Puasa Ramadhan : Pengertian, Syarat, Rukun, Sunnah, dan Hikmah

  • Whatsapp
Puasa Ramadhan : Pengertian, Syarat, Rukun, Sunnah, dan Hikmah

Wislah.com: Kamu sedang cari jawaban dari : apa pengertian puasa ramadhan ? Apa saja syarat, rukun dan yang membatalkannya ? Dan mengapa kita harus puasa ramadhan ?

Nah, pada postingan wislah.com kali ini. Mencoba membantu kamu, menyajikan referensi secara ringkas tentang Pengertian Puasa, Syarat Syah Puasa, Syarat Wajib Puasa, Rukun Puasa, Sunnah Puasa, Perkara yang Membatalkan Puasa dan Hikmah Puasa.

Berikut informasinya.

Pengertian Puasa

Puasa dalam bahasa Arab sama dengan ash-shiyam atau ashshaum yang artinya menahan diri dari sesuatu. Menurut istilah puasa artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala sesuatu yang dapat membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari dengan niat karena Allah Swt.

Syarat Sah Puasa

Syarat sah puasa diantaranya adalah:

  1. Beragama Islam.
  2. Mumayiz artinya sudah dapat membedakan antara hal yang baik dan yang buruk.
  3. Suci dari haid dan nifas bagi perempuan.
  4. Pada waktu yang diperbolehkan berpuasa.
Baca Juga :   Gangguan Pencernaan : Jenis dan Pencegahan

Tidak sah berpuasa pada waktu-waktu yang dilarang melakukannya, seperti hari Tasyrik, hari Idul Fitri, dan Idul Adha.

Baca Juga : Sholat Tarawih

Syarat wajib puasa

Syarat wajib puasa diantaranya adalah:

  • Berakal
  • Baligh

Adapun tentang tidak wajib berpuasa bagi mereka yang tidak berakal dan belum baligh, maka berdasarkan sabda Rasulullah Saw :“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari anak kecil hingga ia baligh.”

  • Kuat untuk berpuasa

Orang yang tua, lemah atau sakit parah tidak wajib berpuasa. Firman Allah:

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah (2): 185).

Rukun Puasa

Rukun puasa ada 2 yaitu:

  • Niat di malam hari

Lafal niat puasa Ramadlan.

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.”

Artinya : “Aku niat puasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadlan tahun ini karena Allah Ta’aala”.

  • Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Baca Juga : I’tikaf

Sunnah Puasa

Hal-hal yang termasuk sunnah puasa adalah:

  1. Mengakhirkan makan sahur
  2. Menyegerakan berbuka puasa
  3. Membaca do’a sebelum berbuka puasa

Do’a berbuka puasa: Artinya :

“Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.”

Artinya : “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu kami beriman, dan atas rizki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

  1. Berbuka dengan sesuatu yang manis
  2. Memberi makan pada orang yang berbuka puasa
  3. Memperbanyak sedekah
  4. Memperbanyak membaca al-Qur’an (tadarus)

Baca Juga : Status WA Puasa

Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa

  1. Makan dan minum dengan disengaja.
  2. Muntah yang disengaja
  3. Keluar darah haid atau nifas (darah setelah melahirkan) pada perempuan.
  4. Gila atau hilang akal
  5. Keluar mani dengan sengaja
  6. Keluar dari agama Islam atau murtad
  7. Berniat untuk membatalkan puasa

Orang yang Boleh Tidak Berpuasa

Ada beberapa golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadlan. Mereka itu adalah:

  1. Orang yang sakit (sakit yang mengharuskan dia tidak berpuasa). Cara menggantinya adalah: berpuasa di lain hari di luar bulan Ramadlan (mengqadha)
  1. Orang yang dalam perjalanan (musafir) dengan jarak perjalanan 81 km. Cara menggantinya adalah: berpuasa di lain hari di luar bulan Ramadlan (mengqadha)
  1. Orang yang tua renta. Cara menggantinya adalah: Membayar fidyah (memberi makan fakir miskin)
  1. Perempuan hamil atau menyusui. Cara menggantinya adalah: Jika mengkhawatirkan dirinya saja, maka berpuasa di lain hari diluar bulan Ramadlan. Jika mengkhawatirkan bayinya namun dirinya kuat berpuasa ataupun mengkhawatirkan diri dan bayinya, maka berpuasa di lain hari dan membayar fidyah.

Hikmah Puasa Ramadan

Puasa Ramadan harus kita lakukan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuannya agar kita bisa memperoleh hikmah dan keutamaannya. Di antara hikmah dan keutamaan puasa Ramadan adalah:

  1. Menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
  2. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
  3. Menyehatkan badan.
  4. Menumbuhkan kasih sayang kepada fakir miskin.
  5. Meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt.
  6. Melatih hidup disiplin
  7. Menghindarkan diri dari perbuatan yang buruk.
  8. Melatih kesabaran.

Related posts