3 Contoh Kerangka Berpikir Penelitian Eksperimen

Penelitian

Apakah kamu sedang mencari contoh kerangka berpikir untuk penelitian Eksperimen? Tetapi sebelumnya, apakah sudah paham apa itu “Kerangka Berpikir” dalam “Penelitian Eksperimen“?

Tulisan terbagi atas dua hal, pertama penjelasan tentang “Kerangka Berpikir” dalam “Penelitian Eksperimen”. Dan kedua, tentang Contoh Kerangka Berpikir Penelitian Eksperimen

A. Apa itu Kerangka Berpikir dalam Penelitian Eksperimen

Kerangka berpikir dalam penelitian eksperimen adalah suatu alur logis yang menghubungkan antara variabel-variabel penelitian, teori-teori yang relevan, hipotesis, dan tujuan penelitian. Kerangka berpikir ini merupakan landasan intelektual yang akan memandu seluruh proses penelitian eksperimen, mulai dari perencanaan hingga analisis hasil. Dalam membangun kerangka berpikir penelitian eksperimen, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut dengan lebih detail:


Tentukan Variabel yang Akan Diangkat:

  • Identifikasi variabel independen (VI) yang merupakan variabel yang Anda akan memanipulasi atau memberikan perlakuan padanya. VI merupakan faktor atau penyebab yang mungkin memiliki pengaruh terhadap variabel lain.
  • Identifikasi variabel dependen (VD) yang merupakan variabel yang akan diamati dan diukur untuk melihat dampak perubahan pada VI. VD merupakan hasil atau respons dari perlakuan pada VI.
  • Selain VI dan VD, Anda juga dapat mengidentifikasi variabel kontrol (VC), yaitu variabel yang harus tetap konstan selama eksperimen untuk memastikan bahwa perubahan pada VD disebabkan oleh VI, bukan faktor lain.

Kumpulkan Referensi dan Lakukan Deskripsi Teori:

  • Cari dan pilih referensi-referensi yang relevan dengan topik penelitian Anda. Ini bisa berupa buku, jurnal, artikel, atau laporan penelitian terkait.
  • Lakukan deskripsi teori dengan merinci teori-teori yang berhubungan dengan VI, VD, dan topik penelitian Anda. Jelaskan konsep-konsep dan proposisi teori yang terkait dengan fenomena yang Anda ingin teliti.

Bahas Teori Secara Jeli dan Analitis:

  • Analisis teori dengan menguraikan dan menghubungkan teori-teori yang Anda temukan. Identifikasi kesenjangan dalam pengetahuan dan jelaskan bagaimana teori-teori tersebut relevan dengan penelitian Anda.
  • Tinjau literatur untuk menentukan apakah ada model atau kerangka kerja konseptual yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya yang dapat Anda terapkan pada penelitian Anda.

Buat Kesimpulan:

  • Buat kesimpulan berdasarkan hasil analisis teori yang telah Anda lakukan. Kesimpulan ini dapat berisi dugaan sementara tentang hubungan antara VI dan VD, serta jawaban potensial terhadap pertanyaan penelitian Anda.

Tentukan Tujuan Penelitian:

  • Tentukan tujuan penelitian yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan berbatas waktu. Tujuan penelitian harus menjelaskan apa yang ingin Anda capai melalui penelitian eksperimen.

Tentukan Variabel Independen dan Dependen:

  • Definisikan dengan jelas VI yang akan Anda manipulasi dalam eksperimen Anda.
  • Jelaskan secara detail VD yang akan Anda amati dan ukur sebagai respons terhadap perubahan pada VI.

Tentukan Objek/Sample Penelitian:

  • Pilih dengan cermat objek/sample penelitian yang akan Anda teliti. Pastikan bahwa objek/sample ini mewakili populasi yang Anda ingin generalisasikan hasil penelitian Anda.
  • Tetapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memastikan bahwa objek/sample penelitian sesuai dengan tujuan penelitian.

Cari dan Hubungkan Hal-Hal Terkait dengan Variabel Secara Global (Opsional):

  • Opsional, Anda dapat mencari dan menghubungkan fenomena atau isu-isu global yang berkaitan dengan variabel penelitian Anda. Hal ini dapat memberikan konteks yang lebih luas untuk penelitian Anda dan menunjukkan relevansi penelitian dengan isu-isu yang lebih besar.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara sistematis, Anda dapat membangun kerangka berpikir penelitian eksperimen yang kuat dan terstruktur untuk membimbing seluruh proses penelitian Anda. Kerangka berpikir ini akan membantu Anda merencanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyimpulkan hasil penelitian dengan lebih efektif.


