Ruang Kolaborasi Modul 2.1 Kasus TK (Rukol 2.1)

Guru Penggerak

Di bawah ini adalah jawaban atas dari kasus TK yang ada dalam Ruang Kolaborasi Modul 2.1 atau lebih akrab disebut “Rukol 2.1

Sebelumnya, sebaiknya kita pahami Pertanyaan Pemandunya:

  1. apakah kebutuhan belajar murid yang berusaha dipenuhi oleh guru.
  2. Bagaimana cara guru menentukan kebutuhan belajar muridnya?
  3. Strategi pembelajaran berdiferensiasi apa yang digunakan oleh guru.
  4. Bagaimana cara guru melakukan penilaian terkait kasus berikut.

Ruang Kolaborasi Modul 2.1 Kasus TK

Nah, berikut adalah narasi atas Kasus TK yang harus dijawab (jawaban ada setelah kasus):


Tugas dikerjakan secara asinkron, memberikan murid fleksibilitas dalam menentukan waktu pengerjaan, tetapi dengan batas waktu yang ditetapkan.

Untuk membantu 4 murid yang masih kesulitan, Bu Ceria mengatur pertemuan daring dengan orang tua mereka dan memberikan penjelasan ulang. Dia merekam penjelasan dalam video singkat untuk referensi murid jika masih diperlukan.

Bu Ceria berusaha keras memastikan bahwa semua muridnya memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep korespondensi 1-1, meskipun dalam situasi pembelajaran jarak jauh.

Baca : Apakah guru selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan belajar murid?

Jawaban Rukol 2.1 (Ruang Kolaborasi Modul 2.1) Kasus TK

Pertanyaan 1: Bagaimana Bu Ceria memahami kebutuhan belajar murid yang ingin dia penuhi?

Dalam memahami kebutuhan belajar muridnya, Bu Ceria menjalankan serangkaian langkah yang cermat dan terstruktur. Dia sangat peduli terhadap perkembangan kognitif murid-murid TK-nya dan telah mengidentifikasi bahwa salah satu konsep yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah korespondensi 1-1. Hal ini didasarkan pada evaluasi sebelumnya, di mana Bu Ceria melihat bahwa sejumlah murid masih kesulitan memahami konsep ini. Oleh karena itu, dia bertekad untuk memastikan bahwa semua muridnya memiliki pemahaman yang kuat tentang korespondensi 1-1.

Untuk mencapai pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan belajar muridnya, Bu Ceria secara rutin memantau dan mengevaluasi kinerja murid-muridnya selama pertemuan daring sebelumnya. Melalui observasi ini, Bu Ceria dapat mengidentifikasi dengan jelas tingkat pemahaman setiap murid terkait dengan konsep korespondensi 1-1. Hasil observasi ini menunjukkan bahwa beberapa murid masih membutuhkan bantuan ekstra untuk memahami konsep tersebut. Dengan pemahaman ini, Bu Ceria merasa perlu memberikan pengulangan materi dan tugas yang relevan kepada murid-muridnya yang membutuhkannya.

Pertanyaan 2: Bagaimana Bu Ceria menentukan kebutuhan belajar muridnya?

Proses penentuan kebutuhan belajar murid oleh Bu Ceria dilakukan secara sistematis dan terfokus. Dia mengambil pendekatan observasional yang teliti dalam menilai pemahaman setiap murid tentang konsep korespondensi 1-1. Hal ini dilakukan melalui pengamatan dan analisis hasil dari pertemuan daring sebelumnya.

Hasil observasi ini menjadi dasar bagi Bu Ceria dalam menentukan kebutuhan belajar murid-muridnya. Dengan informasi yang terkumpul, dia mampu mengidentifikasi dengan jelas murid-murid yang masih membutuhkan bantuan tambahan. Proses ini memungkinkannya untuk merancang strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.


Pertanyaan 3: Apa strategi pembelajaran berdiferensiasi yang digunakan oleh Bu Ceria?

