Profil Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya, Sejarah, Visi Misi, dan Kegiatan Santri di Dalamnya

  • Whatsapp
Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya

Profil Pondok Pesantren | Sejarah Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya | Visi, Misi, Motto dan Tujuan PPM Al-Jihad Surabaya |

Sejarah Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya

Pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad pertama kali didirikan dari sebuah taman pendidikan Qur‟an (TPQ) yang bernama Raudlotut Ta‟limil Qur‟an pada tangal 30 maret 1982. TPQ tersebut diasuh oleh Bapak Drs. H. Soerowi dan Bapak H. Achmad Saifuddin di rumah beliau berdua di jl. Jemurwonosari Gg. Lebar no. 88 A dan no. 99 Surabaya.



Seiring berjalannya waktu, jumlah santri TPQ Raudlatut Ta‟limil Qur‟an semakin bertambah. Hampir setiap bulan terdapat santri baru di TPQ. Hal tersebut menuntut ditambahnya ustadz yang mengajar di TPQ Raudlatut Ta‟limil Qur‟an. Dari tuntutan tersebut, dipilihlah lima mahasiswa IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Sunan Ampel) dari alumni ponpes Tambak beras Jombang yang diorganisir oleh IMABAYA (Ikatan Mahasiswa Bahrul Ulum Surabaya).



Kebutuhan akan tempat pengajaran juga menjadi pertimbangan para pengasuh kemudian dipilihlah musholla”Al-Ikhlas” milik Bapak Muhammad Anwar sebagai tempat mengaji para santri.

Melihat tuntutan dan kebutuhan umat atau masyarakat setempat terhadap keimanan dan keislaman yang semakin meningkat, Drs. KH. Much. Imam Chambali berinisiatif mendirikan beberapa majlis ta‟lim, diantara majlis ta‟lim yang diasuh oleh Drs. KH. Much. Imam Chambali adalah:

a. Pengajian ibu-ibu pada hari minggu sore

b. Pengajian tafsir Al-Qur‟an setiap hari sabtu (ba‟da shubuh)

c. Majlis dzikir (istighosah) “Rahmatan Lil Alamin” setiap malam minggu pahing (akhir bulan)

Setelah kurun waktu kurang lebuh 10 tahun, perkembangan semakin berlanjut. Dengan meningkatnya jumlah santri yang mencapai 300 orang, dan semakin meningkatnya jamaah majlis ta‟lim yang diasuh Drs. KH. Much. Imam Chambali, maka muncullah gagasan dari pengasuh untuk mendirikan sebuah yayasan untuk mewadahi semua kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut.

Baca Juga: Biografi Singkat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) : Profil, Pendidikan, Karya, Politik dan Pemikiran

Dari gagasan pengasuh tersebut, maka dibentuklah kepengurusan dalam mendirikan yayasan tersebut, yaitu:

a. H. Achmad Syafiuddin

b. H. Abdullah Suwaji

c. H. Habib

d. Drs. H. Soerowi, BA

e. KH. Much. Imam Chambali

Ketua : KH. Much. Imam Chambali

Sekretaris : Drs. H. Soerowi, BA

Pembantu Umum : Drs. H. M Syukron Djazilan Badri, M.Ag

Dari susunan kepengurusan di atas, didirikanlah sebuah yayasan yang diberi nama “Al-Jihad” dengan Akte Notaris Zuraida Zain, SH. Tgl. 23 Juli 1996 No. 22.

Baca Juga :   Profil dan Sejarah Pondok Pesantren Mu'allimat Babakan Ciwaringin

Dengan berdirinya yayasan Al-Jihad di Jemurwomosari Surabaya, salah seorang pendiri yayasan, yakni H. Abdullah Suwaji mewakafkan tanah seluas 60 m untuk didirikan pondok pesntren. Dengan tanah wakaf tersebut, pengurus, jama‟ah dan para dermawan yayasan Al-Jihad bergotong royong untuk membeli dan memperluas tanah di sekitarnya seluas 387 m.

Pada tahun 1997, telah dibangun pondok pesantren tiga lantai di atas tanah seluas 387 m yang didanai oleh para dermawan, sumbangan masyarakat dan para jama‟ah pengajian. Brigjen polisi H. Goenawan, wakapolda Jakarta Pusat, merupakan dermawan yang menyumbang paling besar saat itu. Tepat pada tangga 22 Maret 1998, pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad diresmikan oleh Bapak Brigjen Polisi H. Goenawan.

Selain diresmikan PPM Al-Jihad, pengembangan dilanjutkan dengan membangun gedung PPM Al-Jihad (putri) dan gedung asrama panti asuhan yatim piatu. Disusul dengan penerimaan santri baru dan diadakanya undian haji pondok pesantren Al-Jihad.

