Surat Al Hujarat Ayat 11, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan, Tafsir dan Asbabun Nuzul

Surat Al Baqarah Ayat 2

Bacaan Surat Al Hujarat Ayat 11 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Hujarat Ayat 11 | Terjemahan Surat Al Hujarat Ayat 11 | Isi Kandungan Surat Al Hujarat Ayat 11 | Tafsir Surat Al Hujarat Ayat 11 | Asbabun Nuzul Surat Al Hujarat Ayat 11 |

Bacaan Surat Al Hujarat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّنْ نِّسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Hujarat Ayat 11

Gelar-gelar (Nama Keluarga)الألْقَابِJangan mengolok-olokلَا يَسْخَرْ
Seburuk-buruk panggilanبِئْسَ الاِسْمُJangan saling mencelaلَا تَلْمِزُوْا
yang buruk (fasik)الْفُسُوقُ  Jangan saling memanggilوَلا تَنَابَزُوا

Terjemahan Surat Al Hujarat Ayat 11

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Isi Kandungan Surat Al Hujarat Ayat 11

Pada QS al-Hujurat ayat 11 ini Allah melarang orang-orang mukmin untuk saling mengolok-olok antara kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan derajatnya lebih baik di hadapan Allah SWT dibandingkan dengan mereka yang mengolok-olok. Allah kemudian mengkhususkan larangan mengolok-olok antara sesama kaum perempuan karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik derajatnya di hadapan Allah SWT ketimbang perempuan yang mengolok-oloknya. Dan barang siapa yang mengolok-olok sesuatu yang dicintai oleh Allah berarti ia telah durhaka kepada Allah.

Pada QS al-Hujurat ayat 11 Allah juga melarang orang mukmin untuk saling mencela satu sama lain dan melarang saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Dan pada ayat ini dijelaskan bahwa panggilan yang buruk adalah memanggil seseorang atau suatu kaum dengan panggilan yang fasik. Perlu dipahami bahwa alqolb (jamak dari kabilah) dalam ayat ini bermakna marga/ nama keluarga. Oleh karena itu suatu keluarga dengan keluarga lainnya dilarang untuk saling mencela dan memanggil degan panggilan yang buruk, yang fasik (panggilan yang bermakna perbuatan terlarang).

Dan pada akhir ayat Allah menghukumi/menggolongkan orang-orang yang tidak bertobat dari kebiasaan buruk tersebut sebagai orang-orang yang zalim. Secara umum, zalim dapat dipahami sebagai segala tindakan atau perbuatan yang melampui batas, yang tidak lagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Oleh karena itu Zalim disini dapat bermakna perbuatan-perbuatan sebagai berikut:

  1. Zalim berarti keangkuhan
  2. Zalim berarti merugikan orang lain dan menuruti amarah atau hawa nafsu
  3. Zalim berarti orang yang masih tetap membantah meskipun sudah diberikan penjelasan dan keterangan kepadanya melalui cara paling baik. Mereka (orang zalim) tetap mengutamakan permusuhan.

Tafsir Surat Al Hujarat Ayat 11

(Hai orang-orang yang beriman, janganlah berolok-olokan) dan seterusnya, ayat ini diturunkan berkenaan dengan delegasi dari Bani Tamim sewaktu mereka mengejek orang-orang muslim yang miskin, seperti Ammar bin Yasir dan Shuhaib Ar-Rumi. As-Sukhriyah artinya merendahkan dan menghina (suatu kaum) yakni sebagian di antara kalian (kepada kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan) di sisi Allah (dan jangan pula wanita-wanita) di antara kalian mengolok-olokkan (wanita-wanita lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olokkan lebih baik dari wanita-wanita yang mengolok-olokkan dan janganlah kalian mencela diri kalian sendiri) artinya, janganlah kalian mencela, maka karenanya kalian akan dicela; makna yang dimaksud ialah, janganlah sebagian dari kalian mencela sebagian yang lain (dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk) yaitu janganlah sebagian di antara kalian memanggil sebagian yang lain dengan nama julukan yang tidak disukainya, antara lain seperti, hai orang fasik, atau hai orang kafir.

(Seburuk-buruk nama) panggilan yang telah disebutkan di atas, yaitu memperolok-olokkan orang lain mencela dan memanggil dengan nama julukan yang buruk (ialah nama yang buruk sesudah iman) lafal Al-Fusuuq merupakan Badal dari lafal Al-Ismu, karena nama panggilan yang dimaksud memberikan pengertian fasik dan juga karena nama panggilan itu biasanya diulang-ulang (dan barang siapa yang tidak bertobat) dari perbuatan tersebut (maka mereka itulah orang-orang yang lalim.).

Asbabun Nuzul Surat Al Hujarat Ayat 11

Asbabun Nuzul QS al-Hujurat ayat 11 diriwayatkan  di dalam kitab Sunan yang empat (Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah), yang bersumber dari Abu Jubair adl-Dlahak. Menurut Imam Tirmidzi hadis ini hasan. “Mengemukakan bahwa seorang laki-laki mempunyai dua atau tiga nama. Orang itu sering dipanggil dengan panggilan tertentu yang tidak ia senangi. Ayat ini (QS al-Hujurat : 11) turun sebagai larangan menggelari orang dengan nama-nama yang tidak menyenangkan”.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Abu Jubair bin adl-Dlahak:  “Mengemukakan nama-nama gelar di zaman jahiliyah sangat banyak. Ketika Nabi SAW memanggil seseorang dengan gelarnya, ada orang yang memberitahukan kepada beliau bahwa gelar itu tidak disukainya. Maka turunkah ayat ini (QS al-Hujurat: 11) yang melarang orang memanggil orang dengan gelar yang tidak disukainya”.

Related posts