Sahabat Abu Bakar Sidiq : Biografi, Menjadi Khalifah dan keberhasilan

  • Whatsapp
Sahabat Abu Bakar Sidiq : Biografi, Menjadi Khalifah dan keberhasilan.


Wislah : Pernah mendengar tentang Sahabat Abu Bakar as-Shiddiq? Sahabat Abu Bakar as-Shiddiq merupakan sahabat Rasulullah Saw yang jujur, setia kawan, dermawan, bijaksana dan sangat mencintai Rasulullah Saw serta beliau merupakan sosok khalifah yang memimpin umat islam dengan penuh kemuliaan dan keteladanan.

Masih bingung, tentang cerita Sahabat Abu Bakar as-Shiddiq.

Simak penjelasan berikut ini tentang : Biografi Sahabat Abu Bakar as-Sidiq, Abu Bakar as-Siddiq Menjadi Khalifah dan Keberhasilan Abu Bakar as-Siddiq.



Biografi Sahabat Abu Bakar as-Shiddiq

Abu Bakar lahir pada tahun ketiga tahun gajah (573 M) atau tiga tahun lebih muda dari Rasululah Saw. Abu Bakar mempunyai nama asli Abdullah ibnu Abi Quhafah Ustman bin Amir bin Amru bin Sa’d bin Taim bin Murrah at Tamimi. Singkatnya Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi. Garis keturunannya bertemu dengan garis keturunan Rasulullah Saw pada Murrah bin Kaab yaitu kakek yang ketujuh.

Di masa Jahiliah (sebelum masuk Islam) ia bernama Abdul Ka’bah. Kemudian setelah masuk Islam namanya diubah oleh Nabi Muhammad Saw menjadi Abdullah. Nama panggilannya banyak di antaranya adalah Abu Bakar as-Shiddiq, Al-Atiq, Abdullah, dan Abu Khuhafah. Namun yang paling terkenal adalah Abu Bakar as-Shiddiq.

Abu Bakar artinya pelopor pagi hari. Ia adalah laki-laki yang mempelopori masuk Islam dengan segera setelah Rasulullah Saw menerima wahyu. Nama julukan inilah yang kemudian sering banyak dipakai.



Abu Bakar mendapat gelar kehormatan di belakang namanya yakni gelar as Shiddiq yang berarti orang yang jujur dan membenarkan Rasulullah Saw. Beliau memang dikenal orang yang selalu membenarkan Rasulullah Saw. terutama dalam peristiwa Isra Mikraj. Di tengah pertentangan, ejekan dan ketidakpercayaan orang kafir, Abu Bakar adalah orang yang paling gencar membenarkan peristiwa Isra Mikraj ini. Karena itu, dibelakang nama beliau diberi gelar as-Shiddiq, lengkapnya Abu Bakar as-Shiddiq.

Pada masa Jahiliah Abu Bakar adalah seorang pedagang yang sukses. Ia banyak melakukan perjalanan dagang dan termasuk orang yang sangat giat dan tekun. Setelah masuk Islam, ia menggunakan hartanya untuk menopang perjuangan Rasulullah Saw Karenanya, Abu Bakar termasuk sahabat yang dermawan.

Abu Bakar adalah orang yang jujur dan baik hati. Ketika Rasulullah Saw mendakwahkan Islam, ia langsung menerima ajaran tersebut dengan penuh keyakinan (sidiq). Ia sangat mencintai Islam dan berusaha keras menyebarkannya, terutama kepada sahabat-sahabat dekatnya. Di antara sahabat dekat Abu Bakar yang masuk Islam adalah Utsman bin Affan, Zubeir bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.



Abu Bakar juga menyayangi para sahabat lainnya dan rela berkorban demi mereka (setia kawan). Di antaranya dibuktikan dengan kerelaannya memerdekakan Bilal bin Rabah. Waktu itu, sahabat Bilal yang berstatus budak, masuk Islam. Namun kemudian tuan pemiliknya mengetahui dan menyuruh sahabat Bilal keluar dari Islam. Sahabat Bilal menolak. Akhirnya Bilal disiksa dengan kejam. Mengetahui hal ini sahabat Abu Bakar rela mengeluarkan hartanya demi membebaskan Bilal dari statusnya sebagai budak. Sejak saat itu, Bilal menjadi orang merdeka.

Abu Bakar juga sangat santun dan bijaksana, namun tetap tegas dan teguh memegang prinsip. Para sahabat lain mengagumi dan menghormatinya. Posisinya sebagai bangsawan kaya yang mengayomi para sahabat, menjadi penguat sahabat-sahabat lain yang mengalami cercaan, gangguan, dan siksaan kaum kafir Makkah.

Abu Bakar adalah sahabat karib Rasulullah Saw yang setia dan mencintai Rasulullah Saw. Begitu setia dan cintanya kepada Rasulullah Saw sehingga ia rela mempertaruhkan harta dan nyawa demi membela Rasulullah Saw. Hal ini dibuktikan saat Allah Swt memerintahkan hijrah, ia tidak hijrah ke Madinah mengikuti sahabat-sahabat lain yang berangkat lebih awal. Tetapi ia setia menemani Rasulullah Saw yang berangkat hijrah beberapa waktu kemudian.

