Hasil Riset: Lima Prodi dengan Putus Kuliah Tertinggi

  • Whatsapp
Lima Prodi dengan Putus Kuliah Tertinggi

Hasil Riset: Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemendikbud, secara resmi merilis data angka putus kuliah di seluruh Indonesia pada tahun 2020. Hasilnya cukup mencengangkan, di mana 7 persen mahasiswa atau setara dengan 602.208 mahasiswa dari total yang terdaftar sebanyak 8.483.213, mengalami putus kuliah. Angka tersebut mengalami penuruan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai angka 8 persen.

Makna mahasiswa putus kuliah sendiri menurut PDDikti terdapat tiga kategori; mahasiswa dengan jenis keluar dikeluarkan, putus sekolah, dan mengundurkan diri.

Lalu program Studi apa saja yang mengalami angka putus kuliah tertinggi?  

Prodi dengan rasio angka putus kuliah tertinggi adalah Prodi Manajamen Retail, hanya pada kelompok PTS dan hanya pada provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah rasionya sebanyak 14,26 atau perbandingan 14 orang mahasiswa putus kuliah dan satu orang mahasiswa terdaftar. Angka putus kuliah tertinggi dari Prodi Manajemen Informatika terdapat pada provinsi Jawa Barat.

Pada jenjang S-2 dan S-3 rasio angka putus kuliah tertinggi berturut-turut terdapat pada Prodi administrasi negara dan Prodi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup.

Baca Juga :   Hasil riset : Usia 70-an Masih Memproduksi Neuron

Pada jenjang D-3, Prodi Komputer Multimedia merupakan Prodi yang memiliki rasio angka putus kuliah tertinggi dengan perbandingan 5 orang mahasiswa putus kuliah dan 1 orang mahasiswa terdaftar. Angka putus kuliah tertinggi dari Prodi Komputer Multimedia terdapat pada provinsi Jawa Timur.

Sedangkan pada jenjang D-4, Prodi Manajemen Informatika merupakan Prodi yang memiliki rasio angka putus kuliah tertinggi dengan perbandingan 1 orang mahasiswa putus kuliah dan orang mahasiswa terdaftar.

Jika dibandingkan antara rasio putus kuliah di PTS, PTN, PTK, dan PTA maka jumlah paling besar berada di Perguruan Tinggi Swasta. Rasio putus kuliah di PTS mencapai 0,11 sedangkan di PTN hanya 0,03, sedangkan di PTK dan PTA hanya 0,02.

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi secara Keseluruhan

1. Manajemen Retail: 14,26

Baca Juga :   Hasil riset: Peran Otak Kecil dalam Evolusi Otak Manusia

2. Komputer Multimedia: 4,59

3. Teknologi Kimia Industri Kab. Nagekeo: 3,50

4. Pendidikan Guru SD: 3,02

5. Ilmu Pendidikan Teologi: 2,04

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi Jenjang Akademik

1. Manajemen Retail: 14,26

2. Pendidikan Guru SD: 3,02

3. Ilmu Pendidikan Teologi: 2,04

4. Mekanisasi Pertanian: 1,03

5. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup: 0,92

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi Jenjang Vokasi

1. Komputer Multimedia: 4,59

2. Teknologi Kimia Industri Kampus: 3,50

3. Administrasi Bisnis Kampus Kab. Nagekeo: 1,50

4. Kebidanan (kampus Kota Tasikmalaya): 1,42

5. Budidaya Hutan: 1,40

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi pada Jenjang D3

1. Komputer Multimedia: 4,59

2. Kebidanan (Kampus Kota Tasikmalaya): 1,42

3. Budidaya Hutan: 1,40

4. Budidaya Pertanian: 1,38

Baca Juga :   Hasil Riset: Maung dalam Mitologi Masyarakat Pasundan

5. Teknik dan Manajemen Pembekalan: 1,32

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi pada Jenjang D4

1. Manajemen Informatika: 0,75

2. Komputerisasi Akuntansi: 0,64

3. Konstruksi Bangunan: 0,45

4. Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan: 0,44

5. Teknologi Grafika: 0,38

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi Jenjang Sarjana

1. Manajemen Retail: 14,26

2. Ilmu Pendidikan teologi: 2,04

3. Mekanisasi Pertanian: 1,03

4. Filsafat Hindu: 0,85

5. pendidikan Jasmani K. Jembrana: 0,67

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi Jenjang Magister

1. Administrasi Negara: 11,05

2. Pendidikan Guru SD: 3,02

3. Studi Islam: 1,50

4. Pendidikan Kependudukan dan lingkungan hidup: 1,34

5. Perbankan Syariah: 0,85

Prodi dengan Angka Putus Kuliah Tertinggi Jenjang doktor

1. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup: 0,55

2. Manajemen Pendidikan: 0,31

3. Teknologi Pendidikan: 0,24

4. Transportasi: 0,21

5. Penelitian dan Evaluasi Pendidikan: 0,20

Sayangnya. belum ada data resmi yang menunjukkan faktor penyebab terjadinya kasus putus kuliah di beberapa program studi tersebut.

Related posts