Surat Al An’am Ayat 151, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Surat Al An’am Ayat 162-163, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Bacaan Surat Al An’am Ayat 151 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al An’am Ayat 151 | Terjemahan Surat Al An’am Ayat 151 | Isi Kandungan Surat Al An’am Ayat 151 | Tafsir Surat Al An’am Ayat 151 |

Bacaan Surat Al An’am Ayat 151

قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ ۚوَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَۚ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Al An’am Ayat 151

Kami memberi rezki kepadamuنَرۡزُقُكُمۡmarilahتَعَالَوۡاْ
mendekatiتَقۡرَبُواْaku bacakanأَتۡلُ
perbuatan kejiٱلۡفَوَٰحِشَkamu mempersekutukanتُشۡرِكُواْ
nampakظَهَرَdan/terhadap kedua orang tuaوَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ
tersembunyiبَطَنَۖberbuat baiklahإِحۡسَٰنٗاۖ
jiwaٱلنَّفۡسَkamu membunuhتَقۡتُلُوٓاْ
dengan hak/benarبِٱلۡحَقِّۚanak-anakmuأَوۡلَٰدَكُم
(Allah) mewasiatkanوَصَّىٰكُمkemiskinanإِمۡلَٰقٖ

Terjemahan Surat Al An’am Ayat 151

Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.

Isi Kandungan Surat Al An’am Ayat 151

Di dalam permulaan ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaum musyrikin yang menetapkan hukum menurut kehendak hawa nafsunya bahwa ia akan membacakan wahyu yang akan diturunkan Allah kepadanya. Wahyu itu memuat beberapa ketentuan tentang hal-hal yang diharamkan kepada mereka. Ketentuan-ketentuan hukum itu datangnya dari Allah, maka ketentuan-ketentuan itulah yang harus ditaati, karena Dia sendirilah yang berhak menentukan ketentuan hukum dengan perantara wahyu yang disampaikan oleh malaikat kepada Rasul-Nya, yang memang diutus untuk menyampaikan ketentuan-ketentuan hukum kepada umat manusia.

Ketentuan-ketentuan hukum yang disampaikan Rasul kepada kaum musyrikin itu berintikan 10 ajaran pokok yang sangat penting yang menjadi inti dari agama Islam dan semua agama yang diturunkan Allah ke dunia. Lima ketentuan di antara sepuluh ketentuan itu terdapat dalam ayat ini, empat buah di antaranya terdapat dalam ayat berikutnya (152), sedang satu ketentuan lagi terdapat dalam ayat berikutnya lagi (153).

Para ulama menamakan sepuluh ajaran pokok itu “al-Washaya al-‘Asyr” (sepuluh perintah), yang mana dalam ayat 151 ini disebutkan lima yaitu:

  1. Jangan mempersekutukan Allah
  2. Berbuat baik kepada kedua orangtua (ibu dan bapak)
  3. Jangan membunuh anak karena kemiskinan
  4. Jangan mendekati (berbuat) kejahatan secara terang-terangan maupun secara tersembunyi
  5. Jangan membunuh jiwa yang diharamkan membunuhnya oleh Allah.

Tafsir Surat Al An’am Ayat 151

(Katakanlah, “Marilah kubacakan yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu) an bermakna menafsirkan (janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia dan) berbuat baiklah (terhadap kedua orang tua sebaik-baiknya dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu) dengan menguburkan hidup-hidup (karena) sebab (takut kemiskinan) kemelaratan yang kamu khawatirkan (Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji) dosa-dosa besar seperti perbuatan zina (baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi) yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

(Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan sesuatu sebab yang benar.”) yaitu seperti hukum kisas dan hudud murtad serta rajam bagi yang pezina muhshan.

(Demikian itu) apa yang telah disebutkan itu (adalah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahaminya) supaya kamu memikirkannya.

Related posts