Surat Yunus Ayat 10, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

  • Whatsapp
Surat Yunus Ayat 51, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir




Bacaan Surat Yunus Ayat 10 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Yunus Ayat 10 | Terjemahan Surat Yunus Ayat 10 | Isi Kandungan Surat Yunus Ayat 10 | Tafsir Surat Yunus Ayat 10 |

Bacaan Surat Yunus Ayat 10

دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللّٰهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Yunus Ayat 10

salam sejahteraسَلَٰمٞۚdoa merekaدَعۡوَىٰهُمۡ
dan akhir/penutupوَءَاخِرُMaha Suci Engkauسُبۡحَٰنَكَ
semesta alamٱلۡعَٰلَمِينَdan penghormatan merekaوَتَحِيَّتُهُمۡ

Terjemahan Surat Yunus Ayat 10

Doa mereka di dalamnya ialah, “Subhanakallahumma” (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, “Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).

Baca Juga :   Ayat Ayat Al Quran Tentang Hijab


Isi Kandungan Surat Yunus Ayat 10

Ayat ini menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang mukmin di surga. Dari tiga perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka. Gambaran itu ialah:



  • Doa mereka, dimulai dengan menyebut, “Subhanaka Allahumma”

Doa ialah permohonan yang dipanjatkan kepada Yang Mahaagung, dengan sepenuh hati dengan kata-kata yang penuh hormat, karena merasakan keagungan tempat meminta. Pengakuan akan keagungan Allah itu diungkapkan dengan perkataan “subhanaka Allahumma” (Maha Suci Engkau, wahai Allah). Kalimat ini memberi pengertian bahwa Allah Maha Esa, hanya Dia sendirilah yang berhak disembah, yang berhak diagungkan. Setiap makhluk wajib menghambakan diri kepada-Nya selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Makhluk yang seperti inilah yang berhak memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi pula.



  • Salam penghormatan mereka ialah, “Salam”.

Salam penghormatan mereka ialah “salam” yang maksudnya ialah agar sejahtera dan selamat dari yang tidak disukai dan diingini. Salam penghormatan ini telah selalu pula mereka ucapkan selama hidup di dunia. Salam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh para malaikat kepada mereka, waktu mereka pertama kali masuk surga.

Baca Juga :   Hadis Tentang Hikmah Puasa (1), Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Salam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh para malaikat kepada mereka, waktu mereka pertama kali masuk surga dan dalam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh sesama orang-orang yang beriman di dalam surga.

  • Akhir doa mereka ialah, “Alhamdulillahi Rabbil Â’lamin”.

Ketinggian kehidupan rohani yang dicapai oleh orang-orang yang beriman di dalam surga nanti dipahami pula dari setiap penutup doa dan permintaan yang mereka panjatkan kepada Allah, yaitu “Alhamdulillahi Rabbil Â’lamin” (Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam). Ucapan ini pula yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman di waktu pertama kali masuk surga.

Tafsir Surat Yunus Ayat 10

Dari ayat ini dipahami bahwa wajib atas tiap-tiap orang yang beriman mensucikan jiwanya, dan membersihkan dirinya. Cara mensucikan jiwa dan membersihkan diri itu ialah dengan beribadah kepada Allah, mengendalikan hawa nafsu dan mengarahkannya untuk mengerjakan perbuatan yang baik dan amal yang saleh. Bukanlah membersihkan diri itu dengan menggunakan perantara, seperti menjadikan perantara orang-orang yang dianggap keramat dan sebagainya, atau mengharapkan syafaat dari padanya. Bahkan perbuatan yang demikian itu dapat menjurus kearah kemusyrikan. Allah berfirman: (Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (an-Nisa/4: 123).

Baca Juga :   Biografi Singkat Ibn al-Jawzi : Profil, Pendidikan, Guru, Murid, dan Karya

perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka. Gambaran itu ialah:

  • Doa mereka, dimulai dengan menyebut, “Subhanaka Allahumma”
  • Salam penghormatan mereka ialah, “Salam”.
  • Akhir doa mereka ialah, “Alhamdulillahi Rabbil Â’lamin”.

Tiga macam perumpamaan kehidupan rohani yang tinggi yang diperoleh oleh ahli surga itu hendaklah selalu dibiasakan dan diamalkan oleh orang-orang yang beriman selama mereka hidup di dunia agar mereka memperoleh kebahagiaan yang abadi pula.






Related posts