Apa Itu Investasi ? Awas… Salah Pahami Konsepnya, Jadi Korban !

  • Whatsapp
Konsep Investasi Adalah

Wislah Konsep investasi : Korban invetasi bodong di Indonesia tergolong cukup besar. Menariknya besaran angka korban tidak membuat kapok atau setidaknya menjadi pembelajaran bagi yang lainnya .

Terlebih era digital sekarang, banyak sekali bujuk rayu investasi bodong memalui email, whatsapp, dan berbagai sosial media lainnya.

Nah, untuk menghindarkan diri kita menjadi korban, dan kita berinvetasi secara baik, informasi tentang investasi secara menyeluruh jadi penting.

Berikut adalah gambaran menyeluruh tentang inevtasi.  

Pengertian Investasi

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, dalam Standar Akuntansi Keuangan, Investasi Adalah suatu aset yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

Menurur Jogiyanto, investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang efesien selam periode waktu tertentu.

Menurut Tandelilin, Investasi Adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang.

Menurut Kamarudin, Investasi Adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut

Menurut  Mulyadi , Investasi Adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.

Menurut  Supriyono, Investasi Adalah penanaman modal atau pemilikan sumber-sumber dalam jangka panjang yang akan bermanfaat pada beberapa periode akuntansi yang akan datang.

Menurut  Halim, Investasi Adalah penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.

Menurut Sunariyah, Investasi Adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang.

Baca Juga : Saham Syariah : Pengertian, Kategori, Akad, Resiko Investasi dan Daftar Emiten Saham Syariah

Tujuan Investasi

Menurut Tandelilin, beberapa tujuan dari investasi antara lain :

1. Untuk mendapatkan kehidupan yang layak di masa yang akan datang. Seorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang

2. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pegaruh inflasi.

3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

Baca Juga : Saham Adalah ? Penjelasan Lengkap Tentang Investasi Saham

Jenis Investasi

Menurut Sunariyah, investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama yaitu :

1. Investasi dalam bentuk aktiva riil (real asset) berupa aktiva berwujud seperti emas, perak, intan, barang-barang seni dan real estate.

2. Investasi dalam bentuk surat-surat berharga (financial asset) berupa surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh entitas. Pemilihan aktiva financial dalam rangka investasi pada sebuah entitas dapat dilakukan dengan dua cara:

a. Investasi Langsung (direct investment) Investasi langsung dapat diartikan sebagai suatu pemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu entitas yang secara resmi telah go public dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berupa penghasilan dividen dan capital gain.

b. Investasi tidak langsung (indirect investment) Investasi tidak langsung terjadi bilamana surat-surat berharga yang dimiliki diperdagangan kembali oleh perusahaan investasi (investment company) yang berfungsi sebagai perantara.

Hampir sama, Hartono membagai investasi menjadi dua tipe, yaitu :

Investasi Langsung

Investasi ini berupa pembelian langsung aktiva keuangan suatu perusahaan. Investasi langsung dapat dilakukan pada :

a. Pasar uang (money market), berupa aktiva yang mempunyai risiko gagal kecil, jatuh tempo pendek dengan tingkat cair yang tinggi seperti Treasury bill (T-bill).

b.Pasar modal (capital market), berupa surat-surat berharga pendapatan tetap (fixed-income securities) dan saham-saham (equity income).  

c. Pasar turunan (deverative market), berupa opsi (option) dan futures contract.

Investasi Tidak Langsung

Investasi tidak langsung merupakan pembelian saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan lain. Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya kepada publik dan menggunakan dana yang diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya.

Related posts