Surat Taha Ayat 44, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Taha Ayat 44 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 44 | Terjemahan Surat Taha Ayat 44 | Isi Kandungan Surat Taha Ayat 44 | Tafsir Surat Taha Ayat 44 |

Bacaan Surat Taha Ayat 44

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى

Fa qụlā lahụ qaulal layyinal la’allahụ yatażakkaru au yakhsyā

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 44

mudah-mudahanلَّعَلَّهُmaka berkatalah kamu berduaفَقُولَ
dia ingatيَتَذَكَّرُperkataanقَوۡلٗا
dia takutيَخۡشَىٰlunak/lembutلَّيِّنٗا

Terjemahan Surat Taha Ayat 44

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.

Isi Kandungan Surat Taha Ayat 44

Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan tentang kisah Musa dan Harun. Pergilah (wahai Musa) engkau bersama saudaramu, Harun, dengan membawa ayat-ayatku yang menunjukkan keesaanku dan kesempurnaan kuasaku, serta kebenaran risalahmu, dan janganlah kalian berdua menjadi lemah untuk senantiasa mengingatku. Pergilah kalian berdua bersama-sama kepada Fir’aun. Sesungguhnya dia telah berbuat melampaui batas dalam kekafiran dan kezhaliman. Dan katakanlah oleh kalian berdua kepadanya ucapan yang lembut; mudah-mudahan dia ingat atau takut kepada Tuhannya.”

Tafsir Surat Taha Ayat 44

Allah mengajarkan kepada Musa dan Harun a.s. bagaimana cara menghadapi Firaun, yaitu dengan kata-kata yang halus dan ucapan yang lemah lembut. Seseorang yang dihadapi dengan cara demikian, akan terkesan di hatinya dan akan cenderung menyambut baik dan menerima dakwah dan ajakan yang diserukan kepadanya. Cara yang bijaksana seperti ini telah diajarkan pula kepada Nabi Muhammad oleh Allah, sebagaimana firman-Nya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (an-Nahl/16: 125).

Sebaliknya kalau seseorang itu dihadapi dengan kekerasan dan dengan bentakan, jangankan akan takluk dan tunduk, justeru dia akan menentang dan menjauhkan diri, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah: “Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu”. (Ali ‘Imran/3: 159).

Selain petunjuk Allah kepada Musa dan saudaranya, agar mereka bersikap santun menghadapi Firaun, juga diajarkan kata-kata yang akan disampaikan Musa kepada Firaun, sebagaimana dikisahkan Allah di dalam firman-Nya: “Maka katakanlah (kepada Firaun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?” (an-Nazi’at/79: 18-19).

Dengan cara dan kata-kata yang demikian itu diharapkan Firaun dapat menyadari kesesatannya, dan takut kepada azab yang akan ditimpakan kepadanya apabila dia tetap membangkang.

Related posts