menggunakan harta untuk sesuatu yang tidak benar, misalnya membelanjakan harta untuk tujuan maksiat.

Dasar Larangan Tabzir

Allah menjelaskan bahwa orang yang boros itu saudara setan. Ungkapan ini dimaksudkan untuk mencela orang-orang yang memiliki sikap boros sebagaimana firman-Nya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemborospemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’ (17): 26-27).


Contoh Perbuatan Tabzir

Sebagaimana dijelaskan dalam pengertian tabẓir, bahwa perilaku tabẓir adalah membelanjakan harta pada jalan yang salah/tidak haq maka contohnya banyak sekali. Setiap pengeluaran (uang, barang dan jasa) untuk keperluan yang tidak haq atau perbuatan tmaksiat, maka itu termasuk kepada perbuatan tabẓir, misalnya:

1Memberi sumbangan untuk kegiatan hura-hura dan kemaksiatan, misalnya untuk acara pesta minum-minuman keras. Walaupun dia tidak ikut meminumnya, maka sumbangannya tersebut termasuk pada perbuatan tabẓir.
2Mengkonsumsi makanan yang tidak ada manfaatnya dan justru membahayakan, misalnya membeli minum-minuman keras, narkoba, dan lain-lain.
3Membeli sesuatu yang tidak diambil manfaatnya.
4Kumpul-kumpul yang tidak jelas tujuannya. Ini termasuk tabẓir dalam soal waktu atau kesempatan.
5Segala sesuatu pembelanjaan yang tidak memperhitungkan tujuan dan kemanfaatan dan hanya menuruti kesenangan.

Bahaya Sikap Tabzir

Orang yang memiliki perilaku tabẓir, di mata Allah merupakan saudaranya setan. Dengan demikian maka akan sulit membedakan perbuatan yang benar dan yang salah menurut Agama. Baginya, sesuatu yang baik adalah yang dapat menyenangkan hatinya, walaupun bertentangan dengan norma sosial, hukum, dan agama. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan harta/uang sehingga dapat digunakan untuk menyenangkan hatinya. Apabila demikian, maka dia akan menjadi orang yang hedonis.

Related posts