Surat Taha Ayat 114, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan, Tafsir dan Asbabun Nuzul

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Taha Ayat 114 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 114 | Terjemahan Surat Taha Ayat 144 | Isi Kandungan Surat Taha Ayat 114 | Tafsir Surat Taha Ayat 114 | Asbabun Nuzul Surat Taha Ayat 114 |

Bacaan Surat Taha Ayat 114

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Fa ta’ālallāhul-malikul-ḥaqq, wa lā ta’jal bil-qur`āni ming qabli ay yuqḍā ilaika waḥyuhụ wa qur rabbi zidnī ‘ilmā

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Taha Ayat 114

diselesaikan/disempurnakanيُقۡضَىٰٓmaka Maha Tinggiفَتَعَٰلَى
mewahyukannyaوَحۡيُهُRajaٱلۡمَلِكُ
tambahkanlah kepadakuزِدۡنِيsebenarnyaٱلۡحَقُّۗ
ilmu pengetahuanعِلۡمٗاkamu tergesa-gesaتَعۡجَلۡ

Terjemahan Surat Taha Ayat 144

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”

Isi Kandungan Surat Taha Ayat 114

Dalam ayat ini Allah swt memberikan pemahaman penting bahwa : (i) Dalam mempelajari kitab Allah baik dengan membacanya, menghafalkan dan memahaminya, tidak dengan cara tergesa-gesa, melainkan dengan perlahan dan seksama, (ii) Bahwasanya derajat ilmu dimulai dari menghafal dan memaham al-Qur’an, barulah kemudian masing-masing individu menambah dari ilmu ini dengan ilmu lainnya.

Tafsir Surat Taha Ayat 114

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw ketika Jibril membacakan kepadanya beberapa ayat yang diturunkan, dia cepat-cepat membacanya kembali padahal Jibril belum selesai membacakan seluruh ayat yang akan disampaikan pada Nabi. Hal ini karena Nabi takut kalau dia tidak cepat-cepat mengulanginya, mungkin dia lupa dan tidak dapat mengingat kembali. Oleh sebab itu Allah melarangnya bertindak seperti itu, karena tindakan seperti itu mungkin akan lebih mengacaukan hafalannya sebab di waktu dia mengulangi membaca apa yang telah dibacakan kepadanya perhatiannya tertuju kepada pengulangan bacaan itu tidak kepada ayat-ayat selanjutnya yang akan dibacakan jibril padahal Allah menjamin akan memelihara Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, jadi tidak mungkin Nabi Muhammad lupa atau dijadikan Allah lupa kalau dia mendengarkan baik-baik lebih dahulu semua ayat-ayat yang dibacakan Jibril kemudian bila Jibril telah selesai membacakan seluruhnya, barulah Nabi membacanya kembali.

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar amat Luas Ilmu-Nya yang dengan Ilmu-Nya itu Dia mengatur segala sesuatu dan membuat peraturan-peraturan yang sesuai dengan kepentingan makhluk-Nya, tidak terkecuali peraturan-peraturan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. Dialah yang mengutus para nabi dan para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci seperti Zabur, Taurat dan Injil serta Dia pulalah yang menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan berangsur-angsur bukan sekaligus sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya. Kadang-kadang diturunkan hanya beberapa ayat pendek saja atau surah yang pendek pula dan kadang-kadang diturunkan ayat-ayat yang panjang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan pada waktu itu. Mengenai hal ini Allah berfirman: “Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya”. (al-Qiyamah/75: 16-19).

Mengenai jaminan Allah dan terpeliharanya Al-Qur’an tersebut dalam ayat: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”. (al-hijr/15: 9).

Kemudian Allah menyuruh Nabi Muhammad saw agar berdoa supaya Dia memberikan kepadanya tambahan ilmu. Diriwayatkan oleh at-Tirmizi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berdoa seperti berikut: “Ya Allah. Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna untukku dan berikanlah kepadaku tambahan ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala hal, aku berlindung kepada Allah dari keadaan dan segala hal yang dilakukan oleh penghuni neraka”. (at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Bazzar).

Asbabun Nuzul Surat Taha Ayat 114

Ibnu abi Hatim meriwayatkan dari as-Suddi bahwa dahulu apabila Jibril turun membawa wahyu, Nabi saw meletihkan dirinya karena menghafalnya sehingga beliau mengalami kepayahan karena khawatir jibril naik ke langit sebelum beliau menghafalnya. Maka Allah menurunkan ayat ini.

DOWNLOAD DI SINI

Related posts