Perlindungan Hukum Para Pihak dalam Penggunaan Frame Rajaframe di Media Sosial

  • Whatsapp
singgih

Media sosial saat ini begitu menggejala khususnya di kalangan anak muda dan bahkan orang dewasa, saat ini media sosial banyak digunakan sebagai sarana sosialisasi, baik dari instansi resmi dari pemerintahan hingga swasta baik yang bergerak dalam bidang profit oriented ataupun nirlaba, terutama untuk mempromosikan produk-produk atau kegiatan mereka agar diketahui dan dikenal khalayak ramai, untuk instansi atau lembaga yang tujuannya profit eriented tentu guna memasarkan produknya agar laku dipasaran. Kalimat-kalimat yang persuasif atau poster kampanye hasil dari aplikasi atau website rajaframe.com yang di upload di facebook, instagram, twitter dan media lainnya merupakan sarana atau media sebagai jembatan berkomunikasi dengan berbagai tujuan yang akan di capai.

            Sebagai contoh pemanfaatan media sosial oleh pemerintah yang dilakukan oleh masing-masing departemen atau lebaga seperti kementerian kesehatan dalam mengupdate jumlah kasus covid-19 setiap hari di sosialisasikan melalui facebook, juga mengenai kegiatan vaksinasi termasuk mengajak masyarakat mematuhi  protokol kesehatan dan masih banyak lagi pemanfaatan mediasosial oleh berbagai pihak dengan berbagai tujuan yang akan di capai.

            Contoh lain bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang bertujuan profit oriented lebih banyak muncul di media sosial dari produk kecantikan, kesehatan, bahkan abat-obatan untuk kejantanan. Bagi masyakat umum hal ini untuk tidaklah asing lagi apalagi yang memiliki handphone berteknologi android atau sejenisnya yang dapat mengakses berbagai media sosial atau aplikasi lainnya.

            Pemanfaatan media online dengan karya digital rajaframe.com sebagai sarana kampanye di media sosial tentu telah ditentukan aturan atau rule yang harus dipatuhi oleh setiap pengguna media tersebut, hal ini sama manfaatnya untuk melindungi masyarakat agar tidak dirugikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sebagai contoh konten yang merugikan antara laian berita bohong yang meresahkan, pornografi, atau kejahatan lain di mediasosial yang harus diantisipasi sejak dini, sehingga perlu pembahasan mengenai bagaiana perlindungan hukum baik secara hukum privat maupun hukum publik agar tidak dilanggar hak-haknya.

Baca Juga :   999 Status Wa Motivasi, Penyemangat Hidup, Menguatkan Hati, Kerja Karyawan dan Lainnya


            Dasar hukum secara khusus mengenai teknologi informasi termasuk media sosial ini telah diatur khusus oleh pemerintah dengan diundangkannya uu informasi dan transaksi elektronik nomor 11 tahun 2008, yang telah di ubah dengan uu nor 19 tahun 2016, meski tidak berdiri sendiri dan berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang lain seperti Kitab undang-Undang Hukum Perdata, Perlindungan Konsumen, Hak Cipta atau ketentuan pidana dalam KUHP Indonesia saat ini.

            Setiap postingan di media sosial tentu mengandung implikasi disetiap konten yang di upload, konten merupakan suatu yang dinilai apakah bertentangan dengan hukum atau menurut hukum semua itu telah diatur dalam peraturan perundang-undangan baik dalam hukum publik atau hukum privat, dan disini hanya akan membahas tentang postingan berupa kampanye berupa poster kampanye menggunakan freme yang didapat dari rajafram.com apakah boleh menurut hukum atau tidak dan juga bagaiana perlindungan hukum bagi pemakai fame tersebut menurut hukum Indonesia saat ini.

Sebelum membahas secara khusus kita bahas dahulu apa itu frame di rajaframe.com, RajaFrame.com merupakan bentuk usaha periklanan yang tujuannya untuk membantu para pengusaha baik kecil maupun besar, guna mempromosikan produknya agar terserap oleh pasar karena dikenal di masyarakat, produk rajaframe berupa jasa periklanan untuk membantu mempromosikan suatu produk dari perusahaan tertentu. Kegiatan utama khusus rajaframe.com ini menyediakan frame untuk didownload dan digunakan setelah jadi terutama untuk mempercantik tapilan agar menarik sebagai sarana memperkenalkan produk atau hanya sekedar memperkenalkan kegiatan atau aktivitas pribadi pengguna, dengan berbagai tema pilihan sesuai selera pengguna seperti hari kemerdekaan, hari guru, atau tema lainnya, saat ini semua produk rajaframe gratis dan bebas biaya untuk digunakan semua orang.




