Surah At-Tahrim Ayat 6 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

  • Whatsapp
Surah At-Tahrim Ayat 6 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan


Surah At-Tahrim Ayat 6 | Bacaan Surah At-Tahrim Ayat 6 | Terjemah Surah At-Tahrim Ayat 6 | Mufradat Surah At-Tahrim Ayat 6 | Isi Kandungan Surah At-Tahrim Ayat 6 | Wislahcom | Referensi |

Bacaan Surah At-Tahrim Ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Terjemah Surah At-Tahrim Ayat 6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.



Mufradat Surah At-Tahrim Ayat 6

peliharalah dirimuقُوْٓا اَنْفُسَكُمْ
dan keluargamuوَاَهْلِيْكُمْ
yang bahan bakarnyaوَّقُوْدُهَا
dan batuوَالْحِجَارَةُ
yang kasarغِلَاظٌ
kerasشِدَادٌ
dan tidak mendurhakai Allahلَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ

Isi Kandungan Surah At-Tahrim Ayat 6

Seruan Allah Swt pada ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang benar-benar beriman dan bukan kepada mereka yang tidak beriman (kafir) atau pura-pura beriman (munafik). Konten seruan itu berupa tanggung jawab besar bagi para ayah sebagai kepala keluarga termasuk juga ibu dari anak-anaknya untuk mengayomi mereka kepada ketakwaan. Sebab, orang-orang yang bertakwa dimuliakan Allah Swt karena ketundukannya terhadap syariat yang telah ditetapkan sehingga melepaskan mereka dari neraka.

Konsep pemeliharaan dari orang tua kepada anak-anaknya mencakup tanggung jawab utuh baik kebaikan fisik terlebih mental atau psikis. Menjaga anak dengan mengutamakan pada aspek kemurnian hati dan akalnya adalah pilihan yang tepat. Orang tua tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani anak, seperti makanan dan minuman yang sehat juga bergizi, pakaian yang serba mewah, kendaraan yang cukup, kamar yang lengkap, rekreasi dengan rutin dan kebutuhan penunjang lainnya, namun persentase pembinaan aspek rohani harus lebih diperhatikan. Pembentukan mental yang matang berawal dari pola hidup di lingkungan keluarga yang tenang, teduh dan penuh kasih sayang. Bangunan nilai-nilai ibadah selalu diutamakan serta adab-adab pergaulan yang menjadi teladan merupakan jaminan terpeliharanya anak-anak untuk senang menaati Allah dan rasul-Nya.

Ancaman neraka bagi orang tua yang mengabaikan nasib anak-anaknya dengan pembimbingan yang benar, telah Allah Swt gambarkan betapa dahsyatnya isi dari neraka tersebut. Allah Maha Kuasa atas itu dengan menjadikan bahan bakarnya dari orang-orang kafir dan berhala (batu) yang mereka sembah dan juru kuncinya ialah para malaikat yang kasar hatinya (tidak ada rasa kasihan sedikitpun) dan keras hantamannya. Para malaikat tersebut sangat tunduk terhadap perintah Allah dan tidak pernah membangkang. Beda halnya dengan orang-orang yang lebih memilih murtad dan pura-pura beriman, kedua golongan ini sebagai bandingan terhadap kepatuhan para malaikat tersebut.



Related posts