Bursa Efek : Pengertian, Peran, Kewajiban dan Instrumen

  • Whatsapp
Bursa Efek : Pengertian, Peran, Kewajiban dan Instrumen

Wislahcom / Referensi / : Cari bahan materi tentang bursa efek? Apa itu bursa efek? Apa saja instrumen bursa efek?

Masih bingung.

Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Bursa Efek, Peran Bursa Efek, Kewajiban Bursa Efek, dan Instrumen di Bursa Efek.

Pengertian Bursa Efek

Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

Peran Bursa Efek

Dalam kegiatan di pasar modal, bursa efek memiliki beberapa peran, di antaranya, yaitu:

  • Menyediakan semua sarana perdagangan efek.
  • Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa.
  • Mengupayakan likuiditas instrumen.
  • Mencegah praktik-praktik yang dilarang di bursa seperti kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, dan insider trading.
  • Menyebarluaskan informasi bursa.
  • Menciptakan instrumen dan jasa baru.
Baca Juga :   Analisa Teknikal (Analisis Teknikal) : Pengertian dan Definisi Analisis Teknikal Menurut Para Ahli

Kewajiban Bursa Efek

Bursa efek juga memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sarana perdagangan efek, yaitu:

  • Menyerahkan laporan kegiatannya kepada Bapepam.
  • Menetapkan peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan efek, kliring, dan penyelesaian transaksi bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan bursa.
  • Memiliki satuan pemeriksa.

Instrumen di Bursa Efek

Di bursa efek, instrumen yang diperdagangkan di antaranya sebagai berikut:

Saham

Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Di bursa efek, saham merupakan efek yang paling banyak diperjualbelikan. Ada dua jenis saham, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa adalah saham tanpa hak istimewa, misalnya atas deviden, dan sisa harta jika perusahaan dilikuidasi. Saham preferen merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa, artinya di samping memiliki karakteristik obligasi juga memiliki karakteristik saham biasa. Akhir-akhir ini telah berkembang produk-produk pengembangan dari saham preferen misalnya adjustable rate preferred stocks (ARPs) dan market auction preferred. Saham preferen ini memberikan prioritas pilihan kepada pemegangnya. Beberapa prioritas yang ditawarkan antara lain:

  • Pemodal berhak didahulukan dalam hal pembayaran dividen.
  • Pemodal berhak mendapat pembayaran dividen dengan jumlah tetap.
  • Pemodal berhak mendapat pembayaran semua dividen yang terutang pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Pemodal berhak menukar saham preferen yang dipegangnya dengan saham biasa.
  • Pemodal mendapat prioritas pembayaran dividennya menyesuaikan dengan saham biasa.
  • Obligasi
Baca Juga :   Akuisisi Adalah : Pengertian, Tujuan, Jenis, Dasar Hukum dan Tahapannya

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dan yang diberi pinjaman (emiten). Dengan demikian, surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

Obligasi konversi

Obligasi konversi sekilas tidak berbeda dengan obligasi biasa, seperti memberikan kupon yang tetap, memiliki jatuh tempo, dan memiliki nilai pari. Yang membedakannya obligasi ialah konversi dapat ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu tercantum persyaratan untuk melakukan konversi dan tidak sama di antara obligasi konversi satu dan lainnya. Misalnya, setiap obligasi konversi bisa dikonversi menjadi tiga saham biasa setelah 1 Agustus 2006 dengan harga konversi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :   Hukum Humaniter Adalah : Definisi / Pengertian Hukum Humaniter menurut Para Ahli

Right

Bukti right merupakan hak bagi pemodal dalam membeli saham baru yang dikeluarkan emiten.

Waran (Warrant)

Waran adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan. Biasanya waran dijual bersamaan dengan surat berharga lain, seperti saham atau obligasi. Penerbit waran harus memiliki saham yang nantinya dikonversi oleh pemegang waran, namun setelah saham atau obligasi yang disertai waran memasuki pasar, ketiganya dapat diperdagangkan secara terpisah.

Related posts