Soal Essay Jelajah Nusantara (Bahasa Indonesia) Kelas 7 Bab 1 Kurikulum Merdeka (Beserta Jawaban)

Soal Essay

Selamat datang, para penjelajah muda! Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi Nusantara melalui serangkaian soal essay yang menantang dan menarik. Soal-soal ini dirancang khusus untuk siswa kelas 7 dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Jadi, siapkan pena dan pikiran kalian, mari kita mulai petualangan ini!

Contoh Soal Essay Jelajah Nusantara (Bahasa Indonesia) Kelas 7 Bab 1

1. Jelaskan tujuan utama teks deskripsi dan berikan contoh bagaimana teks deskripsi dapat menciptakan imajinasi pembaca.

Jawaban:


Teks deskripsi bertujuan utama untuk menciptakan imajinasi pembaca agar mereka dapat seolah-olah melihat, merasakan, dan mengalami objek yang dideskripsikan. Sebagai contoh, ketika penulis menggambarkan suasana hutan yang tenang dengan sinar matahari yang menyelinap di antara pepohonan, pembaca dapat membayangkan keindahan alam tersebut dan merasakan ketenangan yang dijelaskan oleh penulis.

2. Apa peran alat pancaindra dalam teks deskripsi? Berikan contoh bagaimana penulis menggunakan pancaindra untuk menggambarkan suatu objek.

Jawaban:

Alat pancaindra, seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan, memiliki peran penting dalam teks deskripsi. Sebagai contoh, dalam menggambarkan bunga di taman, penulis dapat menciptakan citra dengan menjelaskan warna-warna yang cerah, aroma harum yang tercium, dan bagaimana bunga terasa saat disentuh. Dengan melibatkan pancaindra, pembaca dapat lebih terhubung dengan objek yang dideskripsikan.

3. Apakah teks deskripsi hanya menggambarkan objek secara fisik, atau apakah ada aspek lain yang bisa dimasukkan oleh penulis? Jelaskan dengan memberikan contoh.

Jawaban:

Teks deskripsi tidak hanya terbatas pada gambaran fisik objek, tetapi juga dapat mencakup aspek emosional atau atmosfer yang terkait. Sebagai contoh, ketika penulis menggambarkan ruang kelas yang penuh dengan tawa siswa dan suasana yang hangat, selain menciptakan gambaran fisik ruangan, penulis juga mengekspresikan atmosfer positif yang dapat dirasakan oleh pembaca.

4. Bagaimana penulis menggunakan kalimat perincian untuk memperjelas deskripsi suatu objek? Berikan contoh konkrit dari teks deskripsi yang mengandung kalimat perincian.

Jawaban:

Kalimat perincian digunakan untuk menguraikan suatu objek sampai ke detail yang terperinci. Sebagai contoh, dalam menggambarkan mobil, penulis mungkin tidak hanya menyebutkan merek dan warnanya, tetapi juga menjelaskan fitur-fitur spesifik, seperti desain lampu depan yang tajam, roda berukuran besar, dan interior yang nyaman dengan kursi berbahan kulit.

5. Mengapa teks deskripsi menjadi penting dalam komunikasi sehari-hari? Berikan dua contoh situasi di mana teks deskripsi dapat membantu efektivitas komunikasi.

Jawaban:

Teks deskripsi menjadi penting karena membantu menciptakan gambaran yang jelas dan menggambarkan objek atau situasi dengan detail. Contohnya, dalam memberikan petunjuk arah, teks deskripsi yang baik dapat membantu seseorang membayangkan tempat yang dijelaskan. Selain itu, dalam menjual produk, deskripsi yang rinci dapat memikat pembeli dengan memberikan gambaran yang lengkap tentang fitur dan manfaat produk tersebut.

Baca juga : Soal UAS PAT Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

6. Jelaskan dengan lebih rinci tentang peran kata konkret dalam teks deskripsi. Berikan contoh bagaimana penggunaan kata konkret dapat memperkuat gambaran objek yang dideskripsikan.

Jawaban:

Kata konkret memiliki peran penting dalam teks deskripsi karena kata-kata tersebut mudah diserap oleh pancaindra pembaca, memungkinkan mereka membayangkan objek dengan lebih jelas. Misalnya, jika kita menggunakan kata konkret seperti “bintang”, pembaca dapat membayangkan objek tersebut dengan lebih baik daripada jika kita menggunakan kata yang lebih abstrak seperti “keindahan.” Dengan kata konkret, teks deskripsi menjadi lebih konkret dan dapat menciptakan gambaran yang lebih hidup.

7. Bagaimana kalimat perincian dapat meningkatkan keefektifan teks deskripsi? Berikan contoh konkret dari teks deskripsi yang memanfaatkan kalimat perincian dengan baik.

Jawaban:

Kalimat perincian memainkan peran kunci dalam meningkatkan keefektifan teks deskripsi karena mereka memberikan detail yang lebih mendalam tentang objek yang dideskripsikan. Sebagai contoh, dalam melukiskan keindahan laut dalam di Wakatobi, kalimat perincian dapat merinci warna-warna cerah dari terumbu karang, gerakan lembut ikan-ikan yang berenang, dan kejernihan air yang memungkinkan melihat kehidupan bawah laut dengan jelas. Dengan menggunakan kalimat perincian, pembaca dapat membayangkan pengalaman menyelam di Wakatobi secara lebih mendetail dan nyata.


