Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 10 Kurikulum Merdeka

KUNCI JAWABAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Pada postingan ini, kami memberikan Kunci Jawaban untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA yang terdapat pada Halaman 10 dalam Kurikulum Merdeka. Informasi ini sangat penting bagi siswa yang sedang belajar dan membutuhkan panduan dalam memahami materi yang diajarkan di kelas. Namun, perlu diingat untuk bijak dalam memanfaatkan kunci jawaban ini. Fungsi pertanyaan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 adalah untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Adalah penting bagi guru untuk mengetahui secara objektif sejauh mana siswa memahami materi yang disampaikan. Oleh karena itu, Kunci Jawaban ini sebaiknya dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran siswa. Bagi orang tua yang membantu anaknya dalam tugas, diharapkan bahwa pengajaran yang diberikan adalah bagian dari pendidikan anak agar dapat berkembang lebih baik dalam memahami materi Bahasa Indonesia Kelas 11.

Khusus untuk para guru Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA, kami menyediakan Kunci Jawaban ini sebagai sumber referensi. Selain itu, melalui wislah.com, kami turut aktif dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Kami berpartisipasi dalam berbagai aspek kurikulum ini, termasuk menyediakan Buku Paket Siswa dan Guru, Modul Ajar Guru, Materi Ajar untuk semua mata pelajaran, dan berbagai informasi lainnya.


Dengan menyediakan informasi ini, kami berharap dapat memberikan sumbangsih dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Kami berharap agar referensi ini dapat tersebar merata dan memberikan manfaat kepada para pelajar di berbagai daerah. Doa kami agar wislah.com terus tumbuh dan berkembang, sehingga niatan kami untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam dunia pendidikan dapat tercapai dengan baik. Terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 36, 37 Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 10

Kegiatan 2

Menentukan pola pengembangan paragraf.

Pola pengembangan paragraf deduksi adalah apabila kalimat utama terletak di awal paragraf dan diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Namun, apabila sebuah paragraf diawali dengan kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat utama, pengembangan seperti ini dinamakan pengembangan paragraf induksi.

Berikut contoh pola pengembangan paragraf deduksi.

Indonesia merupakan negara besar yang sedang giat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya. Untuk meningkatkan perekonomian tersebut, Indonesia giat meningkatkan kegiatan produksi di segala sektor, khususnya sektor pangan. Pemerintah didukung oleh masyarakat sedang berusaha memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia. Kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya sangat besar tersebut diharapkan bisa dipenuhi dari produk pangan lokal. Produk pangan lokal akan dipasok oleh petani­petani Indonesia yang mengolah lahan pertanian dengan cara modern dan menggunakan teknologi terbaik. Tugas pemerintah kemudian adalah membantu para petani dalam upaya meningkatkan hasil produksi pangan dari setiap musim panen.

Paragraf berikut merupakan contoh pengembangan paragraf induksi.

Berbagai jenis panganan tradisional yang kita kenal menggunakan pati sagu sebagai bahan dasarnya. Untuk mendapatkan pati sagu harus melalui beberapa tahap atau proses. Pertama­tama dilakukan pemilihan pohon yang akan ditebang yang biasanya sudah berusia sekitar 8­10 tahun. Setelah pohon ditebang, dilakukan proses pembersihan batang pohon dan pemotongan batang pohon menjadi lebih kecil yang disebut tual. Tual tersebut dibawa keluar dari kebun dan akan mengalami proses pemarutan dengan mesin parut. Serbuk hasil parutan tadi ditampung di dalam sebuah bak yang berisi air yang akan dikeluarkan melalui sebuah pipa yang telah diberikan saringan sehingga menjadi sagu cair. Sagu cair tersebut kemudian didiamkan kurang lebih selama dua minggu hingga membeku dan menjadi sagu basah. Sagu basah itu kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sehingga menjadi tepung sagu. Begitulah proses panjang yang dilalui dari sebatang pohon sagu hingga akhirnya dapat menjadi pati sagu dan siap diolah menjadi berbagai macam jenis pangan.

Kerjakanlah latihan di bawah ini secara berkelompok. Satu kelompok terdiri atas 4-5 siswa!

