Ayat Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam

  • Whatsapp
Ayat Ayat Al Quran


Ayat Tentang Fenomena Alam | Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam  | Surat Ar Rahman Ayat 19, 20, 22 | Surat Tur Ayat 6 | Surat Al Anbiya Ayat 33 | Surat Al Furqan Ayat 53| Surat Ar Rum Ayat 48 dan 49 | Bacaan | Latin | Terjemah | Makna | Arti | Tafsir |

DAFTAR ISI :

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Surat Ar Rahman Ayat 19

Bacaan Surat Ar Rahman Ayat 19

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

Latin Surat Ar Rahman Ayat 19

marajal-baḥraini yaltaqiyān



Terjemah Surat  Ar Rahman Ayat 19

Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,

Makna Surat Ar Rahman Ayat 19

(Dia membiarkan) atau melepaskan (dua laut) yang airnya tawar dan yang asin (saling bertemu) menurut pandangan mata.

Ayat Al Quran Tentang  Fenomena Alam  Surat  Ar Rahman Ayat 20

Bacaan Surat Ar Rahman Ayat 20

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ



Latin Surat Ar Rahman Ayat 20

bainahumā barzakhul lā yabgiyān

Terjemah Surat Ar Rahman Ayat 20

di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Makna Surat Ar Rahman Ayat 20

(Antara keduanya ada batas) ada penghalang yang membatasi keduanya dari kekuasaan Allah swt. (yang tidak dilampaui oleh masing-masing) yang satu melampaui yang lainnya sehingga bercampur.



Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Ar Rahman Ayat 22

Bacaan Surat Ar Rahman Ayat 22

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ

Latin Surat Ar Rahman Ayat 22

yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān

Terjemah Surat Ar Rahman Ayat 22

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Makna Surat Ar Rahman Ayat 22

(Keluarlah) dapat dibaca Yakhruju. dan Yukhraju (daripada keduanya) dari pertemuan di antara keduanya, yakni dari bagian yang airnya asin (mutiara dan marjan) marjan artinya batu yang berwarna merah atau yang dimaksud adalah mutiara yang kecil.

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Surat At Tur Ayat 6

Bacaan Surat At Tur Ayat 6

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ

Latin Surat At Tur Ayat 6

wal-baḥril-masjụr

Terjemah Surat At Tur Ayat 6

demi lautan yang penuh gelombang,

Makna Surat At Tur Ayat 6

dalam kitab tafsir jalalain menyebutkan sepenggal pengertian perihal Surat At Tur Ayat 6 “(Dan demi laut yang penuh) penuh airnya.”

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Surat Al Anbiya Ayat 33

Bacaan Surat Al Anbiya Ayat 33

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

Latin Surat Al Anbiya Ayat 33

wa huwallażī khalaqal-laila wan-nahāra wasy-syamsa wal-qamar, kullun fī falakiy yasbaḥụn

Terjemah Surat Al Anbiya Ayat 33

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

Makna Surat Al Anbiya Ayat 33

(Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari semua itu) lafal Kullun ini tanwinnya merupakan pergantian daripada Mudhaf ilaih, maksudnya masing-masing daripada matahari, bulan dan bintang-bintang lainnya (di dalam garis edarnya) pada garis edarnya yang bulat di angkasa bagaikan bundaran batu penggilingan gandum (beredar) maksudnya semua berjalan dengan cepat sebagaimana berenang di atas air. Disebabkan ungkapan ini memakai Tasybih, maka didatangkanlah Dhamir bagi orang-orang yang berakal; yakni keadaan semua yang beredar pada garisedarnya itu bagaikan orang-orang yang berenang di dalam air.

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Surat Al Furqan Ayat 53

Bacaan Surat  Al Furqan Ayat 53

وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا

Latin Surat Al Furqan Ayat 53

wa huwallażī marajal-baḥraini hāżā ‘ażbun furātuw wa hāżā mil-ḥun ujāj, wa ja’ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjụrā

Terjemah Surat Al Furqan Ayat 53

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.

Makna Surat Al Furqan Ayat 53

(Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir) secara berdampingan (yang ini tawar lagi segar) sangat tawar lagi menyegarkan (dan yang lain asin lagi pahit) asin sekali sehingga rasanya pahit (dan Dia jadikan antara keduanya dinding) batas yang menyebabkan kedua air tersebut tidak membaur, antara yang satu dengan yang lainnya (dan batas yang menghalangi) yakni penghalang yang mencegah keduanya untuk bercampur.

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam  Surat Ar Rum Ayat 48

Bacaan Surat Ar Rum Ayat 48

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ

Latin Surat Ar Rum Ayat 48

allāhullażī yursilur-riyāḥa fa tuṡīru saḥāban fa yabsuṭuhụ fis-samā`i kaifa yasyā`u wa yaj’aluhụ kisafan fa taral-wadqa yakhruju min khilālih, fa iżā aṣāba bihī may yasyā`u min ‘ibādihī iżā hum yastabsyirụn

Terjemah Surat Ar Rum Ayat 48

Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.

Makna Surat Ar Rum Ayat 48

(Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan) mengaraknya (dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya) makanya awan itu ada yang tipis dan ada yang tebal (dan menjadikannya bergumpal-gumpal) berkelompok-kelompok dan berpencar-pencar; dapat dibaca kisafan atau kisfan (lalu kamu lihat air) hujan (keluar dari celah-celahnya) dari celah-celah awan yang tebal itu (maka apabila hujan itu turun) (mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira) mereka bergembira dengan turunnya hujan itu.

Ayat Al Quran Tentang Fenomena Alam Surat Ar Rum Ayat 49

Bacaan Surat Ar Rum Ayat 49

وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمُبْلِسِيْنَۚ

Latin Surat Ar Rum Ayat 49

wa ing kānụ ming qabli ay yunazzala ‘alaihim ming qablihī lamublisīn

Terjemah Surat Ar Rum Ayat 49

Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

Makna Surat Ar Rum Ayat 49

(Dan sesungguhnya) sungguh (sebelum hujan diturunkan kepada mereka) lafal min qablihi yang kedua ini berfungsi mengukuhkan makna lafal yang sama dengan sebelumnya (benar-benar telah berputus asa) putus harapan akan turunnya hujan.

Related posts