Di malam keberangkatan hijrah Rasulullah Saw, ia rela mempertahankan nyawa dengan menemani Rasul yang akan dibunuh sekelompok kaum kafir Makkah bersenjata. Ia terus saja melakukan perjalanan melewati terjalnya bukit Tsur. Untuk menghindari kejaran kaum kafir Makkah, Abu Bakar bersama Rasulullah Saw istirahat sementara di Goa Tsur. Saat kaum kafir sampai di depan gua Tsur, sahabat Abu Bakar sangat khawatir terhadap keselamatan Rasulullah Saw. Namun Rasulullah Saw meyakinkan sahabat Abu Bakar bahwa Allah pasti akan menolong. Benar yang disampaikan Rasulullah Saw. Allah SWT menurunkan laba-laba di mulut goa dan bersarang di sana. Kaum kafir pun tidak jadi memasuki goa karena menyangka tidak mungkin Rasulullah Saw berada di dalam goa karena dimulut goa terdapat sarang laba-laba.

Begitu cintanya kepada Rasulullah Saw hingga saat Rasulullah Saw tidur di pangkuannya, ia tidak berani bergeser dan bergerak. Bahkan saat ia digigit serangga pun, ia tidak bergerak, karena khawatir Rasulullah Saw akan terbangun.

Sahabat Abu Bakar Menjadi Khalifah

Sahabat Abu Bakar dipilih menjadi khalifah menggantikan Rasulullah Saw oleh mayoritas sahabat. Proses pemilihan diawali musyawarah di Tsaqifah Bani Sa’idah. Padawaktu itu, sahabat Ansar dan Muhajirin berkumpul untuk menentukan khalifah. Baik sahabatAnsar maupun Muhajirin mengemukakan pendapatnya dan merasa paling berhak menjadikhalifah.

Namun sahabat Abu Bakar menengahi perbedaan pendapat tersebut danmencalonkan sahabat Umar bin Khatab dan Abu Ubadah bin Jarah, namun keduanyatidak bersedia dicalonkan. Kemudian serta merta Basyir bin Saad dari kaum Ansar menjabattangan Abu Bakar dan membai’atnya sebagai pemimpin. Bai’at ini kemudian diikutioleh para sahabat yang hadir. Bai’at inilah yang kemudian dikenal dengan bai’at Saqifahatau bai’at di balai pertemuan. Saat diangkat khalifah, sahabat Abu Bakar berusia 61 tahun.

Keesokan harinya, sahabat Abu Bakar naik mimbar di masjid Nabawi dan kaummuslimin menyepakati kekhalifahan Abu Bakar. Mereka mempercayai Abu Bakar sebagai pemimpin sepeninggal Rasulullah Saw karena Abu Bakar termasuk orang yangpertama masuk Islam, sangat dekat dengan Rasul, jujur, adil, arif dan bijaksana, tegas, danberwibawa.

Di samping itu, waktu Rasul sakit, Abu Bakarlah yang diperintah Rasul untukmenggantikan menjadi imam Salat. Dari peristiwa ini menunjukkan, bahwa RasulullahSaw sangat mempercayai Abu Bakar. Bahkan sebagian sahabat menafsirkan bahwa peristiwaini adalah isyarat dari Rasulullah Saw bahwa Abu Bakar akan menggantikan RasulullahSaw memimpin umat Islam.

Setelah diangkat menjadi khalifah, beliau berpidato di depan kaum muslimin semua.Berikut isi pidato Abu Bakar: “Wahai manusia! Saya telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu. Maka jika akumenjalankan tugasku dengan baik, ikutilah aku. Tetapi jika aku berbuat salah, makabetulkanlah. Orang yang kamu pandang kuat, saya pandang lemah, sehingga akudapat mengambil hak dari padanya. Sedang orang yang kamu pandang lemah, sayapandang kuat, sehingga saya dapat mengembalikan haknya kepadanya. Hendaklahkamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan rasul-Nya, tetapi bilamana akutiada menaati Allah dan Rasul-Nya, maka kamu tidak perlu menaatiku”.

Sahabat Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun yakni dari tahun 10 Hsampai dengan tahun 12 H. Khalifah Abu Bakar dikenal dengan sahabat yang jujur,sangat teguh membela kebenaran, mempunyai prinsip yang kuat, adil dan bijaksana,serta dermawan. Sebagai khalifah, dalam memutuskan perkara, sahabat Abu Bakar melakukan musyawarah dengan para sahabat lainnya.

Keberhasilan Sahabat Abu Bakar as-Shidiq

Pada masa kepemimpinannya, khalifah Abu Bakar berhasil mengukir prestasiyakni:

  1. Menertibkan gerakan kaum murtad yang keluar dari Islam
  2. Menertibkan orang-orang yang tidak mau membayar zakat
  3. Menumpas gerakan nabi palsu
  4. Membukukan Al-Qur’an

Related posts