Pendidikan Seks Bebas: Pengertian, Tujuan dan Bahaya

  • Whatsapp
Pendidikan Seks Bebas: Pengertian, Tujuan dan Bahaya


Wislah.com: Adik-Adik Siswa sedang mencari bahan referensi tentang Pendidikan Seks Bebas. Disini tempatnya.

Pendidikan Seks Bebas adalah salah satu materi mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di kelas VIII baik di tingkat SMP/MTS.

Mari kita simak referensi tentang: Pengertian Pendidikan Seks Bebas, Tujuan Pendidikan Seks Bebas, Pendidikan Seks Bagi Remaja dan Bahaya Seks Bebas.



Pengertian Pendidikan Seks Bebas

Pendidikan seks mempunyai ruang pembahasan yang luas dan kompleks. Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam arti heterosexual (seseorang yang mempunyai keinginan seks hanya pada lawan jenisnya), dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis, melainkan juga meliputi psikologi, sosio-kultural, agama, dan kesehatan. Dalam pendidikan seks dapat dibedakan antara sex instruction dan education in sexuality.

Sex instruction ialah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin, dan mengenai biologi dari reproduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan kelamin untuk mempertahankan jenisnya. Termasuk di dalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Education in sexuality meliputi bidang-bidang etika, moral, fisikologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual seksual, serta mengadakan hubungan interpersonal yang baik Sex instruction tanpa education in sexuality dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan seks yang menyimpang.



Tujuan Pendidikan Seks

Sesuai dengan kesepakatan internasional “Conference of Sex Education and Family Planning” pada 1962 adalah: “Untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang bahagia, karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap orang lain”.

Tujuan utamanya adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun orang lain.

Pendidikan Seks Bagi Remaja

Masih banyak yang belum memahami seks dengan baik dan benar. Hal ini disebabkan norma dan nilai dalam masyarakat kita menganggap pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka dan hanya merupakan masalah orang dewasa. Pandangan demikian mengandung banyak kebenarannya terutama pada masa lampau, ketika informasi tentang seks masih sangat terbatas. Namun, saat ini informasi tentang seks lebih mudah diperoleh dan sangat banyak. Maka usaha untuk memberikan informasi yang benar perlu diberikan terutama kepada para remaja.



Kini, kemajuan di bidang teknologi informasi telah mengubah struktur dan pandangan hidup masyarakat kita. Dampak negatif dari kemajuan tersebut adalah pergeseran nilai dan moral yang terjadi di masyarakat. Sesuatu yang dahulu dianggap tabu, kini menjadi menjadi lazim dan begitu sebaliknya.

Salah satu pergeseran moral ialah nilai moral seksual terutama di kalangan remaja. Nilai moral seksual yang dulu dianggap tabu dan bertentangan dengan norma agama, tidak demikian lagi oleh sebagian kaum remaja. Dengan demikian memberikan bimbingan dan penerangan seks kepada para remaja merupakan suatu yang sangat penting dan perlu. Alasan pendidikan seks sangat penting diajarkan kepada para remaja adalah: (a) Dapat mencegah penyimpangan dan kelainan seksual. (b) Dapat memelihara tegaknya nilai-nilai moral. (c) Dapat mengatasi gangguan psikis. (d) Dapat memberi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan anak

Bahaya Seks Bebas

Seks bebas berarti melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa diikat perkawinan. Melakukan seks bebas sangat dilarang oleh agama manapun norma-norma di masyarakat. Pasangan yang melakukan seks bebas akan mendapat sanksi, baik secara hukum negara atau hukum masyarakat:

Bagaimana Budaya Seks Bebas Muncul?

Budaya seks bebas muncul akibat pergaulan antara pria dan wanita yang bebas. Pergaulan yang bebas antara pria dan wanita biasanya menggiring pada pelakukan aktivitas seks meskipun mereka tidak terikat perkawinan. Padahal, pria dan wanita yang belum terikat perkawinan tidak boleh melakukan aktivitas seks. Faktor-faktor negatif seperti merebaknya informasi bertema pornografi di media massa, dan kurangnya penanaman moral agama, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan munculnya budaya seks bebas.

Apa Bahaya Seks Bebas?

Seks bebas sangat berbahaya, karena sangat bertentangan dengan norma-norma agama, masyarakat, juga negara, hamil di luar nikah, mudah tertular penyakit kelamin, dan mudah terserang penyakit menular lainnya. Berikut beberapa risiko dari perilaku seks bebas :

  1. Hilangnya keperawanan dan keperjakaan Indikasi fisik yang jelas terjadi pada perempuan, yakni robeknya selaput darah.
  2. Ketagihan Karena sudah merasakan kenikmatan, maka mudah sekali muncul rasa ketagihan. Selalu ingin berbuat, mengulangi dan semakin susah mengendalikan diri.
  3. Kehamilan Perilaku seks bebas dapat mengakibatkan kehamilan padahal pasangan tersebut belum terikat secara perkawinan. Biasanya kehamilan yang disebabkan seks bebas ini merupakan kehamilan yang tidak diinginkan.
  4. Aborsi dengan segala risikonya jika hubungan intim sudah berbuah kehamilan, maka biasanya pasangan tersebut akan melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Mereka menganggap aborsi adalah jalan yang terbaik untuk menutup aib dan rasa malu terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga belum siap untuk hidup berumah tangga. Risiko dari aborsi antara lain adalah pendarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.
  5. Penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan gejala penyakit infeksi yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh manusia yang disebabkan bukan keturunan akan tetapi karena virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pengidap HIV adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV akan tetapi penderita masih tampak sehat-sehat saja namun sudah sangat berbahaya karena dapat menularkan virus HIV pada orang lain, sedangkan penderita AIDS adalah pengidap virus HIV yang telah menunjukan gejala-gejala infeksi oportunistik (infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus), penderita umumnya akan meninggal dunia antara 1 – 2 tahun setelah munculnya gejala AIDS.
  6. Infeksi saluran reproduksi remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual di bawah usia 20 tahun serta sering berganti-ganti pasangan cenderung mudah terkena kanker mulut rahim.
  7. Perasaan malu, bersalah, berdosa dan tidak berharga mereka yang sudah terjerumus pada perilaku seks bebas biasanya selalu dirundung rasa bersalah. Perasaan malu dan bersalah semakin muncul ketika dirinya atau pasangannya diketahui hamil padahal secara resmi belum menjadi suami istri. Bukan hanya pelakunya yang mendapat aib tapi keluarga besarnya pun ikut mendapat rasa malu juga.

Bagaimana Menghindari Seks Bebas

Seks bebas sangat mudah untuk dihindari. Apabila kita telah memahami begitu berbahayanya seks bebas, maka kita akan berusaha untuk menghindarinya. Mempertebal keimanan merupakan benteng yang kokoh untuk menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, kita juga harus membatasi pergaulan antara pria dan wanita agar tidak terlalu bebas. Biasanya dari pergaulan yang bebas ini akan menimbulkan keinginan untuk melakukan seks bebas. Perhatian dari orang tua juga penting untuk menghindari perilaku seks bebas. Orang tua senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merugikan ini.

Mengapa Kita Menolak Seks Bebas ?

Budaya seks bebas bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Perilaku seks bebas sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kita harus menolak budaya seks bebas, karena tidak sesuai dengan kepribadian kita. Seks bebas banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan.

 

Sumber: Buku Guru & Buku Siswa Penjaskes Kelas VIII SMP/MTS

 

Related posts