Menyimak Adalah, Pengertian, Jenis, Tujuan, Tahapan, Proses dan Metode

  • Whatsapp
Keterampilan Menyimak Adalah


Menyimak Adalah | Pengertian Menyimak | Pengertian Keterampilan Menyimak | Jenis Menyimak | Tujuan Menyimak | Tahapan Menyimak | Proses Menyimak | Metode Metode Menyimak |

Pengertian Menyimak Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :

  • Menurut Henry Guntur Tarigan, menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.
  • Menurut Kamidjan dan Suyono, menyimak adalah suatu proses mendengarkan lambang-lambang bahasa lisan dengan sungguh-sungguh penuh perhatian, pemahaman, apresiatif yang dapat disertai dengan pemahaman makna komunikasi yang disampaikan secara nonverbal.
  • Menurut Sutari dkk, Menyimak memiliki makna mendengarkan atau memperhatikan baik apaapa yang dikatakan orang lain.Selain itu,secara sederhana dapat dikatakan bahwa menyimak merupakan suatu peristiwa penerimaan gagasan,pikiran atau perasaan orang lain.

Berikut beberapa pengertian keterampilan menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :



  • Menurut Haryadi dan Zamzani, keterampilan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh anak manusia bila dilihat dari proses pemerolehan Bahasa.
  • Menurut Suhendar dan Supinah, Keterampilan menyimak merupakan keterampilan menangkap bunyi-bunyi bahasa yang diucapkan atau dibacakan orang lain dan diubahnya menjadi bentuk makna untuk terus dievaluasi,ditarik kesimpulan dan ditanggapi.
  • Menurut Iskndarwassid dan Dandang Sunendar, Keterampilan menyimak merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif, yang berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa melainkan sekaligus memahaminya.

Jenis Kemampuan Menyimak

Berikut beberapa jenis keterampilan menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Jenis Keterampilan Menyimak Menurut Henry Guntur Tarigan

Menyimak Ekstensif

Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu dibawah bimbingan langsung dari seorang guru. Pada umumnya menyimak ekstensif dapat dipergunakan untuk dua tujuan yang berbeda.

Menyimak ekstensif bisa juga disebut sebagai proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendengarkan siaran radio, televisi, percakapan orang di jalan, di pasar, kotbah di masjid dan sebagainya.



Beberapa jenis kegiatan menyimak ekstensif
  • Menyimak sosial (social listening) yaitu kegiatan menyimak yang dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial, di pasar, di jalan, dan sebagainya.
  • Menyimak sekunder (secondary listening) adalah kegiatan menyimak yang dilakukan secara kebetulan. Contoh menyimak sekunder yaitu pada saat kita belajar dan tiba-tiba kita mendengar suara anggota keluarga kita bercanda di ruang tamu, suara radio, televisi, atau suara-suara lain yang ada disekitar tempat tinggal kita.
  • Menyimak estetik (aesthetic listening) ataupun yang disebut menyimak apresiatif adalah kegiatan menyimak untuk menikmati atau menghayati sesuatu. Misalnya menyimak pembacaan puisi.
  • Menyimak pasif adalah kegiatan menyimak suatu bahasan yang dilakukan tanpa sadar

Menyimak Intensif

Menyimak intensif adalah menyimak yang dilakukan untuk memahami makna yang dikehendaki. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam menyimak intensif diantaranya yaitu menyimak intensif pada dasarnya menyimak pemahaman, menyimak intensif memerlukan tingkat konsentrasi pemikiran dan perasaan yang tinggi, menyimak intensif pada dasarnya memahami bahasa formal dan menyimak intensif memerlukan produksi materi yang disimak.