Pada tahun 2000, jumlah santri putra sebanyak 100 santri, sedangkan santri putri sebanyak 35 santri. Untuk jumlah total anak yatim putra-putri sebanyak 50 anak. Pada tahun ini pula mulai dibentuk struktur kepengurusan yang terdiri dari santri putra. Setahun kemudian disusul partisipasi dari santri putri dalam pembentukan kepengurusan PPM Putri Al-Jihad Surabaya. Adapun yang mengemban amanat menjadi ketua pondok pertama adalah Khoirul Adhim, S.H.I. sedangkan ketua PPM Al-Jihad putri adalah Hanna Khoitun Nisa, S.H.I.

Seiring perkembanganya, PPM Al-Jihad mulai meresmikan beberapa fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan santri yang semakin banyak. Diantara fasilitas tersebut adalah perpustakaan, koperasi, dan area wifi. Dengan ditambahnya fasilitas yang ada, diharapkan semua kebutuhan santri dapat terpenuhi dan mampu menunjang aktifitas. Santri dibidang akademik perkulihanya.

Dalam empat tahun terakhir, didirikan dua gedung baru untuk memenuhi kebutuhan kuota santri mahasiswa yang terus bertambah. Pada tanggal 25 Juli 2011, telah diresmikan gedung asrama baru tiga lantai . Aula lantai satu digunakan sebagai TPQ Al-Jihad, asrama yatim putri dilantai dua dan asrama pondok putri dilantai tiga. Gedung tersebut diresmikan langsung oleh pendiri yayasan Al-Jihad, Bapak H. Soewaji dan ketua yayasan Al-Jihad , Bapak H. Nasir, S.E. Disusul kemudian dengan didirikannya gedung At-Tien yang diresmikan secara langsung oleh Ibu Hj. Sringatin pada tanggal 31 Mei 2014. Tidak dipungkiri lagi bahwa Al-Jihad akan terus melakukan pembangunan seiring bertambahnya kebutuhan santri akan pendidikan moralitas dan spiritual di waktu yang terus bergulir.

Baca Juga : Biografi Singkat Syaikh Nawawi Al-Bantani : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

Baca Juga :   Profil dan Sejarah Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Letak Geografis PPM Al-Jihad Surabaya

Secara geografis letak yayasan Al-Jihad Surabaya sangat strtegis, bisa dijangkau dengan kendaraan umum, maupun pribadi. Meskipun harus berjalan sekitar 200 m untuk bisa masuk ke kawasan yayasan bagi yang naik kendaraan umum. Tempatnya sangat nyaman untuk belajar karena jaraknya tidak terlalu dekat dari hiruk pikuk kendaraan yang belalu lalang di jalan raya. Lokasi pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad bertempat di Jalan Jemursari utara Gg. 3 No. 9 Surabaya selatan. Temparnya dibelakang kampus UINSA dan berdampingan dengan warga Ds. Jemursari. Untuk lebih jelasnya letak geografis pesantren Al-Jihad Surabaya adalah:



a. Sebelah utara berbatasan dengan Wonocolo

b. Sebelah timur berbatasan dengan jalan raya Jemursari

c. Sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya Ngawinan

d. Sebelah barat berbatasan dengan jalan jemuwonosari.

Secara umum pesantren Al-Jihad terdiri dari beberapa komplek bangunan, yaitu komplek pertama rumah kediaman Kyai yang berdampingan dengan asrama putri, asrama putri juga mempunyai gedung baru yang dinamakan gedung at-tin. Dan rumah no 10 yang diwakafkan untuk anak yatim putri dan para santri putri yang ikut program menghafal Al-Qur‟an. komplek yang kedua yaitu bagunan asrama untuk santri putra dan yatim putra, dimana letaknya berada tepat belakang bagunan asrama santri putra, bangunan ini mirip dengan sebuah rumah-rumah pada umumnya lebih kecil di banding dengan bagunan asrama I santri putra.

Baca Juga : Kata Kata Santri, Milenial, Keren, Guru, Bucin, Ambyar, Lucu dan Lainnya

Visi, Misi, Motto dan Tujuan PPM Al-Jihad Surabaya

Visi

Al-Muhafadhotu ‘ala qadimis-shaalih wal ahdzu bil jadidil ashlah, yaitu mengikhtiarkan pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad Surabaya menjadi lembaga pendidikan berkarakter Islam yang akan menjadi tempat bertemunya unsur tradisional dengan unsur modernis.

