Apa Arti Peribahasa (Pepatah) Wong Jawa Nggone Semu, Sinamun ing Samudana, Sesadone Ingadu Manis ?

PERIBAHASA PEPATAH

Apa Arti Peribahasa | Pepatah | Wong Jawa Nggone Semu, Sinamun ing Samudana, Sesadone Ingadu Manis | Makna Peribahasa | peribahasa jawa

Apa Arti Peribahasa (Pepatah) Wong Jawa Nggone Semu, Sinamun ing Samudana, Sesadone Ingadu Manis ?

Jawabannya Adalah

Artinya, wong Jawa nggone semu (orang Jawa cenderung semu atau terselubung), sinamun ing samudana (ditutup kata-kata tersamar), sesadone ingadu manis (masalah apa pun dihadapi dengan muka manis). Makna yang lebih luas adalah, berpikir dan bersikapnya orang Jawa tidak selalu terbuka atau cenderung bersifat simbolik. Penuh sanepa, kiasan, dan perlambangan. Banyak hal tidak dinyatakan dengan terang-terangan, atau lebih bersifat sinamudana (disamarkan).

Contohnya, ketika ada pengemis datang, apabila tidak ingin memberikan sedekah, yang didatangi biasanya meng gelengkan kepala sambil tersenyum. Untuk menghindari mengatakan “tidak”, ada juga yang menjawab, “Maklume mawon…,” atau “Sanese mawon….” Jika tuan rumah berkata seperti itu, biasanya si pengemis langsung pergi. Padahal, kalau diperhatikan, dua model tuturan tersebut tidak secara eksplisit menyatakan bahwa orang yang bersangkutan tidak akan memberikan sedekah. “maklume mawon” artinya “maafkan saja.” Sedangkan “sanese mawon” artinya “lainnya saja”. Namun begitulah, karena yang didatangi orang Jawa dan pengemisnya juga orang Jawa, mereka sama-sama mafhum. Tanpa harus diberi tahu secara eksplisit bahwa sang tuan rumah tidak akan memberikan sedekah, si pengemis pun bergegas pergi dengan sendirinya.

Related posts