Pencegahan Penyakit : Penyakit Menular dan Penyakit Seksual

  • Whatsapp
Pencegahan Penyakit : Penyakit Menular dan Penyakit Seksual

Wislah.com : Kebersihan merupakan sebagian iman. Kebersihan adalah langkah untuk pencegahan penyakit. Apa penyebab penyakit? Bagimana gejala penyakit timbul? Bagaimana cara pencegahan penyakit?

Nah, Simak ulasan menarik tentang : Penyakit Menular dan Penyakit Menular Seksual.

Penyakit Menular

Penyakit Malaria

Penyebab penyakit : Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala penyakit

  1. Demam disertai badan menggigil.
  2. Badan banyak mengeluarkan keringat dingin.
  3. Sakit kepala.
  4. Terserang demam setiap 3x sehari atau 4x sehari.
  5. Kesadaran menurun dan kelumpuhan pada penderita bila Plasmodium sudah menyerang otak.

Pencegahan penyakit

  1. Lingkungan harus tetap bersih, baik dari sampah, air tergenang, kaleng kosong, maupun ban bekas yang dijadikan tempat hidup dan berkembang biak nyamuk.
  2. Tempat tidur dipasang kelambu atau ventilasi rumah dipasang kawat nyamuk.
  3. Dianjurkan sebelum tidur kamar menggunakan obat nyamuk, baik yang disemprot/bakar.
  4. Hindari menggantungkan pakaian di kamar/di balik pintu.
  5. Hindari bepergian ke daerah yang terjangkit malaria.
  6. Sangat dianjurkan kerjasama dengan pihak Rt, Rw, Kelurahan dan PUSKESMAS untuk melakukan foging (pengasapan).

Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

Baca Juga : Pola Hidup Sehat

Penyakit Typus Perut (Typus Abdominalis)

Penyebab penyakit : Basil Abdominalis yang ditularkan oleh lalat yang hinggap pada makanan/minuman.

Gejala penyakit

  1. Minggu I, suhu tubuh naik, pusing-pusing, penderita merasa lemah dan adanya gejala sembelit atau diare.
  2. Minggu II dan III, suhu tubuh sangat tinggi, kesadaran menurun, kemungkinan penderita sering mengigau.
  3. Minggu IV, suhu tubuh berangsur-angsur menurun sampai normal kembali.

Pencegahan penyakit

  1. Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat.
  2. Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat.
  3. Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/ditutup rapih/rapat.

Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

Penyakit Dysentri Basiler

Penyebab penyakit : Basil Shigella Sonnie, Baydir, Dysentrial dan Flekneri, ditularkan oleh lalat yang hinggap pada makanan/minuman.

Gejala penyakit

  1. Buang-buang air 10-20 x sehari, kadang-kadang 40x sehari.
  2. Tinja bercampur lendir dan darah.
  3. Daerah dubur terasa nyeri.
  4. Suhu badan meninggi.

Pencegahan penyakit

  1. Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat.
  2. Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat.
  3. Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/ ditutup rapih/rapat.

Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

Penyakit Kolera (Kholera)

Penyebab penyakit : Vibrio Kholera dan Vibrio Eltor, yang ditularkan oleh lalat hinggap pada makanan/minuman.

Gejala penyakit : Masa tunas hanya beberapa jam sampai 1 hari

  1. Perut sakit dan buang-buang air besar 20x sehari dan encer.
  2. Muntah-muntah.
  3. Badan kering karena kekurangan zat cair.
  4. Penyakit dapat berlangsung dari 24 jam-4 hari dan biasanya terjadi kematian.
Baca Juga :   Pergaulan Sehat : Pergertian, Cara, Sikap dan Tanda

Pencegahan penyakit

  1. Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat.
  2. Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat.
  3. Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/ ditutup rapih/rapat

Pengobatan penyakit

  1. Minum larutan gula garam (Oralit).
  2. Segera bawa ke dokter.

Penyakit Panu

Penyebab penyakit : Sebangsa Jamur yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

Gejala penyakit

  1. Pada permukaan kulit timbul bercak putih secara menyebar.
  2. Gatal-gatal, terutama sedang berkeringat.

Pencegahan penyakit

  1. Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari.
  2. Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan penderita.

Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter.

Penyakit Kudis (Scabies)

Penyebab penyakit : Sarcoptes Scabei yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

Gejala penyakit

  1. Pada permukaan kulit timbul bercak merah dan bintik-bintik.
  2. Gatal-gatal pada malam hari.

Pencegahan penyakit

  1. Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari.
  2. Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan penderita.

Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter

Penyakit Bisul (Abses)

Penyebab penyakit : Bakteri Staphylococ yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

Gejala penyakit

  1. Timbulnya pembengkakan pada kulit hingga warna kulit memerah dan penderita merasa demam.
  2. Timbulnya mata bisul yang berupa timbunan nanah.

Pencegahan penyakit

  1. Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari.
  2. Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan penderita.

Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter.

Baca Juga : Pergaulan Sehat

Penyakit Menular Seksual

Gonore (Gonorrhoea)

Merupakan jenis penyakit kelamin yang mencakup penyakit yang disebabkan oleh Neissepi Gonorrhoea, dengan masa tunas 2-5 hari atau lebih.

Gejala penyakit

  1. Perasaan nyeri seperti kebakar ketika buang air kecil.
  2. Sering buang air kecil, agak berwarna kekuning-kuningan dan kehijau-hijauan.
  3. Pada pria, ujung kemaluannya memerah dan membengkak, sedangkan pada wanita bagian vagina terasa panas dan bengkak.
  4. Pengeluaran getah yang menahun, baik pada pria maupun pada wanita.
  5. Pada taraf akut terhadap perasaan tidak enak dan rasa nyeri.
  6. Bila kuman penyakit ini sudah menyerang peredaran darah dapat menimbulkan: Peradangan pada persendian seperti lutut, mata kaki dan siku dan Peradangan pada mata, seperti bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita penyakit ini.

Cara penularan

  1. Melalui kontak langsung, dengan hubungan seksual.
  2. Melalui kontak tidak langsung, seperti melalui benda-benda yang telah terkontaminasi.
  3. Bahkan dapat diturunkan pada anak dari seorang ibu yang menderita Gonore (Gonorrhoea).

Cara pencegahannya

  1. Yang ditujukan pada penderita, dengan pengobatan untuk menyembuhkan dan menghilangkan sumber penularan dengan cara: Case finding, yaitu mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan dan Contact tracing, yaitu menanyakan kepada penderita pada siapa saja telah menularkan, agar dapat diusut hingga pengobatan dapat segera diberikan.
  2. Yang ditujukan pada sumber penularan, yaitu dengan pendataan (regristasi) dan lokalisasi wanita tuna susila (WTS) agar dapat diberikan pengobatan secara periodik.
  3. Yang ditujukan kepada masyarakat, yaitu dengan cara memberikan penerangan pengetahuan tentang bahaya penyakit Gonore (Gonorrhoea) karena salah satu faktor insiden dari penyakit menular seksual (PMS) adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut, dan yang lebih penting patuhilah norma-norma/peraturan agama.
Baca Juga :   Investasi : Pengertian, Karakteristik, Faktor, Efisiensi dan Fungsi

Sifilis (Syphilis)

Merupakan jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema Pallidum yang kronis dan bersifat sistemik, yang dalam perjalanannya dapat menyerang seluruh anggota tubuh.

Gejala-gejala penyakit dapat dibagi dalam empat tingkatan, sebagai berikut :

  • Tingkat Gejala I : Setelah masa tunas 1-3 minggu.
  1. Terdapat benjolan kecil di daerah kemaluan, kulit di atasnya akan rusak dan berubah menjadi luka berbentuk bulat oval dan bila dipijat tidak terasa nyeri.
  2. Kurang lebih 3 minggu terjadi pembengkakan di daerah lipatan paha, keras dan tidak nyeri, dan biasanya penderita akan merasakan sakit, suhu badan meninggi atau penderita tidak mengalami gangguan apa-apa.
  • Tingkat Gejala III
  1. Pada organ tubuh terdapat benjolan-benjolan yang disebut gumma, seperti pada tulang, kaki, otak, jantung, pembuluh darah dan syaraf.
  2. gumma ini dapat berlangsung beberapa tahun, hingga tingkat gejala IV
  • Tingkat Gejala IV
  1. Susunan syaraf sudah terkena atau dapat disebut neurolues.
  2. Dinding aorta mengalami perubahan hingga tidak kuat menahan tekanan darah dan pecah, lalu masuk ke dalam rongga dada, hingga penderita dapat mati mendadak.
  3. Pembuluh darah dalam otak mengalami penyempitan hingga otak sedikit/tidak mendapatkan darah, dan biasanya berakhir dengan kematian atau didahului dengan gejala-gejala: kelumpuhan, kebutaan, tuli, tidak bisa berbicara, mati sebelah, timbul perubahan kejiwaan pada penderita (dementia paralytica), dan terjadinya tabes dorsalis pada penderita yang disebabkan oleh rusaknya urat syaraf, biasanya terjadi pada usia 40-50 tahun dan kadang-kadang terjadi pada usia lebih muda.