1. Jawablah soal benar atau salah di bawah ini! (lihat tabel dibuku siswa Bahasa Indonesia Halaman 10)

2. Identifikasilah pola pengembangan paragraf deduksi atau induksi paragraf-paragraf di bawah ini!

a. Pemerintah lewat Kementerian Pertanian berniat menambah luas lahan sawah guna menciptakan ketahanan pangan nasional. Hal ini dirasa penting karena banyak lahan pertanian yang mengalami alih fungsi. Ketahanan pangan ini dirasa mendesak untuk segera dilakukan karena krisis yang melanda seluruh bangsa-bangsa di dunia akibat pandemi Covid-19. Setiap bangsa harus segera memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak bisa bergantung pada impor dari bangsa lain. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang terutama menyangkut daerah mana di Indonesia yang layak untuk segera dibuka menjadi lahan pertanian baru.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 40, 41 Kurikulum Merdeka

b. Buah lokal dipercaya lebih sehat dan segar dibandingkan buah impor. Hal ini disebabkan buah impor yang masuk ke Indonesia memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengirimannya. Seperti buah apel yang diimpor dari Amerika. Mereka butuh waktu lebih dari tiga minggu untuk sampai ke tanah air. Hanya dengan proses pengawetan buah tersebut akan tetap segar ketika sampai ke masyarakat Indonesia. Dengan alasan itulah, mengonsumsi buah lokal dirasa lebih menyehatkan karena pastinya tidak ada unsur pengawet.

c. Gerakan mencintai barang dalam negeri semakin lantang digaungkan. Buah dan sayur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia juga menjadi fokus gerakan. Namun, sejumlah permasalahan masih terus mengganjal. Baru-baru ini Menteri Pertanian mengatakan bahwa tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih rendah.Tingkat konsumsi buah lokal masyarakat Indonesia belum mencapai 40 kg per kapita setiap tahun, padahal seharusnya lebih dari 65 kg per kapita per tahun. Permasalahan yang lain seperti volume produksi dari tingkat petani. Selama ini, produksi buah-buahan lokal masih dari usaha yang bersifat pekarangan, bukan perkebunan besar. Dengan kondisi tersebut, volume produksi buah-buahan lokal Indonesia juga menjadi terbatas.


d. Kota Batu, Malang, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai penghasil apel. Namun, ternyata kota sejuk di Kota Malang tersebut juga menghasilkan ketela khas yang sangat disukai oleh masyarakat Jepang, yaitu ketela ungu. Para petani di Batu, Malang bahkan hampir setiap bulan mengekspor jenis umbi ini. Masyarakat Jepang sangat suka mengonsumsi umbi ungu karena banyak manfaat kesehatan yang ada pada kandungan umbi ungu ini. Beberapa manfaat mengonsumsi umbi ungu adalah bisa mencegah penyakit asma, kanker, bahkan diabetes. Memang sangat luar biasa pada saat kita suka mengonsumsi produk makanan asing seperti beberapa jenis makanan cepat saji yang belum tentu sehat untuk tubuh kita. Ternyata makanan produk lokal Indonesia disukai oleh orang Jepang. Jadi, tunggu apa lagi. Mulailah mengonsumsi produk makanan lokal Indonesia karena ternyata banyak manfaat kesehatan yang kita dapatkan dari produk makanan lokal kita.

3. Tulislah sebuah paragraf dengan pola pengembangan deduksi dan sebuah paragraf dengan pola pengembangan induksi. Setiap paragraf minimal terdiri atas tujuh kalimat dengan tema tempe sebagai sumber makanan protein nabati. Untuk membantumu dalam menyusun kedua paragraf tersebut bisa menggunakan kosakata di bawah ini!

a. murah

b. protein

c. kedelai

d. sehat

e. fermentasi

f. masyarakat

g. makanan

h. nabati

4. Berdasarkan teks yang berjudul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”, tentukan pola pengembangan paragraf yang digunakan dalam setiap paragrafnya!

