Surat Taha Ayat 8, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Taha Ayat 8 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 8 | Terjemahan Surat Taha Ayat 8 | Isi Kandungan Surat Taha Ayat 8 | Tafsir Surat Taha Ayat 8 |

Bacaan Surat Taha Ayat 8

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

Allāhu lā ilāha illā huw, lahul-asmā`ul-ḥusnā

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 8

baikٱلۡحُسۡنَىٰnama-namaٱلۡأَسۡمَآءُ

Terjemahan Surat Taha Ayat 8

(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.

Isi Kandungan Surat Taha Ayat 8

Dalam ayat ini Allah swt menegaskan bahwa tidak ada sesembahan dan tuhan yang berhak disembah dengan penuh kecintaan dan menghinakan diri, rasa takut, pengharapan, mahabbah, inabah, dan doa kecuali Allah swt.

Allah swt mempunyai nama-nama (Asmaul Husna) yang banyak yang sempurna lagi paling baik. Di antara sisi keindahannya, semua nama itu merupakan nama-nama yang menunjukkan pujian. Tidak ada nama yang menunjukkan pujian dan sanjungan. Sebagian dari sisi keindahannya, bahwa nama-nama itu bukan sekedar nama-nama semata, akan tetapi nama-nama dan sekaligus (menunjukkan) sifat-sifat yang terkandung di dalamnya.

Aspek keindahan lainnya, nama-nama itu menunjukkan sifat-sifat yang sempurna. Dan pada sifat-sifat itu bila dibandingkan dengan sifat lainnya menempati tingkatan yang paling sempurna, umum lagi agung. Aspek keelokannya, Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dengannya. Karena nama-nama itu termasuk (piranti) untuk bertawasul yang mendekatkan diri kepada Allah. Allah mencintainya (nama-nama itu), dan para pencintanya juga menyukainya dan menghafalnya. Dan Allah mencintai orang-orang yang mendalami makna-maknanya dan menghambakan diri kepada Allah.

Tafsir Surat Taha Ayat 8

Allah yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah yang menciptakan dan Pemilik alam ini, karena itu Al-Qur’an itu tidak diragukan kebenarannya. Allah Mahakuasa dan tempat manusia meminta. Untuk memanggil-Nya, Allah memiliki banyak nama. Semua nama itu baik, karena menunjukkan kepada kesempurnaan-Nya, keperkasaan dan keagungan-Nya. Namun demikian, zat-Nya tetap, tidak terbilang. Di dalam hadis yang mutawatir, disebutkan bahwa Allah mempunyai 99 nama. Sabda Nabi Muhammad saw: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barang siapa menghafalkannya (menyesuaikannya) masuk surga”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Diriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar Nabi Muhammad saw di dalam seruannya menyebut, “Ya Allah! Ya Rahman!” Berkata Abu Jahal kepada Walid bin Mugirah, “Muhammad melarang kita menyeru bersama Allah dengan Tuhan yang lain, padahal dia sendiri menyeru Allah bersama Ar Rahman.” Maka turunlah ayat yang menegaskan bahwa Allah itu mempunyai banyak nama, sebagaimana firman Allah: “Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma’ul Husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”. (al-Isra’/17: 110).

Related posts