Surat Al Ankabut Ayat 43, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

  • Whatsapp
Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Al Ankabut Ayat 43 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Ankabut Ayat 43 | Terjemahan Surat Al Ankabut Ayat 43 | Isi Kandungan Surat Al Ankabut Ayat 43 | Tafsir Surat Al Ankabut Ayat 43 |

Bacaan Surat Al Ankabut Ayat 43

وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِۚ وَمَا يَعْقِلُهَآ اِلَّا الْعٰلِمُوْنَ

Wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nās, wa mā ya’qiluhā illal-‘ālimụn

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al Ankabut Ayat 43

dapat memahaminyaيَعۡقِلُهَآperumpamaan-perumpamaanٱلۡأَمۡثَٰلُ
orang-orang yang berilmuٱلۡعَٰلِمُونَKami membuatnyaنَضۡرِبُهَا

Terjemahan Surat Al Ankabut Ayat 43

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu.

Baca Juga :   Surah Ad-Duha : Bacaan, Mufrodat, Terjemah dan Isi Kandungan





Isi Kandungan Surat Al Ankabut Ayat 43

Allah mengabarkan bahwa permisalan ini yang di kabarkan kepada manusia agar mereka mengambil manfaat dan agar mempelajari darinya, dan tidaklah yang memikirkan dengan akalnya atas permisalan ini dan memahami tujuannya kecuali hanyalah orang-orang yang memiliki akal bijak dan faham. Di sini terdapat pujian bagi ulama karena mereka yang mengambil manfaat dari permisalan ini dan mengilmui apa yang wujud dari kandungan permisalan tersebut.

Tafsir Surat Al Ankabut Ayat 43

Demikianlah Allah mengumpamakan sesuatu perumpamaan bagi manusia. Hanya orang berakal yang dapat memikirkan perumpamaan tersebut. Allah sengaja mengambil laba-laba sebagai perumpamaan, karena itu barangkali yang mudah mereka pahami. Selain dari itu, juga dimaksudkan untuk menerangkan segala keraguan mereka selama ini. Orang yang selalu menggunakan hati dan pikirannya dan ahli-ahli ilmu pengetahuan pasti dapat memahami perumpamaan tersebut dan akan semakin banyak mengetahui rahasia-rahasia Allah yang terkandung dalam ayat-ayat-Nya. Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah pernah berkata: “Orang yang berilmu itu ialah orang yang menjaga hal-hal yang dari Allah, dan beramal dalam rangka taat kepada-Nya serta menjauhi segala kemarahan-Nya.” (Riwayat al-Haitsami).




Related posts