8. Jelaskan pengertian dari majas personifikasi. Berikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari yang menggunakan majas ini.

Jawaban:

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau karakter manusiawi pada benda mati. Contohnya, ketika kita mengatakan “angin yang bertiup memainkan rambut,” angin diberi atribut manusiawi yang dapat memainkan sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh lain bisa ditemukan ketika kita mengatakan “matahari tersenyum di ufuk timur,” di mana matahari diberi sifat manusiawi dengan kata “tersenyum.”

9. Pilih satu kalimat dari contoh yang diberikan dan jelaskan bagaimana kata kerja dalam kalimat tersebut membuat benda mati seolah-olah hidup.

Jawaban:

Misalnya, dalam kalimat “Kasurku seperti memanggil-manggilku begitu aku memasuki kamar pada siang terik itu,” kata kerja “memanggil-manggilku” memberikan kesan bahwa kasur memiliki kemampuan untuk memanggil seseorang, seperti halnya manusia yang memanggil orang lain.

10. Mengapa majas personifikasi sering digunakan dalam sastra dan penulisan kreatif? Berikan alasan dan contoh penggunaannya.

Jawaban:

Majas personifikasi sering digunakan untuk memberikan kehidupan dan imajinasi pada objek atau situasi. Dalam sastra dan penulisan kreatif, hal ini dapat memperkaya gambaran serta membantu pembaca untuk lebih terhubung dengan materi yang dibaca. Sebagai contoh, dalam puisi, penulis mungkin menggunakan majas personifikasi untuk memberikan nuansa emosional pada objek atau alam.

Baca Juga : Soal UAS PAT Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi dan Jawaban

11. Apakah majas personifikasi selalu digunakan untuk menggambarkan kebaikan atau sifat positif? Jelaskan dengan memberikan contoh kalimat yang menunjukkan sifat negatif dari objek yang diberi personifikasi.

Jawaban:

Tidak, majas personifikasi tidak selalu digunakan untuk menggambarkan kebaikan. Contoh kalimat yang menunjukkan sifat negatif dapat berupa, “Waktu berlari begitu cepat, meninggalkan kita dalam kegelapan,” di mana waktu diberikan sifat manusiawi yang negatif dengan kata “meninggalkan” dan “kegelapan.”

12. Bagaimana majas personifikasi dapat memperkaya deskripsi suatu objek atau situasi? Berikan contoh bagaimana penggunaannya dapat memberikan dimensi baru pada pengalaman pembaca.

Jawaban:

Majas personifikasi dapat memperkaya deskripsi dengan memberikan dimensi manusiawi pada objek atau situasi. Sebagai contoh, dalam kalimat “Bunyi sirene pemadam kebakaran itu menjerit-jerit menyuruh kami minggir,” sirene diberi atribut manusiawi dengan kata “menjerit-jerit,” sehingga pembaca dapat merasakan urgensi dan kepanikan dalam situasi tersebut. Hal ini memberikan dimensi emosional yang tidak akan didapat jika sirene hanya digambarkan sebagai alat berbunyi.

13. Jelaskan penggunaan huruf kapital sebagai huruf pertama pada nama geografi. Berikan contoh nama geografi yang memerlukan penggunaan huruf kapital pada huruf pertamanya.

Jawaban:

Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama geografi sebagai tanda penghormatan atau penekanan pada tempat tersebut. Contoh nama geografi yang memerlukan penggunaan huruf kapital pada huruf pertama antara lain Jakarta, Jalan Dago, Kabupaten Garut, Sungai Musi, dan Gunung Papandayan. Huruf kapital membantu membedakan antara nama tempat dan kata biasa dalam sebuah kalimat.

14. Jelaskan penggunaan tanda koma dalam kalimat majemuk setara. Berikan contoh kalimat yang menunjukkan penggunaan tanda koma sebelum kata penghubung dalam kalimat majemuk setara.

Jawaban:

Tanda koma digunakan dalam kalimat majemuk setara untuk memisahkan dua klausa yang setara atau memiliki bobot yang sama. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat, “Lili mengambil foto, sementara Fajar memilih menikmati secangkir kopi.” Tanda koma ditempatkan sebelum kata penghubung “sementara” untuk memisahkan klausa pertama dan kedua yang memiliki bobot yang setara.

15. Mengapa kata depan seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya? Berikan contoh kalimat yang menunjukkan penggunaan kata depan yang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Jawaban:

Kata depan seperti di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya untuk memudahkan pemahaman struktur kalimat. Hal ini membantu menghindari ambiguitas dan salah interpretasi. Sebagai contoh, dalam kalimat “Dia ikut berlibur ke Yogyakarta,” kata depan “ke” ditulis terpisah dari kata “Yogyakarta” untuk menunjukkan hubungan antara kata depan dan kata yang mengikutinya, serta memperjelas bahwa Yogyakarta adalah tujuan berlibur.

Related posts