Bu Ceria adalah seorang guru yang sangat berpengalaman dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Dia memahami bahwa murid-muridnya memiliki tingkat pemahaman yang berbeda terkait konsep korespondensi 1-1, dan oleh karena itu, dia merancang strategi pembelajaran yang mempertimbangkan variasi ini.

Strategi pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan oleh Bu Ceria melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Bagi murid-murid yang sudah memahami konsep korespondensi 1-1 dengan baik, Bu Ceria memberikan pengulangan singkat melalui pertemuan daring agar tetap menarik dan efisien.
  • Untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam, Bu Ceria memberikan tugas asinkron kepada murid-murid. Mereka diminta untuk mencari berbagai objek sesuai dengan instruksi tertulis dan audio yang diberikan. Hal ini memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan konsep korespondensi 1-1 dalam konteks kehidupan sehari-hari, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka.
  • Bu Ceria memberikan instruksi dalam dua mode, yaitu tertulis dan audio. Ini memberikan murid-murid pilihan untuk mengikuti instruksi sesuai dengan preferensi mereka, yang pada gilirannya dapat memastikan pemahaman yang lebih baik.
  • Dia memberikan fleksibilitas pada murid untuk bekerja sesuai dengan waktu yang sesuai bagi mereka, karena dia memahami bahwa situasi setiap keluarga berbeda, dan ada kemungkinan bahwa beberapa murid memiliki jadwal yang berbeda.
  • Untuk murid-murid yang masih membutuhkan bantuan ekstra, Bu Ceria mengambil inisiatif tambahan. Dia mengatur pertemuan daring dengan orang tua murid-murid tersebut untuk memberikan penjelasan tambahan dan memberikan dukungan yang lebih intensif. Selain itu, untuk memastikan ketersediaan sumber belajar, Bu Ceria merekam penjelasannya dalam bentuk video singkat, yang dapat diakses ulang oleh murid jika diperlukan.

Pertanyaan 4: Bagaimana Bu Ceria melakukan penilaian terkait kasus ini?

Dalam melakukan penilaian terkait kasus ini, Bu Ceria menunjukkan tanggung jawab yang tinggi terhadap kemajuan belajar murid-muridnya. Bagi 4 murid yang masih memerlukan bantuan tambahan, Bu Ceria mengambil langkah-langkah berikut:

  • Dia mengatur pertemuan daring khusus dengan orang tua dari 4 murid tersebut. Dalam pertemuan ini, Bu Ceria memberikan penjelasan tambahan terkait konsep korespondensi 1-1, dan dia memberikan kesempatan kepada orang tua untuk bertanya dan berdiskusi.
  • Untuk memastikan ketersediaan sumber belajar yang dapat diakses ulang, Bu Ceria merekam penjelasannya dalam bentuk video singkat. Video ini dapat diakses oleh murid-murid tersebut kapan saja jika mereka memerlukan klarifikasi tambahan atau ingin mengulangi materi.

Selain itu, Bu Ceria secara rutin memantau kemajuan belajar murid-muridnya selama proses pembelajaran. Dia menggunakan berbagai metode penilaian, termasuk tes, tugas, dan diskusi, untuk mengukur pemahaman murid terkait konsep korespondensi 1-1. Hasil penilaian ini membantu Bu Ceria dalam menilai efektivitas strategi pembelajarannya dan memberikan umpan balik yang lebih mendalam kepada murid-muridnya.

Secara keseluruhan, pendekatan Bu Ceria terhadap pemahaman kebutuhan belajar murid, pengembangan strategi pembelajaran berdiferensiasi, dan pelaksanaan penilaian yang berfokus pada kemajuan individu memastikan bahwa setiap murid memiliki kesempatan yang setara untuk mencapai pemahaman yang kuat tentang konsep korespondensi 1-1 sesuai dengan kemampuannya.

Related posts