Sejarah Pada Masa Buddha di Indonesia : Kerajaan dan Tokoh

Sejarah Pada Masa Buddha di Indonesia : Kerajaan dan Tokoh

Pernahkah kamu mendengarkan berita atau melihat pentas suatu pertunjukan? Cerita apa yang pernah kamu lihat atau dengarkan itu? Untuk lebih mempermudah pemahamanmu, berikut adalah cerita sejarah pada masa buddha di Indonesia dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia dengan tokoh-tokoh yang berperan pada zamannya.

Ayo, simak penjelasan tentang : Kerajaan Pada Masa Buddha dan Tokoh Sejarah Pada Masa Buddha.

Kerajaan Pada Masa Buddha

  1. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang berkembang di Sumatra pada sekitar abad ke-7. Kerajaan ini pernah menjadi salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara.


Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya adalah prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu Kuno, antara lain sebagai berikut:

  • Prasasti Kedukan Bukit, berangka tahun 605 Saka (683M).
  • Prasasti Telaga Batu dan Prasasti Talang Tuo, ditemukan di sekitar kota Palembang.
  • Prasasti Kota Kapur, ditemukan di daerah Bangka.
  • Prasasti Karang Berahi, ditemukan di daerah Jambi.

Sriwijaya mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Balaputradewa, sekitar tahun 850 Masehi.

Wilayah sekitar Pulau Bangka dan Jambi pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya. Hal ini membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi penguasa jalur perdagangan laut antara India dan Cina. Perjalanan jalur laut dari Cina ke India atau sebaliknya harus melalui Selat Malaka dan Selat Bangka yang dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya. Kapal asing yang melewati Selat Bangka harus membayar upeti sehingga Sriwijaya memperoleh keuntungan dari perdagangan.

Pada masa Kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu tersebar ke seluruh Nusantara dan berkembang menjadi bahasa pergaulan.


Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran sejak diserang oleh Kerajaan Cholamandala dari India bagian selatan pada tahun 1024. Penyebab lain adalah adanya serangan tentara Singasari pada tahun 1275 dalam Ekspedisi Pamalayu. Sejak saat itu, posisi Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa jalur perdagangan laut di Nusantara digantikan oleh Kerajaan Majapahit.

  1. Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerajaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada awal abad ke-10, pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbeda, yaitu agama Hindu dan Buddha.

Peninggalan bangunan suci yang berlatar belakang agama Buddha antara lain Candi Kalasan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Sewu, dan Candi Plaosan.

Candi Borobudur merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang paling penting. Candi ini dibangun oleh Raja Samaratungga pada tahun 825 M. Kerajaan Mataram mula-mula diperintah oleh Raja Sanna. Setelah Raja Sanna wafat, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh Dapunta Sailendra, pendiri Wangsa Sailendra.

Raja-raja dari Wangsa Sailendra yang pernah memerintah Kerajaan Mataram adalah:

  • Bhanu (756–775 M).
  • Wisnu (775–782M).
  • Indra (782–812 M).
  • Samaratungga (812–833 M).
  • Balaputradewa (833–856 M).

Tokoh Sejarah Pada Masa Buddha

Berikut adalah tokoh-tokoh yang berperan pada era kejayaan Buddha di Indonesia:

  1. Raja Samaratungga Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Buddha dipimpin oleh Raja Samaratungga dari tahun 812–833 M. Pada masa pemerintahan Raja Samaratungga, didirikan Candi Borobudur untuk menghormati pendiri Wangsa Sailendra.
  2. Balaputradewa Salah seorang Raja Sriwijaya yang terkenal adalah Balaputradewa. Pada masa kepemimpinannya, Sriwijaya terkenal sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara serta sebagai pusat penyebaran agama Buddha.

 

Sumber: Buku Paket IPS Kelas V SD/MI

Related posts