Jenis-Jenis yang Termasuk dalam Menyimak Intensif
  • Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak berupa pencarian kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. Pada umumnya menyimak kritis lebih cenderung meneliti letak kekurangan, kekeliruan, dan ketidaktelitian yang terdapat dalam ujaran atau pembicaraan seseorang.
  • Menyimak konsentratif (concentrative listening) sering juga disebut menyimak sejenis telaah. Menurut Dawson kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam menyimak konsentratif yaitu: (a) mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan; (b) mencari dan merasakan hubungan-hubungan, seperti kelas, tempat, kualitas, waktu, urutan, serta sebab-akibat; (c) mendapatkan atau memperoleh butir-butir informasi tertentu; (d) memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam; (e) merasakan serta menghayati ide-ide sang pembicara, sasaran, ataupun pengorganisasiannya; (f) memahami ide-ide sang pembicara; (g) mencari dan mencatat fakta-fakta penting.
  • Menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh sesuatu yang disimaknya.
  • Menyimak eksplorasif, menyimak yang bersifat menyelidik, atau exploratoty listening adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Dalam kegiatan menyimak seperti ini sang penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menjelajahi serta menemukan hal-hal baru yang menarik perhatian, informasi tambahan mengenai suatu topik dan isu, penggunjingan atau buah mulut yang menarik.
  • Menyimak interogatif (interrogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara karena penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan. Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara menginterogasi atau menanyai sang pembicara.
  • Menyimak selektif adalah menyimak secara cerdas dan cermat aneka ragam ciri-ciri bahasa yang berurutan (nada suara, bunyi, bunyi asing, bunyi-bunyi yang bersamaan, kata dan frase, serta bentuk-bentuk ketatabahasaan). Satusatunya cara yang mungkin membuat kita terbiasa dengan bentuk akustik bahasa ialah mendengarkannya atau menyimaknya secara selektif. Salah satu keuntungan utama menyimak secara selektif pada struktur-struktur ketatabahasaan ialah struktur-struktur yang diserap oleh proses ini cenderung membuat kebiasaan-kebiasaan dalam otak kita. Bahkan setelah kita berhenti menyimak pun, terutama bagi susunan kata-kata seperti itu, otak kita terus melanjutkan proses pengklasifikasian secara otomatis segala sesuatu yang telah kita dengar itu.

Tahapan Menyimak

Berikut beberapa tahapan menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :

  • Menyimak berkala, yang terjadi pada saat-saat sang anak merasakan keterlibatan langsung dalam pembicaraan mengenai dirinya;
  • Menyimak dengan perhatian dangkal karena sering mendapat gangguan dengan adanya selingan-selingan perhatian kepada hal-hal di luar pembicaraan;
  • Setengah menyimak karena terganggu oleh kegiatan menunggu kesempatan untuk mengekspresikan isi hati serta mengutarakan apa yang terpendam dalam hati sang anak;
  • Menyimak sarapan karena sang anak keasyikan menyerap atau mengabsorbsi hal-hal yang kurang penting, hal ini merupakan penjaringan pasif yang sesungguhnya;
  • Menyimak sekali-sekali, menyimpan sebentar-sebentar apa yang disimak; perhatian secara saksama berganti dengan keasyikan lain; hanya memperhatikan kata-kata sang pembicara yang menarik hatinya saja;
  • Menyimak asosiatif, hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan yang mengakibatkan sang penyimak benar-benar tidak memberikan reaksi terhadap pesan yang disampaikan sang pembicara;
  • Menyimak dengan reaksi berkala terhadap pembicara dengan membuat komentar atau mengajukan pertanyaan;
  • Menyimak secara saksama, dengan sungguh-sungguh mengikuti jalan pikiran sang pembicara;
  • Menyimak secara aktif untuk mendapatkan serta menemukan pikiran, pendapat, dan gagasan sang pembicara.

Proses Menyimak

Berikut beberapa penjelasan tentang proses menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :



  • Tahap Mendengar; dalam tahap ini kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atas pembicaraannya.
  • Tahap Memahami; setelah kita mendengar maka ada keinginan bagi kita untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara.
  • Tahap Menginterpretasi; penyimak yang baik, yang cermat dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi ujaran sang pembicara, dia ingin menafsirkan atau menginterpretasikan isi, butir-butir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu.
  • Tahap Mengevaluasi; setelah memahami atau dapat menafsir atau menginterpretasikan isi pembicaraan, penyimak pun mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan pembicara mengenai keunggulan dan kelemahan serta kebaikan dan kekurangan pembicara.
  • Tahap Menanggapi; tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak. Penyimak menyambut, mencamkan, dan menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya.

