Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1), Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Hadis Tentang Pengertian Iman, Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan

Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1) | Sanad & Matan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1) | Arti Kosa Kata Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1) | Terjemahan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1) | Isi Kandungan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1) |

Sanad & Matan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1)

عن ثوبان عن النبي صلى ا لله وسلم أنه قال لأعلمن أقواما من أمتي يأتون يوم القيامة بحسنات أمثال جبال تهامة بيضا فيجعلها الله عز وجل هباء منثورا قال ثوبان يا رسول الله صفهم لنا جلهم لنا أن لا نكون منهم ونحن لا نعلم قال أما إنهم إخوانكم ومن جلدتكم ويأخذون من الليل كما تأخذون ولكنهم أقوام إذا خلوا بمحارم الله انتهكوها. رواه ابن ماجه

Baca Juga :   Surat Al Maidah Ayat 8, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

Arti Kosa Kata Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1)

Sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kamiصفهم لناSungguh saya telah mengetahuiلأعلمن أقواما
Kami tidak mengetahuiلا نعلمdari ummatkuمن أمتي
maka mereka terus mengerjakannyaانتهكوهاdengan membawa kebaikanبحسنات

Terjemahan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1)

Dari Tsauban dari Nabi saw wasallam bahwa beliau bersabda: “Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah Swt., menjadikannya sia-sia.” Tsauban berkata; “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika kembali kepada apa yang di haramkan Allah Swt., maka mereka terus mengerjakannya.” (HR. Ibnu Majah No. 4235).


Isi Kandungan Hadis Tentang Ikhlas dalam Beramal (1)

Makna hadis Tsauban, yakni menerangkan sifat-sifat manusia. Hadis tersebut tidaklah menerangkan perihal satu orang, dua orang atau berbicara tentang kriteria tertentu, namun hadis tersebut menerangkan sifat-sifat secara sempurna. Di antara manusia ada yang bermaksiat tatkala bersendirian dan hatinya memang menentang Allah Swt. Sedangkan yang lain bermaksiat tatkala bersendiri karena takluk akan syahwat, namun jika ditelisik lebih jauh, terkadang keimanan yang dimilikinya mampu mengalahkan syahwat tersebut dan mampu mencegah dirinya untuk bermaksiat. Akan tetapi dalam beberapa kondisi syahwat membutakannya karena memang syahwat mampu membutakan dan membuat seorang jadi tuli sehingga dia tidak mampu menerima nasehat.


Dosa-dosa tersembunyi dilakukan seakan Allah Swt tak bisa mengetahui apa yang disembunyikan. Sudah sejak lama seorang Muslim diajarkan bahwa Allah Swt lebih dekat daripada urat leher seseorang. Dalam Asmaul Husna, Allah Swt pun memiliki sifat Maha Mengetahui atau al-Khabir. Allah Swt merupakan Zat Pencipta yang lebih tahu apa yang diciptakan. Allah Swt. juga mengetahui mana yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada. Mengapa manusia masih melakukan dosa ‘tersembunyi’?

Baca Juga :   Ayat Ayat Al Quran Tentang Alam

Berikutnya, menumbuhkan perasaan selalu diawasi Allah Swt. Adanya rasa bahwa Allah Swt dekat dan mengawasi makhluk-Nya akan membuat kita takut berbuat dosa. Allah Swt yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu bersama dengan kita di belahan dunia manapun kita berada. Ibnu Rajab Ra pernah berkata dalam kitabnya Syarhu Kalimat al Ikhlas. “Seorang lelaki pernah merayu seorang wanita di tengah gurun pasir pada malam hari. Namun, si wanita menolak. Lelaki itu berkata, ‘Tak ada yang melihat kita kecuali bintang-bintang.’ Kemudian, dijawab si perempuan. ‘ ke manakah pencipta bintang-bintang itu?'”



Related posts