Misi

1) Merencanakan dan menyelenggarakan pendidikan yang kualified, tertata, sekaligus profesional. Guna melahirkan kader-lader umat yang tidak hanya memiliki lifeskill tinggi, tapi juga mendalam dan luas ilmunya.

2) Menyelenggarakan pendidikan yang orientatif dalam upaya menginternalisasikan paradigma sains dan teknologi modern terhadap nilai-nilai Islam;

3) Membaca, memahami, dan mengambil sikap terhadap realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya di tengah pergaulan unia global melalui langkah-langkah kerjasama dalam bidang dakwah, kajian.

Motto

1) Sabar itu indah (Noble Character)

2) Ikhlas itu mujarab (Saund Body)

3) Istiqamah itu karomah (Indepedent Mind)

Tujuan

1) Mengaktualisasikan misi Islam sebagai “Rahmatan lil alamin” dalam bingkai pendidikan pondok pesantren dan segala aktifitas pembelajaran

2) Melahirkan dan mengorbitkan generasi muslim masa depan yang memiliki bekal life-skill tinggi, tangguh, unggul, luas keilmuannya serta berbudi mulia (berakhlaqul karimah)

Baca Juga :   Sunan Ampel : Biografi, Pengembangan Islam dan Sikap Positif

Baca Juga : Biografi Singkat KH. Hasyim Asy’ari : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran

Kegiatan di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya

Harian

1) Shalat maktubah berjamaah

2) Qiyamul lail (taubah, tahajjud, hajat, dan witir) dibangunkan jam 03.00. WIB.

3) Amalan surah yasin dan al-waqi‟ah setelah qiyamul lail (sampai shubuh)

4) Amalan surah al-kautsar, al-Qadar, al-Falaq dan al-Ikhlas, (setelah jamaah shubuh, masing-masing 11 kali)

5) Amalan surah al-Fatihah dan al-Insyiroh (setelah magrib, masingmasing 11 kali untuk mendoakan kedua orang tua)

6) Amalan ayat kursi (setelah jama‟ah isya‟ sebanyak 7 kali supaya diberikan ilmu yang manfaat dan selamat dunia akhirat)

Mingguan

1) Kajian tafsir al-ibris setiap hari sabtu ba‟da shubuh oleh pengasuh

2) Kajian kitab miftahus sa‟adah lizawjiyah setiap senin ba‟da shubuh

3) Latihan muhadharah setiap rabu ba‟da magrib

4) Malam yasinan (membaca surah yasin 3X) setiap senin jan 22.00 WIB.

5) Pembacaan burdah dan dibaiyah setiap selasa ba‟da magrib

6) Kajian kitab nashaih al-Ibad setiap kamis ba‟da shubuh

7) Muthola‟ah Al-Qur‟an setiap senin ba‟da isya‟ untuk santri putra, sedangkan santri putri setiap jum‟at ba‟da shubuh.

8) Khatmil qur‟an berjama‟ah setiap jumat ba‟da magrib

9) Seni banjari setiap jumat ba‟da magrib

10) Latihan MC setiap rabu ba‟da Isya‟

11) Kultum setiap senin dan kamis ba‟da magrib

12) Tahfidzul quran 30 jus setiap senin dan kamis ba‟da isya (bagi santri yang mengikuti program tahfidz)

13) Kerja bakti setiap sabtu pagi

14) Rebana santri putri setiap satu minggu sekali pengajian tafsir santri putri bersama ibu-ibu setiap ahad sore

15) Intensif B. Arab dan B.Inggris setiap rabu ba‟da Isya‟

16) Intensif baca Al-Qur‟an setiap selasa dan kamis ba‟da Isya‟

17) Malam fatihah-an (shalat taubah, tasbis, hajat, tahajjud dan witir dilanjutkan membaca surat al-Fatihah 41 kali) setiap kamis malam jumat pukul: 00.00 WIB

Baca Juga : Biografi Singkat KH. Yahya Masduqi : Profil, Pendidikan, Organisasi, Politik dan Pendidik

Bulanan

1) Istighosah Rahmatal lil „Alamin setiap sabtu malam di akhir bulan, ba‟da isya‟(diikuti kurang lebih 1000 jama‟ah)

2) Malam Asma‟al-Husna setiap tanggal 15 bulan Hijriyah (bulan purnama)

3) Senam earobik setiap dua minggu sekali

4) Jalan sehat

5) Habsyian

Tahunan

1) Milad pondok PPM Al-Jihad

a) Lomba pra milad di pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad

b) Baksos

c) Lomba shalawat se-Jatim

d) Tasyakuran milad pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad

2) Pondok romadhan bagi santri kilat setiap bulan ramadhan.



Related posts