Jawaban :

1. Melengkapi tabel dengan pertanyaan benar atau salah.

a. salah

b. salah

c. benar

d. benar

e. benar

2. Mengidentifikasi pola pengembangan paragraf.

a. deduksi

b. induksi

c. deduksi

d. induksi

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 41, 42 Kurikulum Merdeka

3. Menulis pola pengembangan paragraf deduksi dan induksi menggunakan kosakata yang disediakan.

Paragraf Deduksi

Tempe telah menjadi makanan yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, bahkan menjadi salah satu asupan sumber protein nabati. Setiap tempe yang kita konsumsi ternyata mengandung banyak zat bergizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Kandungan gizi tersebut seperti terdapat karbohidrat, kalori, protein nabati, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Menurut beberapa penelitian protein nabati yang terdapat dalam tempe lebih baik bagi tubuh dibanding dengan sumber protein hewani.

Paragraf Induksi

Tempe sudah menjadi asupan makanan yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia. Tahukah Anda bahwa dalam tempe terdapat banyak serat dan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita? Serat dan zat tersebut seperti karbohidrat, kalori, dan protein nabati. Tempe yang menghasilkan protein nabati dipercaya lebih baik sebagai sumber suplai protein dibanding dengan sumber protein hewani seperti daging sapi. Oleh karena itu, tempe sebagai produk pangan lokal Indonesia harus dikembangkan dan diproduksi dengan teknologi modern supaya menjadi produk andalan Indonesia.

4. Pola pengembangan paragraf pada teks “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”

ó Paragraf 1: Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat sekarang ini. (pengembangan deduksi)

ó Paragraf 2: Melansir data Badan Pusat Statisik (BPS), impor beras mencapai 2,25 juta ton pada 2018. (pengembangan deduksi)

ó Paragraf 3: Ketergantungan pada beras juga menjadi ironi di tengah besarnya kekayaan sumber daya alam negeri ini berupa ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi. (pengembangan deduksi)

ó Paragraf 4: Penyeragaman konsumsi beras di Indonesia membuat makanan pokok lokal terabaikan. (pengembangan induksi)

ó Paragraf 5: Dengan demikian konsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat lain pun diharapkan terus meningkat. (pengembangan induksi)

ó Paragraf 6: Kementerian Pertanian mengajak seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk bersinergi menguatkan gerakan diversifikasi pangan ini dalam upaya mengukuhkan ketahanan pangan. (pengembangan deduksi)

ó Paragraf 7: Upaya diversifikasi pangan lokal ini ditargetkan menurunkan konsumsi beras dari 94,9 kg per kapita per tahun menjadi 85 kg per kapita per tahun pada 2024. (pengembangan deduksi)

ó Paragraf 8: Pemerintah tidak bisa tiba-tiba memaksakan kebijakan diversifikasi pangan jika produksi pangan lokal, seperti umbi-umbian, di setiap wilayah belum bisa ditingkatkan. (pengembangan deduksi)

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 45 Kurikulum Merdeka

Penutup

Dalam mengakhiri tulisan ini, kami ingin menekankan bahwa Kunci Jawaban yang kami sajikan sebagai bagian dari proses pembelajaran merupakan alat bantu untuk memahami materi Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kunci jawaban semata. Siswa perlu terlibat aktif dalam proses pembelajaran, bertanya kepada guru, dan melakukan diskusi dengan teman-teman sekelas.

Bagi guru, kami mengingatkan bahwa kunci jawaban ini sebaiknya digunakan sebagai panduan dan referensi tambahan dalam menilai pemahaman siswa. Proses pembelajaran yang interaktif dan komunikatif tetap menjadi inti untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas.

Bagi orang tua, semangat membantu anak dalam belajar sangat diapresiasi. Namun, lebih dari sekadar memberikan kunci jawaban, melibatkan diri dalam pemantauan dan mendukung anak untuk membangun kebiasaan belajar yang baik adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Terakhir, kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menggunakan dan mendukung wislah.com. Semoga upaya kami dalam menyediakan informasi pendidikan dapat terus memberikan kontribusi positif untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Doa kami adalah agar setiap langkah menuju pengetahuan dan kebijaksanaan dapat membawa dampak positif bagi masa depan yang lebih cerah. Terima kasih.

Related posts