Cara penularan

  1. Melalui kontak langsung, dengan hubungan seksual.
  2. Melalui kontak tidak langsung, seperti jarum suntik, tranfusi darah, atau benda-benada yang sudah terkontaminasi.

Cara pencegahan

  1. Yang ditujukan pada penderita, dengan pengobatan untuk menyembuhkan dan menghilangkan sumber penularan dengan cara : Case finding, yaitu mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan dan Contact tracing, yaitu menanyakan kepada penderita pada siapa saja telah menularkan, agar dapat diusut hingga pengobatan dapat segera diberikan.
  2. Yang ditujukan pada sumber penularan, yaitu dengan pendataan (regristasi) dan lokalisasi wanita tuna susila (WTS) agar dapat diberikan pengobatan secara periodik.
  3. Yang ditujukan kepada masyarakat, yaitu dengan cara memberikan penerangan pengetahuan tentang bahaya penyakit Sifilis (Syphilis) karena salah satu faktor insiden dari penyakit menular seksual (PMS) adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut, dan yang lebih penting patuhilah norma-norma/peraturan agama.
Baca Juga :   Memakan Harta Anak Yatim : Larangan dan Dampak

Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS)

Merupakan sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Untuk pertama kalinya penyakit ini ditemukan di Amerika Serikat tahun 1981, sedangkan jenis virusnya baru ditemukan tahun 1983 oleh ilmuwan Perancis, montagnier.

Gejala-gejala penyakit

Perjalanan penyakit lambat dan gejala-gejala AIDS baru timbul 10 tahun sesudah penderita terkena infeksi HIV, bahkan dapat lebih lama lagi, berikut gejala umum pada AIDS, diantaranya :

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau kelipatan paha.
  2. Berat badan turun sampai < 10% dari garis dasar.
  3. Demam berlangsung paling sedikit selama 1 bulan.
  4. Berkeringat hebat di waktu malam hari.
  5. Keletihan (kelelahan).
  6. Diare yang berlangsung paling sedikit 1 bulan.
  7. Nafas pendek serta batuk-batuk.
  8. Timbulnya bintik berwarna dadu sampai ungu pada bagian kulit penderita, termasuk di rongga mulut, hidung, atau kelopak mata. (Hal ini tidak ditemukan pada penderita AIDS wanita).

Penularan penyakit

Menurut laporan WHO, hingga 1 juli 1994 terdapat sejumlah 985,119 kasus AIDS di dunia, namun angka tersebut masih jauh dari angka prakiraan, karena saat ini diduga jumlah penderita AIDS di dunia telah mencapai 4 juta kasus dan lebih dari 16 juta kasus pengidap HIV dewasa dan 2 juta kasus AIDS anak-anak, hingga perkiraan pada tahun 2000 jumlah kasus akan meningkat menjadi 40 juta mengidap HIV dewasa dan 10 juta anak-anak. Perkembangan penyakit ini luar biasa cepatnya. Secara umum penularan penyakitnya dapat melalui :

  1. Kontak langsung, yaitu hubungan seksual, baik melalui vagina, anus, dan oral.
  2. Kontak tidak lansung, yaitu melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi HIV, seperti jarum suntik, peralatan kesehatan gigi dan darah (donor darah dari penderita AIDS).
  3. Melalui ibu hamil yang menderita AIDS, pada anak yang dikandungnya.

Pencegahan penyakit

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif untuk menyembuhkan AIDS/infeksi HIV. Berikut beberapa pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya:

  1. Hindari melakukan aktivitas seksual antar laki-laki, karena sangat beresiko tinggi terkena AIDS, kurang lebih 65%.
  2. Hindari melakukan aktivitas seksual dengan WTS atau berganti-ganti pasangan, karena resiko terkena AIDS kurang lebih 4% – 7%.
  3. Hindari transfusi darah atau donor darah dari pengidap AIDS, karena beresiko terkena AIDS, kurang lebih 4% – 5%.
  4. Hindari penggunaan obat, melalui injeksi jarum bekas, karena beresiko terkena AIDS, kurang lebih 5% – 10%.
  5. Hindari penggunaan peralatan orang lain, seperti; sikat gigi dan pisau cukur.
  6. Patuhilah norma-norma/peraturan agama.

Baca Juga : Pergaulan Tidak Sehat

 

Related posts