B. Contoh Kerangka Berpikir Penelitian Eksperimen

Tentu, berikut adalah tiga contoh kerangka berpikir dalam penelitian eksperimen:

1. Studi Efek Pendidikan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan:

Variabel Independen (VI):

  • VI dalam penelitian ini adalah “Tingkat pendidikan karyawan.” Ini dapat dibagi menjadi beberapa tingkat seperti pendidikan dasar, menengah, sarjana, dan magister. Tingkat pendidikan ini akan digunakan sebagai faktor yang mungkin mempengaruhi produktivitas kerja.

Variabel Dependen (VD):

  • VD dalam penelitian ini adalah “Produktivitas kerja karyawan.” Produktivitas dapat diukur dengan mengamati jumlah tugas yang diselesaikan oleh karyawan dalam satu periode waktu tertentu atau tingkat kepuasan kerja yang diukur melalui survei karyawan.

Variabel Kontrol (VC):

  • Variabel kontrol yang relevan dapat mencakup “Pengalaman kerja” dan “Usia karyawan.” Hal ini penting untuk memastikan bahwa perbedaan dalam produktivitas kerja tidak disebabkan oleh faktor-faktor lain selain tingkat pendidikan.

Tujuan Penelitian:

  • Tujuan penelitian adalah untuk menilai apakah tingkat pendidikan karyawan memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja.

Hipotesis:

  • Hipotesis penelitian adalah bahwa “Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki tingkat produktivitas kerja yang lebih tinggi daripada mereka yang memiliki pendidikan lebih rendah.”

2. Pengaruh Pola Makan Seimbang Terhadap Kesehatan Jantung:

Variabel Independen (VI):

  • VI dalam penelitian ini adalah “Pola makan seimbang,” yang mencakup aspek-aspek seperti “diet tinggi serat,” “rendah lemak jenuh,” dan “rendah garam.” Pola makan ini akan diatur sebagai faktor yang mungkin memiliki efek positif pada kesehatan jantung.

Variabel Dependen (VD):

  • VD dalam penelitian ini adalah “Kesehatan jantung,” yang dapat diukur melalui variabel seperti “tekanan darah,” “kadar kolesterol,” dan “berat badan.”

Variabel Kontrol (VC):

  • Variabel kontrol yang relevan termasuk “Tingkat aktivitas fisik” dan “Riwayat penyakit keluarga.” Ini harus dikendalikan untuk memastikan bahwa efek pola makan seimbang tidak disalahartikan.

Tujuan Penelitian:

  • Tujuan penelitian adalah untuk menilai apakah pola makan seimbang memiliki efek positif terhadap kesehatan jantung.

Hipotesis:

  • Hipotesis penelitian adalah bahwa “Individu yang mengikuti pola makan seimbang akan memiliki tekanan darah yang lebih rendah, kadar kolesterol yang lebih baik, dan berat badan yang lebih sehat dibandingkan dengan individu yang tidak mengikuti pola makan seimbang.”

3. Pengaruh Waktu Belajar Terhadap Hasil Ujian Mahasiswa:

Variabel Independen (VI):

  • VI dalam penelitian ini adalah “Waktu belajar,” yang diukur dalam jumlah jam belajar per hari. Waktu belajar ini akan diatur sebagai faktor yang mungkin mempengaruhi hasil ujian mahasiswa.

Variabel Dependen (VD):

  • VD dalam penelitian ini adalah “Hasil ujian mahasiswa,” yang dapat diukur dengan skor ujian atau tingkat kelulusan.

Variabel Kontrol (VC):

  • Variabel kontrol termasuk “Kemampuan prasyarat” dan “Metode belajar.” Ini harus dikontrol untuk memastikan bahwa perubahan dalam waktu belajar adalah faktor yang berpengaruh.

Tujuan Penelitian:

  • Tujuan penelitian adalah untuk menilai apakah waktu belajar yang diinvestasikan oleh mahasiswa memiliki pengaruh yang signifikan pada hasil ujian mereka.

Hipotesis:

  • Hipotesis penelitian adalah bahwa “Mahasiswa yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar akan mencapai skor ujian yang lebih tinggi dan tingkat kelulusan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan waktu belajar lebih sedikit.”

Related posts