Lailatul Qodar; Keutamaan, Tanda, dan Hikmahnya

  • Whatsapp
Lailatul Qodar; Keutamaan, Tanda, dan Hikmahnya

Oleh: Sofyan Sachuri, Lc., M.Pd, Alumni Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Lailatul Qodar selalu ditunggu-tungu umat Islam setiap bulan Ramadhan. Allah swt sengaja merahasiakan kapan tepatnya malam istimewa tersebut. Kendati demikian, Allah swt melalui lisan Rasul-Nya memberikan beberapa tanda datangnya malam mulia itu.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana al-Quran diturunkan, dan tepatnya di malam lailatul Qodar, hal itu ditegaskan dalam ayat yang terdpat dalam surat al-Baqarah, ” Ramadhan adalah Bulan yang di bulan itu al-Quran diturunkan”. kemudian prihal kapan al-Quran diturunkan pada saat malam lailatul qodar disebutkan dalam surat al-Qodr, “sesungguhnya kami telah menurukannya pada malam lailatul qodar”. Menurut Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari, turunnya al-Quran pada waktu yang telah ditentukan menunjukkan kemuliaan waktu tersebut.

Para ulama berbeda pendapat terkait makna kata Qodar yang diidhofahkan pada kata lail pada surat al-Qodar tersebut, Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kata ‘Qodar’ bisa berarti agung atau mulia (ta’dzim) hal itu disebabkan karena saat itu para malaikat turun atau turunya keberkahan, kasih sayang, dan ampunan atau sesiapa yang menghidupkan di malam itu akan mendapatkan kemuliaan. pendapat lain menyebutkan bahwa kata ‘qadar’ dapat diartikan sebagai kesempitan atau dengan kata lain samar (tadhyiq). Maksudnya adalah keberadaan malam itu dirahasiakan atau karena bumi menjadi sempit lantaran dipenuhi oleh malaikat yang turun ke bumi. Sedangkan menurut Imam Nawawi, kata ‘qadar’ dengan dibaca fathah huruf dal nya memiliki arti bahwa di malam tersebut rezeki, umur, dan lainnya ditakdirkan, ditentukan kembali oleh para malaikat. Sehingga, diharapkan kita dapat beroda yang baik di malam itu, agar takdir kita menjadi takdir yang baik di tahun itu.

Baca Juga :   Dzikir-dzikir Agar Memperoleh Malam Lailatul Qadar

Keutamaan malam lailatul qadar sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, di dalam surat al-Qadar sudah cukup jelas bahwa satu malam lailatul qadar memiliki nilai yang sebanding dengan seribu bulan yang tidak terdapat malam lailatul qadar. Sehingga, sesiapa yang pada malam tersebut beribadah dan menggunakan malam tersebut dengan amal yang soleh maka diprediksi yang berasangkutan akan mendapatkan keutamaan malam tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulallah pernah bersabda “Barangsiapa Qoma (shalat, ibadah dan lainnya) di malam lailatul qodar dengan keimanan dan mengharapkan ridha Allah maka akan diampuni dosa yang telah berlalu dan yang akan datang”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Saking utama dan  mulianya malam tersebut Rasulallah mewanti wanti kepada para sahabat saat itu untuk benar benar mencarinya. Banyak hadis yang meriwayatkan untuk mencari malam tersebut. Rasulallah bersabda, “Carilah malam lailatul qadar di sepuluh akhir dari bulan ramadhan”, dalam satu riwayat disebutkan bahwa, “Carilah malam lailatul qadar di (tanggal) ganjil di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :   Bulan Ramadhan : Amalan Waktu Sahur

Teradapat perbedaan di kalangan ulama mengenai keberadaan malam lailatul qadar di bulan ramadhan tersebut, ada yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar di simpan dari awal bulan ramadhan samapai ke akhir, ada yang menghitungnya dari tanggal sebelas bualn ramadhan dan pendapat mayoritas ulama adalah pada tanggal ganjil di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. Pendapat terakhir ini adalah pendapat yang banyak diikuti oleh mayoritas ulama dan berdasarkan banyak riwayat hadis.

Adapun tanda-tanda malam lailatul qodar, menurut Ibnu Hajar bahwa tanda malam lailatul qadar bisa dilihat setelah malam itu terjadi. Adapaun tandanya adalah suasana pagi yang tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah. Cahaya mentari redup cerah tak bersinar kuat. hal itu didasarkan pada beberapa riwayat hadis mengenai tanda-tanda  malam lailatul qadar.

Adapula yang berpendapat bahwa seoang hambah yang mendapatkan lailatul qadar adalah merasakan kelezatan ibadah pada malam harinya.

Yang perlu menjadi catatan seputar lailatul qadar ini adalah, pertama, kita diminta untuk sungguh-sungguh dalam mencarinya. Yang perlu digaris bawahi adalah bukan pada tanggal ganjilnya melainkan pada kata taharru atau bersungguh-sungguh untuk menemukan lailatul qadar. Kesungguhan ini ada yang dimulai dari awal Ramadhan, ada yang dari tanggal 11 dan ada pula dari tanggal 21 di bulan Ramadhan. Hal itu akan berbeda secara logaika, ibarat lomba lari yang paling awal memulai tentu dia adalah orang yang memiliki banyak kesempatan mendapatkannya. Oleh karena itu, tanpa mengabaikan hadis yang menyebutkan unutk mencari lailatul qadar di tanggal ganjil di sepuluh terakhir, yang terpenting adalah bersungguh-sungguhnya, sebab, kalau kita bersungguh-sungguh insyaallah kesempatan dalam mendapatkan lailatul qadar lebih banyak.

Baca Juga :   Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin

Yang kedua adalah, dalam hal tanda  lailatul qadar dan mendapatkannya ada yang perlu diperlu dicatat yaitu hamba Allah yang menghidupkan malam-malam Ramadhannya, memungkinkan baginya mendapatkan Lailatul Qadar tanpa dia ketahui tanda malam mulia tersebut, sebab menurut Imam Thabari mengetahui tanda lailatul qadar bukan sesuatu yang pasti dan dapat dirasakan semua orang yang menghidupkan malam tersebut. Sehingga, bisa saja seseorang mendapatkan malam mulia itu dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tandanya. Atas dasar itu, dalam hasyiah as-Shawy dijelaskan bahwa jika seseorang mendapatkan lailatul qadar atau mengetahui tandanya sebaiknya ia tetap tidak menyampaikan kepada orang lain, dengan tujuan untuk menjaga hati orang lain itu dan tidak menimbulkan iri hati.

yang terakhir, mengenai hikmah dirahasiakannya malam mulia itu, adalah dengan  tujuan agar setiap muslim dan muslimah untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam menajalankan ibadah puasa Ramadhan, diisnya dengan amalan-amalan yang membuat Allah dan RasulNya ridah dengan semata-mata mengharap Ridah dari Allah swt.

Related posts