Surat Ar Rum Ayat 31, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Ar Rum Ayat 31 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Ar Rum Ayat 31 | Terjemahan Surat Ar Rum Ayat 31 | Isi Kandungan Surat Ar Rum Ayat 31 | Tafsir Surat Ar Rum Ayat 31 |

Bacaan Surat Ar Rum Ayat 31

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ

Munībīna ilaihi wattaqụhu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa lā takụnụ minal-musyrikīn

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Ar Rum Ayat 31

dan dirikanlahوَأَقِيمُواْkembali bertaubatمُنِيبِينَ
orang-orang yang mempersekutukanٱلۡمُشۡرِكِينَdan bertakwalah kepada-Nyaوَٱتَّقُوهُ

Terjemahan Surat Ar Rum Ayat 31

dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,


Isi Kandungan Surat Ar Rum Ayat 31

Wahai manusia, jadilah kalian orang-orang yang mengharap kepada Allah dan memperbanyak taubat, serta jadikanlah di antara kalian dan adzab Allah benteng yang mencegah (kalian) dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dan jagalah oleh kalian shalat-shalat kalian pada waktu-waktu yang telah ditentukan, tegakkanlah dengan sempurna dan berhati-hatilah kalian agar tidak menjadikan tandingan (sesembahan) lain selain Allah. Janganlah kalian menjadi sebagaimana mereka yang berpecah belah dalam agama yaitu mereka orang-orang yahudi dan nasrani, telah berbilang tuhan-tuhan bathil mereka serta berbilang pula kelompok dan golongan mereka, setiap kelompok (golongan) saling tolong menolong dengan apa yang ada pada kelompoknya dan saling membenci di luar kelompoknya, setiap kelompok berbangga dengan apa yang ada pada kelompoknya, mereka klaim bahwa kelompoknyalah yang paling benar dan di atas kebenaran.


Tafsir Surat Ar Rum Ayat 31

Ayat ini merupakan jawaban dari ayat 30 Surah ar-Rum di atas yang menyatakan, “Tidak ada perubahan bagi agama Allah.” Maksudnya ialah agar manusia jangan sekali-kali mencoba mengubah agama Allah. Bagaimana tindakan manusia agar dia tidak mengubah agama Islam ialah dengan jalan bertobat kepada-Nya. Akan tetapi, ada yang menafsirkan kalimat “dengan kembali bertobat kepada-Nya” sebagai keterangan dari kata “hadapkanlah wajahmu” tersebut di atas. Maksudnya agar Nabi Muhammad dan umatnya meluruskan muka (menghadapkan wajah) dengan cara kembali bertobat kepada Allah. Kaum Muslimin juga termasuk dalam perintah ini karena suruhan kepada Nabi saw berarti juga suruhan kepada umatnya.

Baca Juga :   Surah Al-Fatihah : Bacaan, Latin, Mufrodat, Terjemah dan Isi Kandungan

Ayat ini juga menyuruh manusia bertobat kepada Allah. Perintah ini lalu dihubungkan dengan suruhan agar manusia bertakwa kepada-Nya, mendirikan salat, serta larangan menjadi orang musyrik.

Kembali kepada Allah ialah cara yang baik untuk memperbaiki fitrah tadi dan menjauhi segala rintangan yang mungkin menghalanginya.


Perintah bertakwa didahulukan dari perintah mendirikan salat karena salat termasuk salah satu tanda-tanda yang pokok dari orang yang bertakwa. Salat dan ibadah lainnya tidak akan ada hasilnya, kecuali atas dasar iman dengan Allah, merasakan kekuasaan dan ketinggian-Nya. Dalam hal ini Allah berfirman: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya”. (al-Mu’minun/23: 1-2).

Baca Juga :   Ayat Ayat Al Quran Tentang Aurat

Ibadah juga tidak ada artinya kalau tidak disertai dengan ikhlas. Oleh karena itu, ayat ini diakhiri dengan keharusan ikhlas dalam beribadah agar kaum Muslimin tidak menjadi musyrik.



Related posts