Menjadi Shima

Humaidi, Dosen Sejarah UNJ

Wislahcom | Referensi | : Jika kita mengenal nama-nama raja di Nusantara, maka kita akan menemukan beberapa nama raja yang masyur dan menjadi identik dengan kerajaannya. Umumnya raja yang terkenal tersebut adalah laki-laki.

Mulawarman dari Kutai dikenal dengan kedermawanannya, Purnawarman dari Tarumanegara dengan gomatinya, Balaputradewa dikenal sebagai penerus Sriwijaya ketika Syailendra terusir dari Jawa, Jayabaya dengan ramalannya, Kartanegara populer karena perang melawan China, Ken Arok diketahui sebagai orang yang merebut Ken Dedes dan membunuh Tunggul Ametung, serta Hayam Wuruk yang dibantu Gajah Mada yang masyur karena menyatukan Nusantara. Ratu Shima, Raja Kalingga dikenal dengan cara berbeda. Ia satu-satunya raja yang masyur karena ketegasannya, karena keadilan dan kemakmuran rakyatnya.

Berita China dinasti T’ang pun mengabadikan ceritanya sebagai berikut:


Pada zaman dulu, hiduplah seorang ratu yang memerintah negerinya dengan tegas, Shima. Saking tegasnya, barang yang tergeletak di jalan tidak ada yang berani mengambilnya.

Penasaran dengan ketegasan sang ratu, Raja Da-zi mengirimkan sebuah tas yang berisi uang (versi lain emas). Tas itu diletakkan di perbatasan negara sang ratu (versi lain pasar). Meski melihat tas itu, orang-orang hanya melewatinya. Tak ada yang berani menyentuhnya. Tas itu tetap di sana hingga tiga tahun lamanya.

Suatu hari, putra mahkota tanpa sengaja menyentuh tas itu. Ratu Sima pun marah besar sampai ingin membunuh putranya itu. Namun, dia keburu dicegah para menterinya. “Kesalahanmu terletak di kakimu, karena itu sudah memadai jika kakimu dipotong,” kata sang ratu.


Para menteri kembali menghalanginya. Akhirnya, Ratu Sima memotong ibu jari kaki sang pangeran. Dengan sikapnya, dia ingin memberi contoh kepada rakyatnya. Raja Da-zi pun takut dan tak berani menyerang negara sang ratu.

Demikian berita china sebagaimana ditulis majalah historia online, binaan Kakak Bonnie Triyana.

Adapun masa hidup Ratu Shima bersamaan dengan Nabi Muhammad SAW. Ia lahir tahun 614M dan Nabi Muhammad wafat pada 632M, Ratu Shima memerintah Kalingga menggantikan suaminya pada 674M, bersamaan dengan kekhalifahan Usman bin Affan. Sementara itu, Romawi dipimpin Konstantin IV dan di China sedang berkuasa Kaisar Gaozong, kaisar lemah dinasti T’ang. Di zamannya, barangkali ialah satu2nya wanita penguasa yang perkasa.

Shima dikabarkan bukan orang jawa, melainkan berasal dari Musi, Sumatera. Ia juga diceritakan sebagai penganut Hindu yang mengayomi semua agama di wilayahnya. Bahkan Kalingga kemudian dicatat sebagai pusat penyebaran Buddha, dimana Hui Ning, biksu Buddha asal china pernah belajar kepada biksu Kalingga yang bernama Janabadra.

Deretan narasi mengenai Ratu Shima menunjukkan bahwa Kalingga adalah kerajaan yang menjunjung tinggi keadilan, memiliki perdagangan maju serta kerajaan yang menjadi rumah besar keragaman. Dan semuanya menjadi demikian hebat di bawah pemerintahan seorang perempuan.

Dan dari rahim Shima, lahirlah Parwati yang memiliki anak Sannaha dan kemudian beranak Sanjaya. Dari Sanjaya, berdirilah wangsa Mataram Kuna hingga dilanjutkan Rakai Panangkaran, Rakai Pikatan dan Mpu Sindok. Raja yang terakhir kemudian memindahkan kerajaan ke Medang. Kerajaan tersebut kemudian dilanjutkan hingga Darmawangsa dan kemudian Airlangga. Shima adalah ibu dari raja-raja jawa pra-singasari.

14 abad sudah berlalu, Ratu Shima tetap dikenang. Semangatnya terus hidup melampaui zaman demi zaman. Dan perempuan-perempuan perkasa masih terus dilahirkan, walaupun banyak juga yang menghabiskan waktu luluran dan skincarean, sambil twitteran dan bermimpi jadi selebgram.

Related posts