Tujuan Menyimak

Berikut beberapa tujuan menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :

Tujuan Menyimak Menurut Logan dan Shrope

  • Ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran pembicara; dengan perkataan lain, dia menyimak untuk belajar.
  • Ada orang yang menyimak dengan penekanan dan penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau dipagelarkan (terutama sekali dalam bidang seni); pendeknya, dia menyimak untuk menikmati keindahan audial.
  • Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai sesuatu yang dia simak (baik-buruk, indah-jelek, tepat-ngawur, logis-tak logis, dan lain-lain); singkatnya, dia menyimak untuk mengevaluasi.
  • Ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai sesuatu yang disimaknya itu (misalnya, pembicaraan cerita, pembacaan puisi, musik dan lagu, dialog, diskusi panel, dan perdebatan); pendek kata, orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan.
  • Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide, gagasan-gagasan, ataupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancer dan tepat. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting dan sangat menunjang dalam mengomunikasikan ide-idenya sendiri.
  • Ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dia dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat; mana bunyi yang membedakan arti (distignif), mana bunyi yang tidak membedakan arti; biasanya, ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicara asli (native speaker).
  • Ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis, sebab dari pembicara, dia mungkin memperoleh masukan berharga.
  • Selanjutnya, ada lagi orang yang tekun menyimak pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini diragukan; dengan perkataan lain, dia menyimak secara persuasif.

Metode Metode Menyimak

Berikut beberapa metode menyimak menurut para ahli, dari berbagai sumber :

  • Simak tulis

Dalam teknik ini, guru membacakan atau memperdengarkan sebuah wacana singkat (diperdengarkan cukup satu kali). Siswa mendengarkan dengan baik.

  • Simak Terka

Guru mempersiapkan deskripsi tentang suatu benda tanpa menyebutkan nama benda tersebut. Deskripsi itu dibacakan guru, siswa mendengarkan dengan baik kemudian siswa diminta menerka benda tersebut.

  • Simak Cerita

Guru mempersiapkan sebuah cerita yang menarik, kemudian membacakan cerita tersebut. Siswa mendengarkan dengan baik cerita yang dibacakan guru, kemudian siswa diminta menceritakan kembali cerita tersebut dengan katakatanya sendiri.

  • Bisik Berantai

Bisik berantai ini dapat digunakan untuk menguji kemampuan daya simak siswa dan kemampuan untuk menyimpan dan menyampaikan pesan kepada orang lain. Bisik berantai ini dapat dilakukan secara berkelompok. Pertamatama guru membisikkan suatu pesan kepada seorang siswa. Siswa yang bersangkutan diminta untuk membisikkan kepada siswa yang kedua dan seterusnya, siswa terakhir yang menerima pesan menuliskan pesan yang diterima di papan tulis atau mengucapkan pesan tadi dengan nyaring di hadapan teman sekelas.

  • Identifikasi Kata Kunci

Dalam menyimak suatu kalimat, paragraph atau wacana yang panjang, kita tidak perlu menangkap semua kata-kata tetapi cukup diingat kata-kata kuncinya saja. Kata kunci merupakan inti dari suatu kalimat, paragraf atau wacana yang panjang.

  • Identifikasi kalimat topik

Setiap paragraf dalam wacana minimal mengandung dua unsur yaitu kalimat topik dan kalimat pengembang. Kalimat topik bisa terdapat di awal, tengah dan akhir paragraf. Setelah selesai menyimak siswa disuruh mencari kalimat topiknya.

  • Merangkum

Mendengarkan bahan simakan yang agak panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah melalui merangkum. Merangkum berarti merangkum bahan yang panjang menjadi sesedikit mungkin. Namun, kalimat yang singkat tersebut dapat mewakili kalimat yang panjang.

  • Parafrase

Suatu cara yang digunakan orang dalam memahami isi puisi yaitu dengan cara mengartikan isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa. Siswa mendengarkan puisi yang dibacakan oleh guru. Setelah selesai, siswa mengartikan kembali isi puisi dalam bentuk prosa.

  • Menjawab Pertanyaan

Cara lain untuk mengajarkan menyimak yang efektif ialah dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, di mana, dan bagaimana yang diajukan sesuai dengan bahan simakan.

Related posts