Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

  • Whatsapp
Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan


Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 | Bacaan Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 | Terjemah Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 | Mufradat Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 | Isi Kandungan Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11 | Wislahcom | Referensi |

Bacaan Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ



وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْن

Terjemah Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11

  • Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
  • Apabila telah ditunaikan salat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
  • Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik pemberi rezeki.

Mufradat Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11

apabila diseruاِذَا نُوْدِيَ
maka bersegeralahفَاسْعَوْا
mengingat Allahذِكْرِ اللّٰهِ
dan tinggalkanlahوَذَرُوا
jual beliالْبَيْعَۗ
kamu mengetahuiتَعْلَمُوْنَ
apabila telah ditunaikanفَاِذَا قُضِيَتِ
maka bertebaranlah kamuفَانْتَشِرُوْا
dan carilahوَابْتَغُوْا
dan ingatlah Allahوَاذْكُرُوا اللّٰهَ
kamu beruntungتُفْلِحُوْنَ
perniagaanتِجَارَةً
atau permainanاَوْ لَهْوًا
mereka tinggalkanوَتَرَكُوْكَ
pemberi rezekiالرّٰزِقِيْن

Isi Kandungan Surah Al-Jumu’ah Ayat 9-11

Allah Swt telah memilih hari jum’at sebagai hari besar peribadatan bagi umat islam. Kata jumu’ah berasal dari kata jam’u yang berarti kumpulan, di mana sudah menjadi tradisi umat Islam bahwa mereka berkumpul di tempat-tempat umum, seperti masjid, pasar, dan rumah dilakukan pada hari jum’at. Pada hari jum’at ini juga semua makhluk telah sempurna diciptakan termasuk langit, bumi, Adam dimasukkan dalam surga, dan pada hari jum’at inilah terjadinya kiamat.

Di ayat ini, kaum muslimin dipanggil untuk menunaikan salat jum’at dan meninggalkan segala macam bentuk jual beli. Seruan tersebut harus segera ditunaikan setelah muazin mengumandangkan azan jum’at. Tidak diperkenankan sedikitpun kelalaian atas panggilan tersebut, meskipun harus meninggalkan akad jual beli (perniagaan) sebagai simbol kenikmatan dunia dan lebih mengutamakan jalan menuju kenikmatan akhirat. Hal ini menjadi keputusan yang paling tepat bagi orang-orang mengetahui keutamaannya.



Jika pelaksanaan salat jum’at telah usai, maka Allah memperbolehkan hamba-Nya untuk mencari rezeki sesuai dengan pekerjaan mereka masing-masing. Secara tersirat, ayat tersebut menegaskan bahwa Allah telah menaburkan benih-benih rezeki dari segala penjuru bumi, seperti hutan, laut, sungai, ladang, kantor, jalan, dan sebagainya. Maknanya memiliki jiwa profesionalisme dan etos kerja tinggi wajib dimiliki oleh hamba-Nya. Orang yang mempunyai semangat tinggi dalam bekerja akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kepuasan batin. Di samping itu juga, etos yang tinggi itu dibarengi dengan keahlian (profesionalitas) yang matang pula. Kedua modal ini akan mendatangkan keridhaan Allah berupa keberkahan rezeki dan kelapangan jiwa yang utuh.

Efek jiwa yang positif tersebut bagi seorang mukmin wajib diiringi dengan penguatan aspek spiritualitas yaitu memperbanyak berzikir (mengingat) Allah. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas jiwa yang rentan dengan penyakit mudah puas, merasa paling hebat, menyepelekan pekerjaan orang lain, berfoya-foya, boros, suka pamer, dan penyakit hati lainnya. Perpaduan antara etos kerja tinggi, profesionalitas kerja yang matang dan penguatan ibadah yang maksimal besar kemungkinan akan menempatkan seorang mukmin di posisi yang paling beruntung.

Pencapaian posisi tersebut akan gagal diperoleh manakala seorang mukmin masih silau dengan kemewahan harta dan dunia yang hanya sebuah permainan. Masih ada saja orang-orang yang lebih memilih lari menuju iming-iming harta yang menyilaukan daripada istiqamah beribadah di jalan Allah. Diceritakan dari Jabir Ra. bahwa Nabi Muhammad sedang berkhutbah pada hari jum’at, tiba-tiba datanglah rombongan pedagang yang menggelar dagangannya. Kemudian, para jamaah berhamburan lari keluar menuju mereka dan meninggalkan nabi yang sedang berkhutbah dan hanya tinggal dua belas orang. Lalu turunlah ayat yang ke 11 ini sebagai peringatan dan teguran bagi mereka yang melupakan Allah dan rasul-Nya dan lebih mengutamakan dunia. Allah menegaskan bahwa semua rezeki pada makhluk adalah milik Allah semata yang dititipkan sementara saja.



Related posts