Sejarah Pada Masa Hindu di Indonesia : Kerajaan dan Tokoh

Sejarah Pada Masa Hindu di Indonesia : Kerajaan dan Tokoh

Pernahkah kamu mendengarkan berita atau melihat pentas suatu pertunjukan? Cerita apa yang pernah kamu lihat atau dengarkan itu? Untuk lebih mempermudah pemahamanmu, berikut adalah cerita sejarah pada masa hindu di Indonesia dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia dengan tokoh-tokoh yang berperan pada zamannya.

Ayo, simak penjelasan tentang : Kerajaan Pada Masa Hindu dan Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu

Kerajaan Hindu

  • Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai terletak di daerah Muarakaman di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Kudungga pada awal abad ke V Masehi, Kudungga kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman.


Raja Kutai yang terkenal adalah Mulawarman. Kebesaran Raja Mulawarman terbukti dengan pemberian sedekah beliau berupa 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Kutai merupakan kerajaan yang tertua di Indonesia. Sumber sejarah Kutai yang utama adalah prasasti yang disebut yupa. Yupa adalah tugu batu bertulis yang menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta.

  • Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara terletak di Pantai Utara Jawa Barat, antara Sungai Cisadane di sebelah barat dan Sungai Citarum di sebelah timur. Kedua sungai tersebut membentuk Teluk Jakarta yang sekarang.

Berdasarkan prasasti yang ada, Tarumanegara merupakan kerajaan pertama di Jawa (abad ke-5 M). Ada tujuh buah prasasti yang menjadi sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara. Lima buah prasasti ditemukan di dekat Bogor, sedangkan dua prasasti yang lain ditemukan dekat Tanjung Priok dan Banten Selatan. Raja yang memerintah di Kerajaan Tarumanegara bernama Purnawarman. Ada kemungkinan Purnawarman orang Indonesia asli yang memakai nama India seperti raja-raja di Kutai.

Berikut ini prasasti-prasasti yang menunjukkan bukti-bukti adanya Kerajaan Tarumanegara antara lain

  • Prasasti Ciaruteun, terletak di tepi Sungai Ciaruteun, Ciampea, Bogor.
  • Prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di Bukit Koleangkak, sekitar 30 km sebelah barat daya kota Bogor.
  • Prasasti Kebon Kopi, terletak di Kampung Muara Hilir, Cibungbulang.
  • Prasasti Tugu, terletak di Desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.
  • Prasasti Cidanghiang atau Lebak, ditemukan di Kampung Lebak, di tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten.

  • Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya menantu Kertanegara, Raja Singasari. Majapahit bercorak Hindu dan merupakan kerajaan agraris maritim. Raja terbesar Kerajaan Majapahit adalah Hayam Wuruk, dengan patihnya bernama Mahapatih Gajah Mada.

Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada mampu membawa Majapahit menjadi kerajaan yang aman, damai, makmur, dan sejahtera. Cita-cita Gajah Mada adalah mempersatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit yang dikenal dengan sebutan Sumpah Palapa.


Setelah masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk berakhir, Majapahit mengalami kemunduran. Penyebabnya adalah perang saudara memperebutkan kekuasaan yang disebut Perang Paregreg. Selain itu, faktor yang juga memengaruhi runtuhnya Kerajaan Majapahit adalah munculnya Kerajaan Malaka dan berkembangnya kebudayaan Islam.

Peninggalan Kerajaan Majapahit di antaranya Candi Panataran, Candi Jabung, Candi Tikus, dan Candi Sawenta. Selain peninggalan berupa candi, terdapat peninggalan berupa hasil karya sastra, yaitu antara lain:

  • Kitab Sutasoma dan Kitab Arjuna Wiwaha yang dikarang oleh Empu Tantular.
  • Kitab Negara Kertagama karangan Empu Prapanca.

Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu

Para tokoh pejuang di atas sama-sama mempunyai peran dan tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.

Seorang tokoh, selain memiliki tanggung jawab juga harus cakap, tingkah lakunya mencerminkan sikap yang baik, mampu mengayomi sehingga menjadi teladan lingkungannya.

Berikut adalah tokoh-tokoh yang berperan pada era kejayaan Hindu di Indonesia:

  • Raja Mulawarman

Raja Mulawarman adalah Raja Kutai yang mempunyai hubungan sangat baik dengan kasta Brahmana. Hal ini dibuktikan dengan adanya Yupa yang dibuat oleh pendeta Hindu pada masa pemerintahannya. Mereka membuatnya sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada raja yang telah melindungi agama Hindu. Sebaliknya, Raja Mulawarman memberikan sumbangan berupa 20 ribu ekor sapi kepada para Brahmana. Sehingga, agama Hindu dapat berkembang pesat di seluruh wilayah Kerajaan Kutai.

  • Raja Purnawarman

Raja Purnawarman adalah pemimpin Kerajaan Tarumanegara. Prasasti dari Kerajaan Tarumanegara banyak menceritakan kebesaran Raja Purnawarman. Dalam Prasasti Ciaruteun terdapat jejak tapak kaki seperti tapak kaki Dewa Wisnu, dan dinyatakan sebagai tapak kaki Raja Purnawarman. Di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman, Kerajaan Tarumanegara dan rakyatnya berjalan baik dan teratur.

  • Raja Sanjaya

Raja Sanjaya adalah raja yang terkenal dari Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu. Raja Sanjaya adalah orang yang menyelamatkan Kerajaan Mataram Kuno dari kehancuran. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram Kuno aman dan sejahtera.

  • Raja Hayam Wuruk

Raja Hayam Wuruk memerintah di Kerajaan Majapahit pada tahun 1350–1389. Didampingi oleh Patih Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasannya.

Hayam Wuruk bergelar Rajasanegara. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Majapahit memiliki wilayah kekuasaan di seluruh Jawa (kecuali Tanah Sunda), sebagian besar Pulau Sumatra, Semenanjung Malaya, dan Kalimantan, bahkan sampai Temasik (Singapura).

 

Sumber: Buku Paket IPS Kelas V SD/MI

Related posts