Baca Juga :   Pondok Labu, dari Pasar Simplicitas Hingga Kota Pinggiran Yang tak Pernah Sepi : Seri Sejarah Kota Jakarta

Kembali ke pembahasan yaitu penggunaan frame dalam konten yang diupload dimedia sosial, karena setelah pengguna rajaframe.com memakai frame yang disediakan maka jadilah konten yang bisa di download dimana sebelunya pengguna dapat menambahkan foto atau lainnya sesuai layanan dan keinginan pengguna. Konten yang dihasilkan merupakan hasil kolaborasi dari pihak rajaframe berupa design frame dan foto pengguna jadi bagaimanakah hal tersebut menurut hukum jika konten yang di upload melanggar hukum siapakah yang harus mepertanggungjawabkan.

Sebelum membahas lebihlanjut kita bahas dahulu mengenai perlidungan hukum, apa itu perlindungan hukum menurut Fitzgerald dalam buku nya Sacipto Rahardjo yang berjudul ilmu hukum, perlindungan hukum Salmond menyatakan bahwa hukum bertujuan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai kepentingan dalam masyarakat karena dalam suatu lalu lintas kepentingan, perlindungan terhadap kepentingan tertentu dapat dilakukan dengan cara membatasi berbagai kepentingan dilain pihak. Kepentingan hukum adalah mengurusi hak dan kepentingan manusia, sehingga hukum memiliki otoritas tertinggi untuk menentukan kepentingan manusia yang perlu diatur dan dilindungi.

Perlindungan hukum menurut Philipus M. Hadjon dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif, perlindugan hukum preventif ini lebih menekankan kepada pencegahan dari tindakan melawan hukum agar tidak merugikan orang laian sedangkan perlindungan hukum represif lebih menonjol pada penegakan hukum oleh para penegak hukum atau para pihak yang merasa dirugikan, penegakan hukum ini sendiri dapat dilakukan didalam system peradilan atau diluar pengadilan.

Pembahasan pokok dalam artikel ini tentang konten yang dihasilkan dari rajaframe.com berupa gabungan antara frame dari rajaframe dan gambar atau foto dari pengguna, hal penting pertama jika konten yang dihasilkan dan di upload di media sosial tidak ada yang mempermasalahkan dan tidak bertentangan dengan hukum maka hal itu tidak akan menjadi persoalan, hal penting kedua adalah sebaliknya jika konten yang dihasilkan dipermasalahkan pihak tertentu atau melanggar hukum maka akan menjadi permasalahan yang harus dicari siapa yang bertanggung jawab dalam hal tersebut.

Baca Juga :   Iman Kepada Malaikat : Siapakah Malaikat, Manusia Bisakah Melihat Malaikat dan Tugas Malaikat.

RajaFrame.com dalam hal ini telah melakukan tindakan preventif dalam ketentuan syarat dan kebijakan penggunaan aplikasi atau websitenya seperti melarang pengguna menggunakan kata-kata atau konten yang mengandung SARA, pencemaran nama baik, diskriminasi, merendahkan / menyudutkan orang lain, bersifat ancamam, kata-kata kasar atau hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai kesusilan atau kesopanan atau melanggar hukum yang berlaku. Selain itu tindakan represif dari pihak rajaframe sendiri atas pelanggaran melalui jalur non-litigasi yaitu akan membekukan akun pengguna yang melanggar hal tersebut.

Disini telah ada itikad baik dari rajaframe.com untuk tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku baik UUITE atau ketentuan lain yang berlaku di Indonesia, maka dari itu para pengguna rajaframe di himbau dalam penggunaan frame disini dengan penuh tenggungjawab, pilihlah konten yang sesuai aturan sedapat mungkin menghindari konten seperti pornografi, SARA, ancaman, pencemaran nama baik dan sebagainya yang dilarang oleh hukum.

Jadi kesimpulan dari pembahasan disini adalah konten dari frame rajaframe ini sama dengan foto atau karya digital lainnya, asalkan tidak melanggar hukum sah-sah saja di upload dimedia sosial sesuai syarat dan ketentuan di rajaframe itu sendiri, dan rajaframe telah menyatakan penyangkalan yang ditegaskan dalam website nya bahwa  tidak bertanggung jawab atas segala risiko dan kerugian yang diakibatkan dalam penyalahgunaan akun, informasi dilayanan, pelanggaran hak cipta, merek dagang, desain industri, hak paten atau hak pribadi lain yang melekat pada suatu produk atau jasa dan semua informasi yang dibuat pengguna menjadi tanggungjawab masing-masing pengguna ataupun konten atas komentar dari hasil karya digital dari RajaFrame. Sekian artikel singkat ini semoga menambah khasanah pengetahuan, bermanfaat dan mari lebih bijak dalam memilih konten-konten di media sosial atau media lainnya.




Related posts