Surat Maryam Ayat 4, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Maryam Ayat 4 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Maryam Ayat 4 | Terjemahan Surat Maryam Ayat 4 | Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 4 | Tafsir Surat Maryam Ayat 4 |

Bacaan Surat Maryam Ayat 4

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Maryam Ayat 4

ubanشَيۡبٗاtelah lemahوَهَنَ
ada/pernahأَكُنۢtulangٱلۡعَظۡمُ
dengan doaku kepadaMuبِدُعَآئِكَdan banyak/penuhوَٱشۡتَعَلَ
celaka/kecewaشَقِيّٗاkepalaٱلرَّأۡسُ

Terjemahan Surat Maryam Ayat 4

Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 4

Dalam ayat ini Allah swt menceritakan tentang doa Nabi Zakaria dengan santun dan suara yang lembut dia berkata, “Ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Maha Pemelihara, sungguh kini tulang belulangku telah menjadi lemah sehingga aku sering merasa letih, dan rambut kepalaku telah memutih seperti perak karena dipenuhi uban, pertanda bahwa aku telah berusia senja. Namun, aku tidak pernah putus asa dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Engkau adalah Zat yang tidak pernah mengecewakan siapa pun.

Tafsir Surat Maryam Ayat 4

Nabi Zakaria dalam doanya antara lain mengemukakan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memohon terkabulnya doaku ini, karena beberapa sebab yang aku yakini akan membuka rahmat karunia-Mu. Pertama, aku telah mencapai usia yang sangat tua yaitu hampir sembilan puluh tahun, di mana aku sudah merasa tulang-tulangku sudah lemah, dan kelemahan kerangka badan itu mengakibatkan pula kelemahan yang menyeluruh dalam seluruh tubuhku, dan seorang yang sudah tua seperti aku ini, sangat pantas untuk disayangi dan dikasihani. Kedua, di kepalaku sudah penuh dengan uban, sehingga siapapun yang memandang kepadaku pasti menaruh belas kasihan dan tergerak hatinya untuk memenuhi permohonanku. Ketiga, aku selama ini belum pernah dikecewakan dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhan, sejak aku masih muda, apalagi sekarang di mana kelemahanku telah nampak secara keseluruhan.”

Nabi Zakaria sendiri mengetahui bahwa jika doanya dikabulkan, akan membawa banyak perbaikan dalam bidang agama dan kemasyarakatan. Karena itu beliau melanjutkan doanya seperti disebutkan pada ayat berikut ini.

DOWNLOAD DI SINI

Related posts